Pesan Psikolog Kepada Orang Tua Agar Anak Terhidar Dari Gangguan Mental

Pesan Psikolog Kepada Orang Tua Agar Anak Terhidar Dari Gangguan Mental

ONIXNEWS – Dimasa pandemi seperti saat ini, menuntut semua orang untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan diluar rumah. Termasuk kegiatan belajar mengajar disekolah. Kegiatan tersebut selama ini dilakukan dengan daring / online.

Dengan begitu siswa/siswi melakukan semua kegiatan nya dirumah, akhirnya banyak menimbulkan bosan. Hal ini pun mempengaruhi adanya peningkatan gangguan jiwa atau mental yang dialami remaja.

Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu sedang ramai diperbincangkan, yaitu siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan berinisial MI (16) tewas karena meminum cairan racun. Kejadian tersebut direkam olehnya dengan menggunakan ponselnya dengan durasi 32 detik. MI ditemukan oleh sang adik IR (8) terbujur kaku dibawah tempat tidurnya pada sabtu (17/10/2020) pukul 08.30 wita.

Dari hasil penyelidikan polisi, ditemukan dugaan bahwa MI nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi dengan beban tugas daring sekolahnya.

Hal ini akhirnya menimbulkan keprihatinan banyak pihak, termasuk Psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Harapan Kota Balikpapan, Kurnia Rizki.

Menurutnya, hal ini tidak dapat disudutkan dari sisi anak maupun lingkungan, namun sejauh mana peran keluarga berkontribusi terhadap pemebentukan kepribadian anggota keluarga, khususnya anak. Ia menambahkan peran orang tua dalam memberikan pengasuhan perlu dicermati dengan baik.

Namun demikian, perempuan yang akrab disapa Nia ini mengatakan bahwa memang masih banyak orang tua yang belum siap mengemban tugas dengan berbagai faktor, baik secara internal maupun eksternal.

“Apalagi saat pandemic deperti sekarang, semua orang di tuntut untuk cepat beradaptasi pada kondisi yang oenuh ketidakpastian” ujarnya.

Dia berharap penguatan keluarga melalui ketahanan keluarga kepada anak menjadi solusi menghadapi tekanan situasi yang mempengaruhi kesehatan mental. Untuk menjaga kesehatan mental keluarga, khususnya anak ia menyarankan orang tua dapat melakukan beberapa hal ini.

Pertama jadilah sahabat untuk anak, rebut hatinya dan jadikan anak sebagai teman berbagi rasa dan cerita. Dengarkan semua cerita anak tanpa judgement dan komentar negative.

Kedua luangkan waktu untuk bercerita, bertukar pikiran dan pengalaman. Orang tua harus meningkatkan kapasitas serta menjadi guru terbaik untuk anak dengan pengetahuan yang tepat mengenai pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

“Stop kekerasan pada anak, apapun itu bentuknya. Baik secara fisik, verbal, nonverbal, maupun psikis” tuturnya. Dalam hal ini peran ayah juga sangat kompleks. Ayah berperan dalam tumbuh kembang anak, khususnya aspek sosial emosional.

Anak yang bermasalah secara mental pada umumnya mengalami fatherless, jadi diharapkan ayah dapat berperan dalam menumbuhkan kembangkan anak yang berkarakter. Imbauan kepada para pelajar juga diberikan untuk menanamkan pada diri bahwa mereka tidak sendiri, banyak orang yang peduli dan sayang.

“Dirimu berharga, masa depanmu sangat dinantikan oleh bangsa. Ayo bangkit, raih tangan kami yang siap membantumu. Lakukan aktivitas positif, sehat, produktif dan bermanfaat bersama keluarga dan teman teman” kata Nia meyemangati.

Bagi pelajar yang tidak memiliki tempat bercerita, mereka bisa ke Puspaga Harapan Kota Balikpapan. “Kita bisa mengubah diri sendiri demi kesehatan mental lebih baik” ucapnya

Sumber : Tribunkaltim.co Editor : Onixradio

Covid Negatif Ekonomi Positif Di Balikpapan

Covid Negatif Ekonomi Positif Di Balikpapan

ONIXNEWS – Rabu (22/10/2020) kemarin, SERSAN NGOPI mengangkat tema “COVID NEGATIF EKONOMI POSITIF”. Rega Dinata yang ditemani oleh dua narasumber yaitu Yudhi Saharuddin (GM E-Walk & Pentacity Balikpapan) dan Mauliddin (Pemerhati Kota).

Aksi penolakan omnibus law baru baru ini seperti demo, membuat pemerintah akhirnya mengadakan rapid test gratis untuk para demonstran yang sudah ikut. Hal tersebut dilakukan karena ditakutkan munculnya klaster baru terhadap covid-19, namun kegiatan rapid test gratis tersebut tidak sebanyak jumlah pendemo yang hadir pada aksi yang dilakukan selama beberapa hari tersebut.

“itu balik ke diri masing masing sebenernya, karena muncul ketakutan akan hasil yang nanti keluar. Kalau di kita sendiri setiap bulan pasti mengadakan rapid untuk semua karyawan karyawan. Dan apabila ada karyawan yang terkena maka kita anjurkan untuk isolasi mandiri dan beristirahat dulu seminggu ata lebih, jika sudah membaik maka diperiksa kembali. Jika sudah pulih dipersilahkan untuk bekerja kembali” ujar yudhi.

Mauliddin selaku pemerhati kota mengatakan bahwa kurangnya minat para demonstran untuk rapid test antara lain yaitu mereka takut dicap pendemo, serta mental yang kurang kuat untuk mengetahui hasilnya nanti.

“perlihatkanlah, sikap yang kami bukan hanya berani menentang apa yang ditentang tapi kami juga berani setelah apa yang kami lakukan itu kami berani dan yakin bahwa tidak ada yang tertular virus korona ini. Berani berbuat berani tanggung jawab” ungkap mauliddin.

Selain membahas tentang rapid test gratis dari pemerintah, kali ini akan membahas tentang dibukanya area bermain anak yang baru saja di ungkapkan oleh walikota Balikpapan. Dengan dibukanya area bermain anak ini membuat para orang tua sedikit lega karena anak anaknya bisa menikmati kembali permainan permainan yang disenangi.

Namun dibukanya area bermain anak ini tidak semerta merta tanpa aturan yang ketat, ada aturan yang harus di patuhi oleh pengelola arena bermain, agar tetap terhindar dari virus covid-19. Dengan dibukanya area bermain anak ini, dapat memutar roda ekonomi untuk lebih baik.

“kami selaku penyedia area ini, kami akan protect dengan benar apabila saat anak itu datang maka tempat wahana itu sudah steril, sudah disinfektan kalau perlu tidak boleh naik jika anak tersebut tidak menggunakan masker. Dan itu akan benar benar kami lakukan dari managemen mall, untuk tetap patuh terhadap protokol yang ditetapkan” ungkap yudhi mengenai kesiapan dibukanya area bermain anak ini.

Namun ada beberapa pendapat yang mengatakan jika takutnya dengan adanya hal ini akan menjadi blunder tersendiri bagi pemerintah, dimana ini dilakukan demi masyarakat malah menjadi sesuatu yang besar yang berdampak lebih dari sebelumnya.

Hal tersebut tidak akan terjadi jika masyarakat tetap mematuhi peraturan yang ada, bahkan seperti yang di ketahui sebagian masyarakat Balikpapan sudah mulai banyak yang disiplin mengenai penerapan protokol yang sudah di tetapkan.

E-walk dan Pentacity Balikpapan akan mengadakan simulasi pembukaan area area yang sudah diperbolehkan buka pada hari Kamis, dan jumat akan menjadi hari perdana dibukanya area bermain anak E-walk & Pentacity Balikpapan.

Masyarakat Balikpapan di harapkan untuk tetap patuh dan disiplin dengan protokol kesehatan serta peraturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah kota untuk mengurangi dampak dari covid-19.

Editor : Onixradio

Arena Bermain Anak Dibuka Protokol Kesehatan Wajib Dijalankan

Arena Bermain Anak Dibuka Protokol Kesehatan Wajib Dijalankan

ONIXNEWS – Kemarin Pemerintah Kota Balikpapan resmi mengizinkan pembukaan wahana atau arena permainan anak. Hal tersebut diberitahukan melalui edaran yang di keluarkan Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

“sejak hari ini kita mengizinkan wahan bermain anak sudah boleh dibuka” ujarnya.

Pemberian izin beroperasional ini bukan berarti tanpa catatan, Walikota Balikpapan tersebut mengungkapkan hanya permainan single atau perorangan saja yang diperbolehkan.

“kalau yang bergerombol atau ada yang memungkinkan kontak fisik, belum bisa” tambahnya.

Selain itu, Rizal mengingatkan bahwasanya protokol kesehatan tetap wajib diterapkan. Seperti cek suhu tubuh, menyediakan handsanitizer, hingga kapasitas tempat yang hanya boleh 50 persen saja.

“jadi hari ini kita keluarkan surat edarannya untuk arena bermain anak, mohon protokol kesehatannya tetap dijalankan,” ujarnya, senin (19/10/2020).

Sementara itu, saat disinggung apakah sudah terdapat arena permainan anak yang akan buka dalam waktu dekat, walikota Balikpapan tersebut mengaku belum mendapat laporan.

“belum ada laporannya mana yang mau beroperasi. Tapi kalau tidak salah arena bermain ada dua atau tiga, di e-Walk dan Transmart” imbuhnya.

Sumber : Tribunkaltim.co Editor : Onixradio

Alasan Panas Pedagang Gulung Tirai Plastik Di Lapaknya

Alasan Panas Pedagang Gulung Tirai Plastik Di Lapaknya

ONIXNEWS – Menindak pedagang yang menggulung tirai plastic di lapaknya sudah dilakukan Pemkot Balikpapan, alasan para pedagang yang menggulung tirai lapaknya dikarenakan suhu panas pasar yang mereka rasakan.

Dinas Perdagangan Balikpapan telah menertibkan 520 petak di enam pasar tradisional. Penertiban ini dilakukan untuk para pedagang yang kedapatan menggulung pelindung plastik yang sudah terpasang di lapaknya.

“banyak pedagang menggulung plastik yang sudah terpasang alasannya panas kata mereka,” ujar Arzaedi Rahman.

Adanya pelindung plastik tersebut sebenarnya bagian dari protokol kesehatan. Dan untuk pemasangan tirai tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 200 juta lebih.

“solusinya kita buat potongan plastic yang terpasang. Tujuannya agar sirkulasi udara bisa membuat didalam petak tidak terlalu panas,” jelasnya.

Menurut nya , proses pemebelahan terhadap plastic di depan perak akan dilakukan oleh penyedia barang dan jasa yang memasang sebelumnya. Sehingga pemerintah tidak menganggarkan biaya untuk kegiatan tersebut.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan seharusnya masyarakat membuka mata terhadap situasi saat ini.

“kita bisa melihat di TV, mendengar radio, dan membaca dari internet bahwa kasusnya meningkat di dunia. Ini bukan hoax, ini kenyataan dan tidak ada yang kebal dari penyakit ini,” ujar Wiku.

Wiku meminta agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ada dan saling mengingatkan satu sama lain.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, sebanyak 17 persen responden meyakini bahwa mereka tidak mungkin dan sangan tidak mungkin tertular covid-19.

Hal ini berdasarkan survey BPS terhadap 90.967 responden di Indonesia pada 7-14 September 2020.

“saya pikir angka 17 persen ini presentasi yang lumayan tinggi ya” ujar Suhariyanto.

Sumber : Tribunkaltim.co Editor : Onixradio

Ajukan Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19 Hotel Bintang Lima Ini Di Verifikasi

Ajukan Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19 Hotel Bintang Lima Ini Di Verifikasi

ONIXNEWS – Dalam upaya untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19 yang masih belum berakhir. Maka Hotel bintang lima yang ada di Kota Balikpapan pun mengajukan untuk menjadi tempat karantina mandiri maupun perawatan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Dua hotel bintang 5 yang mengajukan hal tersebut yaitu Gran Senyiur. Gran Senyiur mengajukan menjadi tempat karantina dan perawatan.

“Ada saya terakhir di laporin sama Dokter Dio, (Kepala Dinas Kesehatan Kota Andi Sri Juliarty), Grand Senyiur sudah mengajukan.Grand senyiur karantina dan isolasi,” ujarnya.

saat ini tengah dilakukan verifikasi oleh Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota. Sementara beberapa hotel bintang empat termasuk Guest house bahkan sudah menjadi tempat karantina mandiri.

“lagi di verifikasi sama tim satgas, Dinas Kesehatan Kita, yang lain sudah jalan, ada Bahtera Hotel dan Menara, Hotel HER dan Guest Pillow,” ujarnya.

“Pasien umumnya memang karantina pasien perusahaan yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Memang klaster perusahaan cukup tinggi sehingga menjadi perhatian. Karena bukan hanya perusahan migas dan batubara.

Pemilik Hotel Adhika Bahtera dan Menara Bahtera Johny Wong sebelumnya menyatakan, sudah 2 bulan terakhir menjadi tempat karantina mandiri karyawan persahaan swasta. Alasannya karena pengunjung kurang akibat pendemi covid-19.

Sumber : Inibalikpapan.com

Editor : Onixradio

Efektifitas Penerapan Perwali No 23 Tahun 2020 Di Kota Balikpapan

Efektifitas Penerapan Perwali No 23 Tahun 2020 Di Kota Balikpapan

ONIXNEWS – SERSAN NGOPI kemarin (30/9/2020) kembali hadir, dengan mengusung tema “SEJAUH MANA EFEKTIFITAS PENERAPAN PERWALI NO 23 DI BALIKPAPAN”. Seperti biasa di sersan ngopi kali ini Rega Dinata ditemani oleh beberapa narasumber, serta onix radio kali ini berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid 19 Kota Balikpapan. Narasumber yang hadir yaitu Andi Sri Juliarty (Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan), Zulkifli (Kepala Satpol PP Kota Balikpapan), Mauliddin (Pemerhati Kota).

Seperti yang kita tau bahwa saat ini sudah diterapkannya penertiban menggunakan masker, sesuai dengan perwali no 23 tahun 2020. Dimana masyarakat yang melanggar akan di razia dan diberi sanksi yang ada. Selain itu dengan adanya penerapan jam malam yang kini sudah berjalan ternyata membawa dampak nyata, seperti berkurangnya jumlah pasien positif yang terkena virus covid-19 ini.

“Saya selalu menyampaikan bahwa ada 3 fase dalam kehidupan dimasa pandemic seperti ini, yaitu fase pencegahan dimana nasib ada ditangan kita semua, kedua fase dimana nasib ada ditangan ditangan dokter, jika ditangan dokter pun gagal maka nasib ada ditangan tuhan” ujar zulkifli yang bergerak dalam bersama anggota lain didalam fase pencegahan penyebaran covid-19.

Sampai saat ini masih ada masyarakat yang berfikiran bahwa corona itu tidak ada, banyak yang berspekulasi bahwa corona hanya isu saja. Sehingga ini lah yang membuat para tim gugus tugas untuk extra lebih keras dalam menyampaikan sosialisasi dalam mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, agar penyebaran covid-19 lebih meminimalisir.

“penurunan ini tidak mungkin didapat jika bukan dari kesadaran dari masyarakat itu sendiri, garda terdepan saat ini adalah masyarakat. Selain itu juga peran dari tim pelayanann kesehatan dimana mereka bisa mendeteksi dini serta mengobati dengan tepat pasien covid-19” ungkap Andi Sri Juliarty atau biasa disapa Dr. Dio.

Dengan kondisi seperti ini, tim medis pun berusaha sekuat mungkin agar tetap bisa melayani pasien. Namun peran masyarakat juga sangat penting, dimana masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gejala ringan yang sudah dirasakan.

“saya harap seluruh masyarakat ikuti aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah, karena pemerintah pun mengeluarkan aturan sudah melewati kajian dan yang mengkaji pun sudah ada dokter dan timnya beserta aparat apparat yang masuk didalamnya”

Pentingnya kesadaran seluruh masyarakat sangat penting dan dalam merubah perilaku sebenarnya tidak mudah, maka dari itu pemerintah harus extra keras dalam mensosialisasikan perwali no 23 tahun 2020 dan aturan jam malam yang saat ini berjalan di Kota Balikpapan.

Editor : Onixradio

KADIN Balikpapan Mengatakan Perlunya Evaluasi Terhadap Pemberlakuan Jam Malam

KADIN Balikpapan Mengatakan Perlunya Evaluasi Terhadap Pemberlakuan Jam Malam

ONIXNEWS – Melalui Surat Edaran Walikota Nomor 100/438/Pem tentang pemberlakuan jam malam yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, ditujukan utnuk masyarakat.

Pemberlakuan jam malam ini lebih utama diperuntukkan untuk semua pelaku usaha, entah itu pengelola ataupun penanggung jawab fasilitas umumnya. Edaran yang berlaku sejak 7 september 2020 ini berisikan tentang pembatasan aktivitas masyarakat hingga pukul 22.00 WITA.

Dengan adanya pembatasan jam aktivitas ini, tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi para pelaku usaha. Seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama pandemi, sangat terdampak.

Turunnya omzet sudah tidak dapat dielakkan lagi, tanpa tahu kapan regulasi ini akan berakhir. Mengikuti perkembangan terkini mengenai kondisi terkini kasus yang terkonfirmasi covid-19.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan (KADIN Balikpapan) Yaser Arafat, dengan pemberlakuan jam mala mini merupakan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai virus asal cina yang penyebarannya kian cepat.

“kami apresiasi, hanya saja bagi kami pelaku usaha perlu kepastian sampai kapan dan berapa lama ini akan diberlakukan” ujar Yaser Arafat, minggu (20/9/20).

Menurutnya perekonomian saat ini cukup memprihatinkan. Dan diambang resesi, daya beli masyarakat yang turun dengan dibarengi susahnya mengumpulkan pundi pundi rupiah. Ia paham dengan kebijakan kebijakan terbaik yang diambil pemerintah. Namun pihaknya sebagai pelaku usaha juga meminta perhatian.

Yaser yang mempertanyakan apakah di atas jam 22.00 wita potensi penularan kian besar ? padahal dari pagi hingga malam rentannya cukup panjang. Sehingga ia merasa hal ini perlu di evaluasi. Pelaku usaha kecil yang beroperasi diatas jam 22.00 wita jumlahnya tidak besar.

Pihaknya menawarkan solusi, pemerintah menempatkan petugas protokol kesehatan diseluruh fasilitas umum yang ada, tidak hanya di warung kopi. Jika aktivitas tertinggi dan penyebaran terbanyak di pasar maupun minimarket, maka disitulah yang wajib dijaga dan diterapkan protokol kesehatannya. Sementara warung kopi tinggal menertibkan pemiliknya saja, tetap diperbolehkan beroperasi.

Seluruh pengunjungnya diawasi dengan benar untuk penerapan protokol kesehatan ini. Jarak duduk dan berjaga untuk mengedukasi kepada masyarakat.

“Dengan adanya pembatasan yang membuat ekonomi terganggu, kecuali pemerintah memberi kompensasi besar untuk UMKM, tidak masalah. Kondisi sekarang yang tidak pasti, bisa makan hari ini belum tentu besok bisa” pungkasnya.

10 Cara Pencegahan Virus Corona 1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat. 2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. 3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). 4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum. 5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah). 6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum. 7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda. 8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan. 9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat. 10.Selalu pantau perkembangan penyakit covid-19 dari sumber resmi dan akurat

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Pelaku Usaha Yang Melanggar Protokol Kesehatan Akan Di Kenakan Sanksi

Pelaku Usaha Yang Melanggar Protokol Kesehatan Akan Di Kenakan Sanksi

ONIXNEWS – Dengan diberlakukannya Perwali Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19 akan meminimalisir adanya pelanggaran, namun nyatanya ditemukan 1.012 kasus pelanggaran yang terjadi di Balikpapan. Dan pelanggaran tersebut paling banyak ditemukan di kecamatan Balikpapan Utara.

Dari jumlah kasus yang ada, pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pemilik cafe, resto dan rumah makan yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

"Makin banyak kasus ternyata pelanggaran makin tinggi. Di Utara paling banyak," ujarnya Zulkifli selaku Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan.

Penerapan denda yang diberlakukan utuk para pelaku usaha yaitu Rp 250.000. Selain dikenakan denda tersebut, zulkifli juga mengingatkan kepada para pelaku usaha bahwa ada sanksi lain yaitu penutupan sementara kegiatan.

“Keputusan soal penutupan di gugus tugas. Yang terancam penutupan itu yang melakukan pelanggaran tidak jaga jarak, karena yang lain rata-rata sudah terpenuhi," tuturnya.

Mekanismenya, saat pemeriksaan razia, penyidik akan menerbitkan Surat Tanda Bukti Pelanggaran (STBP). Pelaku usaha akan diberikan formulir model C.

“Di form itu akan ada pasal yang dilanggar beserta sanksi yang akan diberikan," katanya.

Zulkifli menuturkan, dikarenakan perihal jaga jarak berkaitan dengan jumlah kunjungan. Maka ia menyarankan kepada para pelaku usaha untuk bisa memakai 50 persen dari tempatnya.

“Kalau 100 persen tempat dipakai pasti akan berkerumun. Sementara soal Perwali itu mengatur 14 tempat, kita bagi 3 kelompok. Tertinggi denda di hotel yakni Rp 1 juta," ucapnya.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Covid-19 Dan Relaksasi Di Kota Balikpapan

Covid-19 Dan Relaksasi Di Kota Balikpapan

ONIXNEWS – Jika kita membicarakan tentang covid-19 tidak aka nada habisnya, karena selama beberapa bulan kita sudah melewati keadaan yang sangat berdampak kepada keidupan sehari hari karena pandemi ini. SERSAN NGOPI kemarin (26/8/2020) mengambil tema tentang Covid-19 & Relaksasi. Kali narasumber yang dihadirkan yaitu Zulkifli (Kasatpol dan Bid. Penegakan hukum gugus tugas covid-19 Kota Balikpapan), Chita Wijaya (CEO Mahacita Indonesia Event Organizer), Adam (Anggota Gugus Tugas) dan Rere (Perwakilan Masyarakat).

Sampai dengan agustus ini Balikpapan sudah masuk fase ke 3 relaksasi, namun untuk saat ini dalam upaya pencegahan penyebaran yang lebih luas pemerintah belum bisa membuka THM (Taman Hiburan Masyarakat), hal tersebut dikarenakan masih banyaknya hal hal yang perlu di pertimbangkan lagi.

Selain daripada itu, ada beberapa tempat umum dan fasilitas umum di Kota Balikpapan yang masih belum menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya hal tersebut, membuat para petugas lebih ekstra lagi melakukan pengawasan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“dengan adanya pandemi ini kita menyesuaikan diri dengan konsep new normal, kami belajar banyak dari sini. Melakukan koordinasi melalui daring dan melakukan promosi event webinar tersebut dengan online. Dari sini itu kita jadi punya pr baru untuk belajar lebih dalam lagi dengan digital” ujar chita menanggapi dampak dari pandemi terhadap industry kreatif.

1 bulan terakhir Kota Balikpapan mengalami peningkatan kasus sebesar 300%. Dengan adanya peningkatan yang sangat besar ini, pemerintah Kota Balikpapan akhirnya menerbitkan Perwali No 23 tahun 2020 tentang penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya untuk pencegahan dan pengendalian covid-19 di Balikpapan.

“kita mungkin terlihat tinggi karena kita banyak melakukan swab massal dan rapid test massal, jadi kita banyak mengindifikasi lebih awal penularan ini,akhirnya data kita semakin besar” ujar adam.

Sanksi mengenai wajib masker ini diberlakukan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker dikenakan denda sebesar Rp 100.000 . Dengan adanya peraturan ini diharapkan masyarakat lebih peduli akan kesehatan dan kondisi sekitarnya.

“saya menemukan 2 kenyataan di kota Balikpapan, yang pertama covid itu benar ada dan yang kedua banyaknya yang belum sadar. Jadi jangan lagi bilang covid itu tidak ada” ujar zulkifli melihat keadaan pandemi selama ini. Perwali mengenai tindak disiplin ini diminggu pertama hanya menerapkan teguran lisan oleh petugas kepad pelanggar. Namun di minggu kedua akan mulai diberlakukan denda tersebut.

“yang masyarakat minta adalah aksi dari penindakan kedisiplinan tersebut. Banyak warga yang sudah peduli ternyata lebih banyak yang tidak disiplin atas protokol itu sendiri. Sehingga menyebabkan lebih banyak yang positif” ucap rere yang mewakili keluh kesah masyarakat tentang pandemi yang tak kunjung usai ini.

Covid-19 bukan mainan jangan masa bodoh yang berlebihan, jika mengharap pemerintah hanya akan menjadi harapan. Mari kita bergerak bersama untuk mencegah penyebaran, pemerintaha butuh kesadaran bukan ketidakpedulian.

Editor : OnixRadio

DPRD Minta Pemerintah Sosialisasikan Terlebih Dahulu Mengenai Pemberlakuan Sanksi Wajib Masker

DPRD Minta Pemerintah Sosialisasikan Terlebih Dahulu Mengenai Pemberlakuan Sanksi Wajib Masker

ONIXNEWS – Baru baru ini telah tersebar edaran mengenai adanya sanksi untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker. Peraturan tersebut di keluarkan dan akan mulai dijalankan pada tanggal 31 Agustus 2020 nanti. Dibuatnya hal tersebut agar masyarakat lebih tertib dalam menjalankan protokol kesehatan yang sudah di tentukan.

Dengan adanya sanksi tersebut yang telah di atur dalam peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan dan Samarinda, maka anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa meminta agar pemerintah kabupaten dan Kota di Provinsi Kaltim melakukan sosialisasi marathon terkait adanya aturan wajib masker tersebut.

“Ini dimaksud agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Pemerintah harus hadir dan memberikan edukasi serta sosialisasi mengenai pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemi saat ini,” ujarnya Yusuf.

Terlebih kata dia, dalam Perwali tentang pedoman pelaksanaan dan penegakan hukum protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, terdapat sanksi denda bagi masyarakat yang melanggar. Untuk itu, sebelum aturan itu diberlakukan, sosialisasi harus merata hingga daerah pedalaman.

Saat Pandemi Covid-19 seperti ini , sebagian besar kondisi ekonomi masyarakat terpuruk. Tentunya denda atau sanksi bagi yang tidak menggunakan masker hingga ratusan ribu rupiah cukup memberatkan.

“Jadi, harus ada edukasi kepada warga terkait tujuan dari pemberian sanksi penegakan hukum protokol kesehatan ini. Semua harus tahu itu, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan yang membuat resah, dan masyarakat juga tidak merasa terbebani dengan sanksi tersebut,” jelas Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim ini.

Selain mendorong sosialisasi yang intens, masyarakat juga diminta untuk peka dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Agar pandemic ini tidak berkelanjutan dan covid-19 tidak menyebar lebih luas.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio