Appreciation Day Sebagai Puncak Kegiatan Festival Celengan Rupiah Yang Di Gelar Bank Indonesia

Appreciation Day Sebagai Puncak Kegiatan Festival Celengan Rupiah Yang Di Gelar Bank Indonesia

ONIXNEWS - Bank Indonesia menggelar Appreciation Day Festival Celengan Rupiah “Cerita Literasi Uang” secara virtual yang diikuti oleh lebih dari 800 Peserta yang merupakan pelajar dan guru sekolah setinggkat SMP/MTS/Setara dan SMA/SMK/MA atau setara se-Kota Balikpapan, Kab. Penajam Paser Utara dan Kab. Paser serta masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2020, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto.

Appreciation Day merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Festival Celengan Rupiah yang telah berlangsung selama satu bulan sejak 17 September 2020. Festival Celengan Rupiah berisi berbagai kegiatan kompetisi, webinar edukasi dan kelas online bertema Rupiah, Kebanksentralan maupun Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Kompetisi pada Festival Celengan Rupiah diikuti oleh total 466 peserta dari 65 sekolah se Balikpapan, Paser dan Penajam Paser Utara. Lomba-lomba yang diadakan adalah lomba mading 2D Rupiah dan Lomba Video Tiktok Edukasi Cinta Rupiah untuk level smp/sederajat. Sedangkan untuk level sma/sederajat terdapat lomba Mading 3D Rupiah, lomba Jingle Rupiah, dan lomba Artikel tentang uang Rupiah.

Sebagai puncak acara, Appreciation Day Festival Celengan Rupiah dikemas secara edukatif. Dalam acara tersebut, digelar talkshow bertema “Pembayaran Digital untuk Generasi Milenial” yang dipandu oleh Nirina Zubir dengan menghadirkan Natasha Ardiani, Vice President Lending OVO serta Cinta Laura Kiehl, aktris dan aktivitis sosial sekaligus tokoh generasi muda sebagai narasumber.

Pada talkshow tersebut, Natasha Ardiani memaparkan perkembangan terkini dan besarnya potensi pembayaran digital di Indonesia. Natasha menyebutkan terdapat 171 juta orang atau 65% dari total populasi di Indonesia telah terhubung dengan internet sejak 2018 di Indonesia. OVO sebagai salah satu pemain digital payment turut hadir di Balikpapan sejak November 2017 dan telah memiliki lebih dari 3.000 merchant. Sementara itu, Cinta Laura Kiehl menyebutkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi secara digital. Tak hanya berbagi pengalaman dalam pembayaran digital, Cinta juga memberikan tips and trick kepada generasi millenial untuk tetap produktif selama pandemi.

Selain talkshow edukatif, Bank Indonesia juga menyelenggarakan berbagai kuis interaktif seperti lomba Pantun Rupiah, lomba tagline Rupiah, dan lomba cepat tepat yang berhadiah bagi seluruh peserta yang berpartisipasi. Tak ketinggalan, penampilan Rendy Pandugo secara live streaming pada penghujung acara.

Dalam appreciation day, turut diumumkan pemenang lomba-lomba Festival Celengan Rupiah, sebagai berikut :

  1. Lomba Mading 2 Dimensi

Juara I : SMPN 3 Balikpapan Juara II : SMPN 5 Balikpapan Juara III : SMPN 1 Balikpapan Juara IV : SMP Patra Dharma Juara V : SMPN 4 Balikpapan Juara Favorit : SMPN 5 Balikpapan

  1. Lomba Tiktok Video Edukasi

Juara I : Agnes Marchela Franseva dari SMP Nasional KPS Balikpapan Juara II : Mellysa Angelica Helena dari SMPN 1 Balikpapan Juara III : Ahmad dari SMPN 4 Balikpapan Juara Favorit : Agnes Marchela Franseva dari SMP Nasional KPS Balikpapan

  1. Lomba Artikel Cinta Rupiah

Juara I : Setya Kholipah dari SMKN 2 Balikpapan Juara II : Anggie Hernita Azzura dari SMAN 1 Balikpapan Juara III : Yohana Davita Anggraini dari SMAN 3 Balikpapan Juara IV : Santi Nurhidayah dari SMA Tri Sukses Generus Juara V : Ayu Anjani dari SMK Nusantara

  1. Lomba Mading 3 Dimensi

Juara I : SMAN 8 Balikpapan Juara II : SMAN 5 Balikpapan Juara III : SMAN 4 Balikpapan Juara IV : SMAN 3 Balikpapan Juara V : SMAN 1 Balikpapan Juara Favorit : SMAN 4 Balikpapan

  1. Lomba Jingle Rupiah

Juara I : SMAN 9 Balikpapan Juara II : Kristen Harapan Bangsa Balikpapan Juara III : SMAN 1 Balikpapan Juara Favorit : SMAN 1 Balikpapan

Bank Indoensia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelajar beserta guru yang telah berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Festival Celengan Rupiah serta Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yang turut mendukung program.

Selanjutnya, Bank Indonesia akan terus mengkampanyekan gerakan cinta Rupiah, mendorong peningkatan literasi keuangan dan berupaya meningkatkan penggunaan pembayaran digital untuk mendukung gerakan nasional non tunai di daerah melalui berbagai program inovatif yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah atau instansi/lembaga lain.

Sumber : Bank Indonesia Editor : Onixradio

Bank Indonesia Bekerjasama Dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Perbankan Luncurkan E-Retribusi Pasar

Bank Indonesia Bekerjasama Dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan Perbankan Luncurkan E-Retribusi Pasar

ONIXNEWS - Sabtu (03/10/2020) kemarin, adalah moment peluncuran E- Retribusi yang merupakan bagian dari Program Pengelolaan Pasar Beriman (Laris pasar) yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan Perbankan di Balikpapan, acara tersebut berlangsung di Aula Pemerintah Kota Balikpapan.

Hal ini di maksudkan untuk memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah melalui Elektronifikasi Retribusi (E-Retribusi). Selain E-Retribusi Pasar, dalam Program Laris Beriman juga terdapat Web Pasar sebagai langkah inisiatif untuk pengembangan ekonomi dan keuangan digital daerah.

E-Retribusi Pasar adalah inovasi berupa kanal pembayaran non tunai untuk retribusi di lingkungan pasar Kota Balikpapan. E-Retribusi Pasar saat ini melibatkan BPD Kaltim Kaltara sebagai bank yang ditunjuk sebagai channel pembayaran untuk retribusi pada 6 (Enam) pasar di Balikpapan yaitu Pasar Klandasan, Pasar Sepinggan, Pasar Pandansari, Pasar Kampung Baru, Pasar Kebun Sayur dan Pasar Damai BP.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bimo Epyanto, menyampaikan perlunya program inovasi dan perluasan elektronifikasi selama masa Pandemi COVID-19 ini. Elektronifikasi transaksi keuangan merupakan upaya untuk mengubah cara bertransaksi di masyarakat menjadi lebih aman dan efisien. Oleh karena itu, Implementasi elektronifikasi transaksi keuangan di lingkungan Pemerintah Daerah sangat diperlukan, terutama pada bagian pendapatan yang saat ini diwujudkan melalui program E-Retribusi Pasar. Perluasan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah pada bagian pendapatan akan dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran sehingga membantu dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan selama masa Pandemi COVID-19.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan juga mengapresiasi peluncuran Web Pasar yang melibatkan Bank Rakyat Indonesia. Kehadiran Web Pasar diharapkan dapat menambah kemudahan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok secara daring khususnya di tengah Pandemi COVID-19, sekaligus meningkatkan penggunaan alat pembayaran non tunai.

inisiatif E-Retribusi Pasar dan Web Pasar merupakan upaya dalam membentuk less cash society di Balikpapan sesuai dengan cita-cita Gerakan Nasional Non Tunai yang diharapkan dapat memperluas akses keuangan secara aman, memperkuat kesehatan fiskal daerah dan meningkatkan efisiensi ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan Untuk kedepannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan akan terus bekerjasama dengan seluruh pihak terkait dalam mengembangkan program-program yang mendukung elektronifikasi transaksi keuangan di Kota Balikpapan sesuai prinsip aman, efisien, dan terjangkau serta sejalan dengan program Pemerintah Kota Balikpapan untuk mewujudkan Balikpapan sebagai “Smart City”.

Sumber : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan

Editor : Onixradio

Deflasi Di Kota Balikpapan Dampak Dari Penurunan Harga Bahan Makanan, Sandang dan Tarif Angkutan Udara

Deflasi Di Kota Balikpapan Dampak Dari Penurunan Harga Bahan Makanan, Sandang dan Tarif Angkutan Udara

ONIXNEWS – Pada bulan September 2020 Kota Balikpapan mencatatkan deflasi sebesar -0,46% (mtm), mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar -0,21% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,13% (yoy). Inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut masih berada di bawah target inflasi tahun 2020 yang sebesar 3,0%±1.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi pada bulan laporan disebabkan oleh penurunan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan sumbangan sebesar -0,23% (mtm) yang berasal dari berlanjutnya penurunan harga daging ayam ras, bawang merah dan cabai rawit seiring dengan pasokan yang cenderung stabil di tengah konsumsi yang masih tertekan selama Pandemi Covid-19.

Kelompok pakaian dan alas kaki juga menjadi penyumbang deflasi bulan berjalan seiring dengan rendahnya permintaan terhadap beragam jenis sandang seperti celana panjang pria, baju anak setelan dan baju kaos kerah. Selain itu, kelompok transportasi juga masih menyumbang deflasi -0,11% (mtm) yang berasal dari penurunan tarif angkutan udara pada periode low season di tengah permintaan yang turut tertekan selama Pandemi COVID-19.

Sementara itu, laju deflasi sedikit tertahan oleh peningkatan harga dari kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (andil 0,02%/mtm) yang bersumber dari peningkatan biaya pulsa ponsel.

Beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah: i) kebijakan Pemerintah untuk melakukan pengurangan DOC yang akan mempengaruhi produksi daging ayam ras, ii) potensi musim hujan yang dapat mempengaruhi produksi sayuran, dan iii) tren kenaikan permintaan emas pada masa Pandemi COVID-19.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di tengah Pandemi COVID-19, serta memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil sesuai sasaran target inflasi.

Sumber : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan

Editor : Onixradio

UMKM Care Centre Balikpapan Resmi Di Buka Oleh Pemkot Balikpapan, Bank Indonesia Balikpapan dan OJK Provinsi Kaltim

UMKM Care Centre Balikpapan Resmi Di Buka Oleh Pemkot Balikpapan, Bank Indonesia Balikpapan dan OJK Provinsi Kaltim

ONIXNEWS – Pemkot Balikpapan bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dan OJK Provinsi Kalimantan timur telah melakukan Launching UMKM Care Center Balikpapan (UCCB) pada hari selasa (1/9/20) di kantor Walikota Balikpapan. Kegiatan yang di hadiri oleh seluruh anggota UCCB yang melibatkan perbankan, lembaga keuangan non bank dan perguruan tinggi, serta disaksikan secara daring oleh ratusan pelaku UMKM, media, maupun masyarakat secara umum.

Pemukulan gong oleh Walikota Balikpapan dan penyerahan plakat dari Sekretaris Daerah sebagai Ketua UMKM Care Centre Balikpapan kepada Walikota Balikpapan merupakan Seremoni launching UCCB yang menandakan secara resmi dimulainya kegiatan UMKM Care Centre Balikpapan.

Hadirnya UCCB ini merupakan sarana untuk memfasilitasi UMKM dengan lembaga keuangan terutama yang terdampak COVID-19 dalam hal kendala permodalan sekaligus menjadi partner dan advisor UMKM dalam menjaga daya tahan dan mendorong daya saing (competitiveness) usaha.

UCCB terbagi menjadi 4 bidang yaitu Bidang Keuangan dan Perbankan, Bidang Promosi dan Akses Pemasaran UMKM, Bidang Penguatan Kelembagaan & SDM, dan Bidang Pengembangan Usaha dan Pembinaan sesuai dengan Surat Keputusan Walikota No. 188.45-170/2020 tentang Pembentukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Care Center Balikpapan.

Dalam rangkaian launching UCCB, juga digelar Webinar bertema “Mengawal UMKM Eksis Di Era New Normal”. Kegiatan webinar menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu Kepala OJK Kalimantan Timur, Made Yoga Sudharma yang membawakan materi akses modal dan upaya restrukturisasi pembiayaan UMKM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto membawakan materi mengenai Perekonomian daerah dan upaya BI dalam mendorong sektor riil, dan Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM RI, Agus Santoso yang membawakan materi mengenai Strategi Pemerintah Menjaga Kinerja UMKM di Era New Normal.

Kegiatan webinar diikuti oleh 350 orang dari pelaku UMKM, lembaga keuangan, akademisi, asosiasi dan organisasi/lembaga pemerintah dan swasta baik di dalam dan luar Balikpapan.

OJK Kalimantan Timur menyampaikan bahwa jumlah UMKM di Kalimantan Timur yang berpotensi terdampak COVID-19 mencapai 100.834 debitur. Realisasi restrukturisasi kredit yang telah dilakukan sebanyak 38.733 rekening UMKM dengan nilai outstanding Rp2,47 triliun. Sementara, dalam paparan Bank Indonesia disampaikan upaya-upaya konkrit yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendorong kinerja UMKM di tengah pandemi, di antaranmya adalah program UMKM Bangkit yang terdiri atas program UMKM Digital Academy, UMKM Connect / Balikpapan Pop Line, dan yang terkahir UMKM Care Center Balikpapan.

Bank Indonesia juga terus berupaya melakukan pengembangan UMKM melalui penguatan kelembagaan (korporatisasi), penguatan SDM dan Usaha (perluasan kapasitas) serta penguatan akses pembiayaan sehingga UMKM dapat menjadi UMKM 4.0 sebagai kekuatan baru ekonomi nasional. Sedangkan, Kementerian Koperasi dan UMKM menekankan dukungan terhadap UMKM di era new normal melalui perluasan akses pasar dengan aktivasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan memperbaiki bisnis proses terutama dari sisi kolaborasi dan kolaborasi, membangun budaya local heroes, peningkatan kapasitas SDM serta perluasan segmentasi.

Kementerian Koperasi dan UMKM juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Balikpapan bersama Bank Indonesia dalam membentuk UCCB yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan UMKM di era new normal.

UCCB diharapkan dapat menjaga kinerja UMKM di tengah pandemi COVID-19 dan menggerakkan perekonomian Balikpapan melalui berbagai program pendampingan untuk peningkatan kapasitas UMKM, perluasan pasar dan penguatan akses permodalan.

UMKM yang memerlukan program pendampingan dari UCCB dapat menghubungi melalui kanal Email: umkmcarecenter@balikpapan.go.id atau umkmcarecenterbpn@gmail.com atau akun Instagram: @umkmcenterbpn dan Facebook: @umkmccbpn untuk keterangan lebih lanjut.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio

BI Keluarkan Uang Spesial Nominal Rp 75.000 Untuk Merayakan HUT RI Ke 75 Tahun

BI Keluarkan Uang Spesial Nominal Rp 75.000 Untuk Merayakan HUT RI Ke 75 Tahun

ONIXNEWS – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 75, Bank Indonesia memngeluarkan uang pecahan kertas baru dengan nominal Rp 75.000.

Seluruh warga bisa memiliki uang pecahan baru edisi special tersebut. Dan Bank Indonesia menetapkan satu orang hanya boleh mendapatkan selembar uang kertas Rp 75.000 tersebut. Hal itu dikarenakan uang tersebut hanya untuk koleksi semata. Namun uang pecahan tersebut juga bisa digunakan untuk transaksi.

Tahun 2020 ini Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke 75. Walaupun dalam keadaan pandemic seperti saat ini tak membuat Bank Indonesia kehilangan momen special yang berlangsung setiap tanggala 17 Agustus ini.

Uang special ini memiliki dua sisi gambar yang berbeda satu sama lain, gambar kedua terdapat tokoh bapak pendiri bangsa Soekarno dan Mohammad Hatta terpampang jelas. Sedangkan sisi sebelahnya menggambar beberapa suku bangsa yang bernaung di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mendapatkan uang ini, masyarakat wajib mendaftar dulu ke pintar.bi.go.id. Dan nantinya masyarakat dapat menukarkan uang tersebut sesuai dengan nominal yang tertera.

“satu lembar uang kertas tersebut dapat ditukar dengan satu orang saja, yang punya KTP bisa menukarkan uang tersebut” ujar Tutuk Cahyono selaku Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Timur.

Hal tersebut dikarenakan jumlah uang yang beredar cukup terbatas. Sehingga uang ini ditujukan khusus untuk para kolektor uang saja

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Bank Indonesia Balikpapan Adakan Pelatihan Hilirisasi Produk

Bank Indonesia Balikpapan Adakan Pelatihan Hilirisasi Produk

ONIXNEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KPwBI Balikpapan) menggelar pelatihan hilirisasi produk sebagai rangkaian kegiatan Gerakan Wanita Matilda (GWM) di Kota Balikpapan, hal tersebut diselenggarakan dalam rangka peningkatan nilai tambah dan divesifikasi produk kepada para wanita matilda do Kota Balikpapan selama 3 hari mulai 27 s.d 29 Juli 2020.

NM Mirnayanti J selaku Manager Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBi Balikpapan membuka kegiatan ini yang diikuti oleh 51 orang perwakilan dari 18 kelurahan se Kota Balikpapan pada 27 Juli 2020 di Kantor Kecamatan Balikpapan Timur.

Dengan diadakannya Pelatihan Hilirisasi Produk ini bertujuan untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk hasil kebun GWM sehingga nilai jual lebih tinggi dan diharapkan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, juga diharapkan mampu mendorong diversifikasi pangan dari hasil kebun seperti cabai segar atau tomat segar menjadi produk yang lebih tahan lama.

Pelatihan ini dilaksanakan di tiga lokasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah di tentukan. Lokasi pertama pelatihan pada tanggal 27 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kecamatan Balikpapan Timur yang diikuti oleh 16 orang Perwakilan GWM Sepinggan, GWM Lamaru, GWM Sepinggan Baru, GWM Manggar, GWM Damai Baru dan GWM Teritip. Selanjutnya di selenggarakan dilokasi kedua pada tanggal 28 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kelurahan Sumber Rejo yang diikuti oleh 15 orang Perwakilan dari GWM Karang Rejo, GWM Sumber Rejo, GWM Karang Joang, GWM Baru Ulu dan GWM Gunung Samarinda. Serta yang terakhir dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kecamatan Balikpapan Kota yang diikuti oleh 20 orang Perwakilan GWM Prapatan, GWM Damai Bahagia, GWM Mekar Sari, GWM Telaga Sari, GWM Klandasan Ilir, GWM Baru Tengah dan GWM Margo Mulyo.

Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta dilatih bagaimana cara mengolah hasil urban farming kebun GWM seperti tomat, cabai dan terong menjadi makanan olahan. Riswahyuni selaku narasumber kegiatan pelatihan ini sekaligus owner Cake Salakilo Balikpapan dan Rr Titin Rusnawati yang merupakan owner Sambal Nyoss Glagah Yogyakarta yang dilakukan secara virtual.

Dalam kegiatan ini para wanita matilda diajarkan cara membuat sambal klotok ikan asin dan sambal bajak terong serta selai tomat oleh Ibu Riswahyuni. Sedangkan dari Sambel Nyoss Glagah, para wanita Matilda diajarkan cara membuat cabai kering dan abon cabai yang bisa bertahan hingga 1 tahun.

Bank Indonesia mengharapkan, adanya pelatihan ini dapat mendorong para wanita Matilda untuk senantiasa terampil dalam berinovasi dan memanfaatkan secara optimal hasil kebun GWM sehingga semakin meningkatkan nilai tambah produk terutama di tengah pandemic COVID-19. Para Wanita Matilda juga diharapkan untuk memberikan edukasi hilirisasi produk kepada masyarakat di kelurahan masing-masing secara lebih luas.

Selanjutnya, Bank Indonesia berharap adanya berbagai pelatihan dalam Gerakan Wanita Matilda dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap sayuran dan holtikultura secara mandiri yang berdampak positif terhadap pengendalian inflasi serta mendorong entrepreneurship bagi perempuan sehingga dapat memperoleh alternatif pendapatan bagi keluarga terutama di tengah pandemi Covid-19 sekaligus mendukung pemberdayaan wanita di Kota Balikpapan untuk menjadi wanita yang mandiri, terampil dan berdaya.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio