Dana Hibah Untuk Pelaksanaan Pilkada Sebesar Rp 53 Miliar

Dana Hibah Untuk Pelaksanaan Pilkada Sebesar Rp 53 Miliar

ONIXNEWS – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Balikpapan membeberkan besaran anggaran honor adhoc di PILKADA 2020. Anggaran honor adhoc yang adanya rupanya mencapai 13-14 Miliar. Dana ini diambil dari dana hibah Pemerintah Kota Balikpapan.

Dana tersebut diperuntukkan untuk gelaran pelaksanaan pilkada, yang besaran total nya 53 miliar. Sekretaris KPU Balikpapan, Syabrani mengatakan bahwa anggaran ini diperuntukkan untuk honor para petugas PPK, PPS, PPDP dan KPPS.

“Kalau KPPS saja Rp 10 Miliar hamper 11 Miliar” ungkap Syabrani.

Honor KPPS ini diberikan berdasarkan hitungan satu bulan kerja. Kisarannya mulai Rp 650 ribu hingga Rp 900 ribu. Pemberian honor tersebut diberikan berdasarkan jabatannya, mulai dari anggota, sekretaris hingga ketua.

Sementara itu untuk honor PPK menghabiskan dana sekitar Rp 700 juta, PPS Rp 1,7 Miliar. Dan untuk secretariat yang jumlahnya mencapai 252 orang.

“besaran honor petugas PPK dan PPS mulai Rp 1 Juta hingga Rp 2,2 juta” ujarnya.

Sementara jumlah PPDP diketahui sebanyak 1.500 orang, sedangkan KPPS sebanyak 13.500 orang termasuk linmas. “Jadi jumlah anggaran honor KPPS yang mencapai Rp 10 miliar juga termasuk honor petugas linmas," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, honor bagi PPK dan PPS diberikan per bulan, sementara PPDB dan KPPS diberikan dengan hitungan satu bulan kerja atau satu kali.

Sebelumnya, ia membeberkan serapan anggaran Pilkada 2020 telah mencapai 65 persen dari Rp 53 miliar atau sekira Rp 25 miliar.

Untuk anggaran covid-19, baru-baru ini KPU Balikpapan juga menerima anggaran dari APBN sebesar Rp 12 miliar. “Sebelumnya ada Rp 1,7 miliar, clear. Ini untuk kegiatan hingga Juli. Untuk pelantikan, PPS sampai PPDP," ucapnya.

Sementara terkait dengan serapan anggaran terbesar yang dikeluarkan oleh KPU adalah biaya sosialisasi. Bahkan, menurutnya, anggaran untuk pencalonan justru tak terlalu besar.

“Kita akan fokus kepada logistik. Artinya seperti pemasangan baliho, sosialisasi keliling," imbuhnya. Anggaran tersebut, lanjutnya, juga dihabiskan untuk tes kesehatan pasangan calon seperti yang dilaksanakan di pencalonan beberapa waktu lalu.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Plus Minus Obat Remdesivir Untuk Pasien Covid-19

Plus Minus Obat Remdesivir Untuk Pasien Covid-19

ONIXNEWS – Setelah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investigasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan keinginan memproduksi obat Remdesivirdi dalam negeri melalui Bio Farma, dimana obat tersebut digunakan untuk penanganan pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

Mengenai hal tersebut, Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman, mengungkapkan “plus minus” dari penggunaan obat Remdesivir dalam penanganan pasien yang terpapar Covid-19 ini.

Dalam hal ini, Dicky mengatakan bahwa obat Remdevisir ini pada umumnya digunakan pada penanganan pasien wabah Ebola. Namun, obat tersebut juga cukup efektif diberikan pada pasien Corona dengan kondisi kritis. “Efektif, tapi untuk pasien kritis” kata Dicky melalui sambungan telepon, Minggu (27/9).

Dicky menyebut pasien positif Covid-19 dalam kondisi kritis bisa membaik dengan persentase 68 persen setelah diberi obat tersebut.

"Kritisnya itu ya bagaimana orang yang sudah pakai alat bantu pernapasan seperti itu. Nah, dengan obat itu jadi jumlah dari virus yang menyerang turun. Misalnya napas terganggu jadi turun," kata Dicky.

"Tapi tetap yang harus diingat masyarakat, ini hanya untuk kasus tertentu. Bukannya tenang ada ini (Remdesivir)," ujarnya menambahkan.

Meskipun demikian, Dicky menyebut bahwa obat tersebut tidak praktis dalam penggunaannya. Pasien yang memakai obat ini harus menggunakan nya dengan metode infus.

Lalu dari segi harga pun, bisa dibilang jauh dari kata murah. Karena diluar negeri pun obat ini dijual dengan kisaran harga US$ 2.340 atau sekitar Rp 34,9 juta menggunakan Kurs Rp 14.938.

"Itu biasanya untuk penggunaan lima hari per pasien, bukan harga murah," katanya.

Jika obat itu diproduksi di Indonesia, Dicky mengatakan semua tergantung bagaimana kerja sama Indonesia dengan pemilik hak paten Remdesivir, Gilead. Termasuk juga mengenai ketersediaan bahan baku di Indonesia.

"Jadi isunya dua hak patennya seperti apa negosiasinya, dan bahan baku. Indonesia kan untuk parasetamol saja bahan bakunya masih impor," ujar Dicky.

Sementara itu Epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengatakan obat ini memang menjadi rujukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) lantaran efektif mencegah replika virus.

"Kalau Bio Farma bisa dapat izin dari perusahaan Gilead pemilik paten remdisivir untuk produksi sendiri atau kerjasama, hebat. WHO anggap Remdesivir (obat Ebola) sebagai obat paling efektif untuk cegah replikasi virus Covid-19," kata Syahrizal.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta PT Bio Farma(Persero) mempercepat produksi obat Remdesivir. Obat Remdesivir disebut bisa mengobati pasien positif Covid-19.

"Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Minggu (27/9).

Permintaan tersebut disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi (rakor) penyediaan obat covid-19, pada Sabtu (26/9). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, dan Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Menteri Kesehatan Terawan mengatakan bahwa dia akan mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri. Dalam hal ini, Kemenkes akan bekerja sama dengan BUMN farmasi dan BPOM.

"Kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien covid-19) seperti apa yang Pak Luhut sampaikan," ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

Editor : Onixradio

Akar Kangkung Bisa Menyembuhkan Penyakit Ini

Akar Kangkung Bisa Menyembuhkan Penyakit Ini

ONIXNEWS – Apa kalian pernah merasakan sakit gigi ? mungkin beberapa orang sering merasakannya. Akibat dari sakit gigi ini orang menjadi sulit untuk makan, berbicara, dan kepala pun menjadi pusing. Hal ini di akibatkan karena efek nyeri yang ditimbulkan sangat menyakitkan.

Sakit gigi timbul karena beberapa faktor, mulai dari makanan manis, kurang menjaga kesehatan gigi sehingga menyebabkan bakteri yang menumpuk. Biasanya orang yang mengalami sakit gigi ini akan mengkonsumsi berbagai macam obat mulai dari obat tradisional hingga obat apotek agar nyeri yang dirasakan cepat hilang.

Tapi apakah kalian tau kalau ada acara alami untuk menyembuhkan sakit gigi dengan bahan yang biasa ada disekitar kita. Contohnya menggunakan akar sayuran kangkung, akar kangkung ini sering kali dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja. Namun siapa sangka bahwa bahan ini dapat menyembuhkan sakit gigi.

Akar kangkung ini bisa mengurangi rasa nyeri akibat sakit gigi yang menyakitkan itu loh.

Nah gimana sih cara mengolahnya ? ini nih langkah langkah pengolahannya.

  1. Sediakan 1 genggam akar kangkung
  2. Satu sendok teh cuka
  3. Rebuslah akar kangkung yang sudah disiram cuka dengan segelas air
  4. Jika sudah mendidih maka matikan kompor dan saring air rebusan tersebut
  5. Biarkan dingin terlebih dahulu
  6. Lalu gunakanlah air rebusan kangkung tersebut untuk berkumur.

Sumber : Nakita.id Editor : Onixradio

Wagub Kaltim Imbau Perusahaan Besar Untuk Turut Membantu Masyarakat Tidak Mampu

Wagub Kaltim Imbau Perusahaan Besar Untuk Turut Membantu Masyarakat Tidak Mampu

ONIXNEWS – Dimasa yang sulit seperti ini, masyarakat yang kurang mampu sangat butuh perhatian dari pemerintah. Maka dari itu PemProv Kaltim melalui Dinas Sosial Kaltim terus berupaya untuk terus bergerak membantu masyarakat yang kurang mampu di Benua Etam.

“ini yang sudah dilakukan Dinas Sosial Kaltim selama ini. Belum lama ini telah membantu masyarakat yang terkena sakit hydrocephalus. Alhamdulillah bisa terbantukan. Jadi, jangan sampai tunggu orang meninggal atau kesusahan dulu baru dibantu” ujar Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi ketika penyerahan bantuan sembako Pemprov Kaltim kepada sejumlah lembaga sosial di Samarinda.

Dalam kegiatan tersesebut juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Eselon III lingkup Dinsos Kaltim di aula Dinas Sosial Kaltim, kamis (24/9/2020).

Hadi mengingatkan, jika membantu siapa saja yang kesusahan bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi semua pihak.

“jadi, kami minta apa yang dilakukan ini bisa menjadi penggerak pihak lain. Misalnya perusahaan besar yang ada di Kaltim untuk membantu masyarakat yang kesusahan dan tidak mampu. Apalagi dalam kondisi pandemic covid-19” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kaltim HM Agus Hari Kesuma mengatakan, bantuan ini diberikan kepada empat lembaga sosial, yakni I-Care Samarinda, Panti Asuhan Ruhamma, Rumah Singgah Nur Fisabillah, dan Yayasan Zakat Kita Bersama, masing masing lembaga menerima bantuan sebanyak 25 paket.

“semoga ini bermanfaat, bantuan ini sebagai wujud Berani untuk Kaltim Berdaulat” jelasnya.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Belajar Daring "Fasilitas atau Solusi ?"

Belajar Daring "Fasilitas atau Solusi ?"

ONIXNEWS – Belajar online atau biasa kita sebut dengan belajar daring, yang dilaksanakan selama pandemi covid-19 oleh para pelajar hingga mahasiswa saat ini.

Kemarin (23/9/2020) seperti biasa SERSAN NGOPI hadir untuk membahas hal hal yang perlu dibahas sehingga jelas tanpa harus tersebar hoax. Rega Dinata yang di temani narasumber dari Dinas Pendidikan yaitu Muhaimin Mpi selaku Kepala Disdikbud Kota Balikpapan. Kali ini pembahasan yang akan di tuangkan dalam program SERSAN NGOPI adalah “Belajar Daring, Fasilitas atau Solusi”.

Selama pandemi ini, sudah banyak bantuan yang diberikan oleh pemerintah bahkan oleh perusahaan besar, berupa gadget/ laptop yang diberikan untuk beberapa sekolah yang memang benar benar membutuhkan. Namun, yang menjadi persoalan selama ini adalah kuota internet yang digunakan para pelajar dan mahasiswa selama mengikuti daring.

Dan untuk menyikapi hal tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan kuota internet per bulan kepada para pelajar. Selain itu, Pemerintah Daerah memberikan bantuan subsidi pembayaran uang SPP untuk SD/MI, SMP/Mts yang ada di Kota Balikpapan.

Bantuan subsidi SPP yang didapat oleh SMP/Mts sebesar Rp 100.000 sedangkan SD/MI sebesar Rp 60.000, dana tersebut diberikan per bulan untuk setiap siswa selama 6 bulan. Dana yang dianggarkan untuk bantuan ini dari pemerintah sebesar 15 Milyar, yang akan di salurkan ke 52 SMP Swasta, 12 Mts Swasta, 53 SD Swasta, 23 MI Swasta se Balikpapan. Dengan jumlah total siswa SMP/Mts sebanyak 12.874 siswa dan untuk SD/MI sebanyak 19.260 siswa.

Pemberian dana subsidi ini tidak langsung diberikan kepada para siswa, namun melalui sekolah yang kemudian akan di konversikan, jika SPP tersebut melebihi dana subsidi maka orang tua hanya perlu membayarkan kekurangannya.

Setelah melewati berbulan bulan belajar online, siswa pun saat ini memasuki ujian tengah semester. Dan sudah jelas akan dilakukan dari rumah secara online. Disini peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak anak nya, namun kendala yang ditemui adalah ada beberapa orang tua yang bekerja, sehingga sangat minim waktu untuk mendampingi anaknya selama ujian ini berlangsung.

“ini kita buat fleksibel, pertama untuk waktu ujian diserahkan kepada masing masing sekolah dan tidak harus sama. Kedua untuk para orang tua perlu bersikap terbuka kepada guru nya, seperti beberapa guru melaksanakan PTS itu pada malam hari karena orang tua saat pagi hari bekerja. Dan hal ini sudah dilaksanakan sejak system ajaran baru dimulai. Orang tua di suruh mengisi kuisioner kapan dan jam berapa mereka ada dirumah untuk mendampingi anak anaknya belajar daring itu tadi” ujar Muhaimin.

Perlunya komunikasi antara orang tua dan guru itu sangat penting dimasa pemebelajaran seperti ini, manfaatkan grub grub antara guru kelas dan orangtua agar dapat solusi untuk semua masalah yang ada.

Dari belajar daring ini adalah fasilitas yang diberikan serta solusi yang ditawarkan sangat membantu para orang tua yang kesulitan menemani anaknya untuk belajar daring itu sendiri. Nilai yang didapat bukan merupakan tolak ukur namun keseharian siswa siswi itu sendiri yang akan mendapatkan perhatian.

Editor : Onixradio

Oknum Polisi Ini Tega Setubuhi Bocah 15 Tahun Karena Tergoda

Oknum Polisi Ini Tega Setubuhi Bocah 15 Tahun Karena Tergoda

ONIXNEWS – Polisi yang seharusnya mempunyai peran untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, kini menjadi monster bagi bocah 15 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Hal ini bermula dari korban yang melanggar peraturan lalu lintas, dan terkena tilang dan dibawa ke pos oleh oknum Polri di Pontianak.

Mengaku tergoda dengan bocah tersebut maka ia pun menyetubuhi korban. Diketahui oknum ini berpangkat brigadier, dan ia sudah diproses secara hukum.

Kapolresta Pontianak Kalimantan Barat, Kombes Pol Komarudin membeberkan motif dibalik perbuatan asusila yang dilakukan oleh seorang anggotanya dengan memperkosa gadis 15 tahun.

"Dari keterangan yang kami dapat, bersangkutan yang mengatakan khilaf tertarik dengan korban, sehingga ada keinginan untuk melakukan penyimpangan."

"Artinya menawari korban bisa ikut dengan pelaku ke satu tempat sehingga terjadinya kejadian tersebut," bebernya dikutip dari channel YouTube KompasTV, Senin (21/9/2020).

Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota ini mengaku baru melakukan pelanggaran hukum ini baru satu kali. Dan saat ini sang oknum sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menyebut oknum berpangkat brigadir melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak pasal 76 huruf D juncto 81 ayat 2.

Penetapan tersangka ini berdasarkan bukti bukti yang telah dikantongi oleh pihak kepolisian, terutama hasil visum terhadap korban yang hasilnya telah membuktikan telah terjadi persetubuhan.

Komarudin menjelaskan kronologi kejadian yang melibatkan jajarannya itu.

Diketahui pada hari Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Waktu itu terjadi pelanggaran kasat mata oleh pengandara roda 2 dikendari oleh korban dan saksi atau rekannya."

"Sehingga dibawalah ke pos untuk dilakukan proses penilangan. Dari sana, selanjutnya terjadilah komunikasi antara pelaku dengan korban. Setelah itu pelaku dan korban pergi ke satu tempat hingga terjadi persetubuhan itu," kata Komarudin.

Komarudin juga menegaskan, oknum anggota tersebut ternyata bukan petugas lapangan atau operasional, melainkan tugas staf Polresta Pontianak.

"Oknum tersebut kami anggap telah melanggar ketentuan dispilin karena melakukan tugas di luar kewenangannya, yakni berada di lapangan," tegasnya.

Komarudin dalam kesempatan tersebut juga membeberkan hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka.

Polisi Jamin Kasus Diproses Hingga Tuntas. Komarudin menjamin tidak tebang pilih dalam memproses kasus yang ditangani oleh pihaknya, termasuk kasus pemerkosaan ini meskipun menyeret anggotanya.

"Kami pastikan jaminan kemananan kami berikan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Kami akan tindak lanjuti secara profesional dan transparan," tandasnya.

Ancaman Hukuman

Pasal 76D Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Pasal 81

(1) Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

KADIN Balikpapan Mengatakan Perlunya Evaluasi Terhadap Pemberlakuan Jam Malam

KADIN Balikpapan Mengatakan Perlunya Evaluasi Terhadap Pemberlakuan Jam Malam

ONIXNEWS – Melalui Surat Edaran Walikota Nomor 100/438/Pem tentang pemberlakuan jam malam yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan, ditujukan utnuk masyarakat.

Pemberlakuan jam malam ini lebih utama diperuntukkan untuk semua pelaku usaha, entah itu pengelola ataupun penanggung jawab fasilitas umumnya. Edaran yang berlaku sejak 7 september 2020 ini berisikan tentang pembatasan aktivitas masyarakat hingga pukul 22.00 WITA.

Dengan adanya pembatasan jam aktivitas ini, tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi para pelaku usaha. Seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama pandemi, sangat terdampak.

Turunnya omzet sudah tidak dapat dielakkan lagi, tanpa tahu kapan regulasi ini akan berakhir. Mengikuti perkembangan terkini mengenai kondisi terkini kasus yang terkonfirmasi covid-19.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Balikpapan (KADIN Balikpapan) Yaser Arafat, dengan pemberlakuan jam mala mini merupakan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai virus asal cina yang penyebarannya kian cepat.

“kami apresiasi, hanya saja bagi kami pelaku usaha perlu kepastian sampai kapan dan berapa lama ini akan diberlakukan” ujar Yaser Arafat, minggu (20/9/20).

Menurutnya perekonomian saat ini cukup memprihatinkan. Dan diambang resesi, daya beli masyarakat yang turun dengan dibarengi susahnya mengumpulkan pundi pundi rupiah. Ia paham dengan kebijakan kebijakan terbaik yang diambil pemerintah. Namun pihaknya sebagai pelaku usaha juga meminta perhatian.

Yaser yang mempertanyakan apakah di atas jam 22.00 wita potensi penularan kian besar ? padahal dari pagi hingga malam rentannya cukup panjang. Sehingga ia merasa hal ini perlu di evaluasi. Pelaku usaha kecil yang beroperasi diatas jam 22.00 wita jumlahnya tidak besar.

Pihaknya menawarkan solusi, pemerintah menempatkan petugas protokol kesehatan diseluruh fasilitas umum yang ada, tidak hanya di warung kopi. Jika aktivitas tertinggi dan penyebaran terbanyak di pasar maupun minimarket, maka disitulah yang wajib dijaga dan diterapkan protokol kesehatannya. Sementara warung kopi tinggal menertibkan pemiliknya saja, tetap diperbolehkan beroperasi.

Seluruh pengunjungnya diawasi dengan benar untuk penerapan protokol kesehatan ini. Jarak duduk dan berjaga untuk mengedukasi kepada masyarakat.

“Dengan adanya pembatasan yang membuat ekonomi terganggu, kecuali pemerintah memberi kompensasi besar untuk UMKM, tidak masalah. Kondisi sekarang yang tidak pasti, bisa makan hari ini belum tentu besok bisa” pungkasnya.

10 Cara Pencegahan Virus Corona 1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat. 2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. 3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). 4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum. 5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah). 6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum. 7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda. 8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan. 9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat. 10.Selalu pantau perkembangan penyakit covid-19 dari sumber resmi dan akurat

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Alasan Masker Ini Tidak Direkomendasikan Untuk Cegah Penularan Covid-19

Alasan Masker Ini Tidak Direkomendasikan Untuk Cegah Penularan Covid-19

ONIXNEWS – Selama pandemi ini masih ada kita masih diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak nya ragam masker yang dijual dan digunakan masyarakat saat ini, ternyata masker ini tidak direkomendasikan untuk digunakan.

Yups, dengan beredarnya berita masker scuba dan buff yang tidak direkomendasikan untuk melindungi diri dari virus, menimbulkan banyaknya pertanyaan dari kalangan masyarakat yang menggunakannya selama ini.

Pada 15 September 2020, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menanggapi larangan penggunaan masker scuba dan buff di dalam commuterline.

"Masker scuba atau buff adalah masker dengan satu lapisan saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus lebih besar," ujar Wiku, seperti diberitakan Kompas.com. Wiku menyebutkan, masker scuba biasanya mudah ditarik ke leher sehingga penggunaannya menjadi tak efektif sebagai pencegahan.

Menurut dia, masker menjadi alat penting dalam mencegah penularan virus corona sehingga masyarakat perlu memakai masker yang berkualitas seperti masker bedah atau kain katun tiga lapis.

Berdasarkan penelitian Universitas Oxford, kain katun mempunyai tingkat ketahanan dari penularan virus corona sebesar 70 persen. Meski demikian, meningkatkan ketahanan proteksi dianjurkan memasukkan tisu yang dilipat menjadi tiga bagian di dalam masker kain.

Seberapa efektif masker scuba cegah penularan virus?

Sementara itu, diberitakan Kompas.com, 14 April 2020, Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir menjelaskan dasar pengujian kinerja utama masker.

Ia memaparkan, ada tiga tahapan pengujian kinerja utama masker yakni:

  • Uji filtrasi bakteri (bactrial fitritation efficiency)
  • Uji filtrasi partikulate (particulate filtration efficiency)
  • Uji permebilitas udara dan pressure differential (breathability dari masker)

Menurut dia, masker kain dengan bahan lentur seperti scuba, saat dipakai akan terjadi perenggangan bahan sehingga kerapatan dan pori kain membesar serta membuka yang membuat permeabilitas udara menjadi tinggi.

Hal tersebut membuat peluang partikular virus untuk menembus masker semakin besar.

Buff

Melansir Healthline, 14 Sptember 2020, buff juga disebut tak memberikan perlindungan yang efektif terhadap penyebaran virus corona.

Studi dari Duke University di Carolina Utara, Amerika Serikat, para peneliti menyimpulkan bahwa buff tak efektif memblokir droplet atau tetesan pernapasan yang keluar dari mulut, di mana menjadi salah satu jalur masuk penularan virus corona Covid-19. Sehingga, saat orang berbicara dan droplet keluar dari mulut, risiko penularan penyakit tetap tinggi.

Bahkan, disebutkan bahwa orang menggunakan buff jauh lebih buruk dibandingkan orang yang tak memakai masker sama sekali. Menurut para peneliti, buff justru membuat droplet semakin berkembang biak di udara.

"Mungkin banyak orang berpikir, menggunakan masker jenis apa saja lebih baik dibandingkan tidak memakainya sama sekali. Akan tetapi, hal itu salah," jelas pemimpin studi Duke University, Martin Fischer.

"Kami mengamati bahwa jumlah droplet meningkat saat orang memakai buff. Kami yakin, bahan yang digunakan pada buff dapat memecah droplet menjadi partikel berukuran lebih kecil. Hal ini membuat pengguna buff menjadi kontraproduktif, karena tetesan yang lebih kecil lebih mudah terbawa udara dan membahayakan orang di sekitar," lanjut dia.

Penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua masker memiliki tingkat keefektifan yang sama.

Direktur Divisi Alergi dan Imunologi di Rumah Sakit Anak Nationwide di Ohio, Mitchell H Grayson mengungkapkan, penggunaan sehari-hari masker kain dengan beberapa lapisan dapat berfungsi sama baiknya dengan masker bedah.

Sumber : Nakita.id

Editor : Onixradio

Bank Indonesia Balikpapan Gelar Festival Celengan Rupiah

Bank Indonesia Balikpapan Gelar Festival Celengan Rupiah

ONIXNEWS - Dalam rangka memberikan edukasi dan sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat mengenai ciri ciri keaslian uang rupiah (CIKUR), Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan kebanksentralan, sekaligus mensosialisasikan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun RI yang diterbitkan pada tanggal 17 Agustus 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyelenggarakan program Festival Celengan (Cerita Literasi Uang) Rupiah.

Opening Day Festival Celengan Rupiah dibuka secara virtual oleh Walikota Balikpapan, H.M Rizal Effendi pada Kamis, 17 September 2020, dan dihadiri oleh lebih dari 800 peserta yang merupakan pelajar, guru, tenaga pendidik, dan masyarakat umum.

Festival Celengan (Cerita Literasi Uang) Rupiah Bank Indonesia Balikpapan merupakan festival edukasi melalui kegiatan seminar daring dan kompetisi antar pelajar untuk meningkatkan pemahaman dan awareness publik terutama kalangan pelajar tentang uang Rupiah, Kebanksentralan maupun Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Acara Festival Celengan Rupiah ini terdiri dari kegiatan webinar edukasi, kelas online tentang Bank Indonesia, serta kompetisi antar pelajar setingkat SMP/MTs/Sederajat hingga SMA/SMK/MA/Sederajat di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Dan terdapat dua kategori lomba yaitu untuk level SMA/SMK/MA/Sederajat yang terdiri atas lomba Lomba Mading 3D, Lomba Jingle Rupiah dan Lomba Penulisan Artikel. Sedangkan kategori kedua untuk level SMP/MTs/Sederajat dalam bentuk lomba Lomba Mading 2D dan Lomba Video Tik Tok Edukasi Rupiah. Kegiatan lomba tersebut akan berlangsung dari 17 September hingga 16 Oktober 2020.

Pada kegiatan opening day, terdapat webinar dengan topik “Rupiah Memperkuat Persatuan”. Narasumber pada webinar tersebut adalah Bimo Epyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, dan dr. Nadhira Afifa yang merupakan alumna Master of Public Health Harvard University sekaligus influencer yang mewakili generasi muda berprestasi. Kegiatan Webinar ini dimoderatori oleh Fitri Tropica yang secara aktif berinteraksi dengan narasumber maupun peserta. Sebagai upaya meningkatkan antusiasme peserta dalam menyerap materi yang disampaikan, pada opening day tersebut juga diselenggarakan lomba cepat tepat yang berhadiah bagi seluruh peserta dengan nilai tertinggi.

Bank Indonesia berharap melalui Festival Celengan Rupiah dapat meningkatkan pemahaman siswa/siswi maupun guru tentang uang rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkenalkan UPK 75 tahun RI, sekaligus membangun kesadaran untuk Cinta Rupiah dengan memperlakukan rupiah secara layak. Selain itu, Festival Celengan Rupiah juga diharapkan dapat mendorong produktivitas dan kreativitas siswa/siswi di tengah pembelajaran daring melalui kompetisi antar pelajar yang positif.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio

Ekonomi Dibalik Pandemi Covid-19

Ekonomi Dibalik Pandemi Covid-19

ONIXNEWS – Pandemi yang tak kunjung usai, bahkan menambah jumlah pasien positif serta ODP kini sangat meresahkan. Bahkan dampak dari peristiwa ini adalah kegiatan ekonomi yang tidak stabil untuk semua kalangan. Mengenai hal ini, SERSAN NGOPI kemarin (16/9/2020) mengambil tema tentang Ekonomi Dibalik Pandemi.

Dimana seperti biasa program ini dibawakan oleh Rega Dinata dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Murni ( Sekretaris Bappeda Litbang Kota Balikpapan) dan Mauliddin ( Pemerhati Kota).

Jika dilihat dari struktur ekonomi Balikpapan dalam 5 tahun terakhir, didukung 4 sektor utama yaitu pengolahan, konstruksi, transportasi dan perdagangan. Yang mengkaji hal tersebut adalah Bank Indonesia, dalam masa pandemic seperti ini sektor kesehatan memang banyak diserang namun akhirnya berdampak pada sektor ekonomi pada empat sektor tersebut dan sosial. Adanya hal ini banyak nya terjadi pengurangan pekerja, gangguan pada jasa dan produksi seperti PHK dan pekerja dirumahkan.

Dalam masa pandemi ini pemerintah pun berupaya membantu para masyarakat yang terkena dampak dengan bantuan dengan data sekitar 70ribu KK, selain itu kebijakan relaksasi yang di lakukan pemerintah dengan tetap mengikuti peraturan yang ada sehingga system perekonomian tetap berjalan.

Agar pemulihan ekonomi berangsur stabil maka yang harus dilakukan yaitu penertiban masyarakat akan hal nya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, agar tidak ada penambahan pasien positif atau bahkan cluster baru.

“ Jika ingin masyarakat itu mentaati peraturan, maka panutannya juga memberi contoh” ujar mauliddin.

Mendekati musim PILKADA seperti saat ini, seharusnya para pemimpin bahkan calon pemimpin tidak memperlihatkan kelonggaran. Justru seharusnya memberi contoh agar masyarakat mentaatinya.

Masa pendemi seperti ini membuat para pelaku usaha untuk lebih berinovasi dalam menjajakan dagangannya, dengan kata lain memanfaatkan era digital yang sudah semakin maju bahkan sudah banyak digunakan karena dipercaya akan lebih memajukan inovasi yang ada saat ini. Teknik pemasaran melalui digital di beberapa market place kini sudah di lakukan dan dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk menormalisasikan ekonomi mereka.

“ masyarakat yang sudah mulai sadar bahwa mereka harus punya inovasi bagaimana cara memasarkan produk masing masing. Dan dari sini bisa dilihat usaha yang mendukung protokol kesehatan akan bisa lebih bertahan ditengah pandemi seperti saat ini daripada yang tidak mematuhi protokol kesehatan” ujar murni.

Dan point yang kita dapat saat ini dalam sektor ekonomi adalah media digital atau online memang sangat di butuhkan untuk menstabilkan ekonomi dari para pelaku usaha, sehingga kita bisa memutus rantai penyebaran covid-19 secara tidak langsung.

Berdasarkan SK walikota, ada beberapa stimulus untuk sektor ekonomi ini seperti peringanan pembayaran dan penghapusan denda pajak hotel, pajak restoran, pajak THM dan pajak parkir. Selain itu peringanan pembayaran berupa penundaan pembayaran untuk pelaku usaha, hal tersebut berarti tidak adanya denda jika ada keterlambatan pembayaran yang dilakukan pelaku usaha.

Dalam mengatasi hal ini Bappeda Litbang melakukan penguatan di sektor UMKM karena 70% penghasilan di sektor perdagangan. Bappeda Litbang bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk membuka UKM center, dimana ukm yang ada bisa berkoordinasi disitu tentang kelembagaan, pendanaan dan pelatihan digitalisasi dalam proses pemasaran.

Editor : Onixradio