Edarkan Sabu, Nenek Satu Cucu Mantan Residivis di Samarinda Kembali Diciduk Aparat Polisi

Edarkan Sabu, Nenek Satu Cucu Mantan Residivis di Samarinda Kembali Diciduk Aparat Polisi

Nenek satu cucu di Kota Tepian harus berurusan dengan Kepolisian akibat mengedarkan narkotika.

Pelaku atas nama Rika Rosday (42), sehari-hari tinggal di kost Jalan Cipto Mangunkusumo, Loa Janan Ilir.

Pelaku diamankan pada Kamis (22/8) lalu di kostnya saat dirinya sedang santap makan malam, sekitar pukul 02.30 Wita.

Tanpa perlawanan, Rika Rosday langsung diamankan Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang.

Saat dilakukan penggeledahan, didapatkan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu,

sebanyak 9 poket seberat 3,68 gram, sendok penakar dan sejumlah uang tunai.

Dari pengakuan Rika Rosday, sabu tersebut merupakan milik suami sirinya yang dititipkan kepadanya untuk dijual kembali.

"Saya hanya jualkan saja. Tidak dibayar, hanya dikasih sabu untuk dipakai," ucap Rika Rosday si pelaku, Minggu (25/8/2019).

Selama menjajakan sabu, Rika Rosday menjual tiga paketan, di antaranya seharga Rp 150 Ribu, Rp 300 Ribu dan Rp 600 Ribu.

Dalam sepekan ini, sudah dua kali Rika Rosday dititipkan sabu untuk dijual kembali.

"Punya suami saya ini, dia nitip ke saya," imbuh Rika Rosday.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Teguh Wibowo menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencari suami pelaku yang telah dimasukan dalam daftar pencarian orang.

"Saat ini kita amankan pelaku, suaminya sedang tidak ada. Saat ini kami sedang cari suaminya," jelas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Teguh Wibowo.

Rika Rosday bukanlah orang baru di dunia peredaran narkotika.

Rika Rosday sudah pernah menjalani masa pidana dengan vonis pengadilan selama 5 tahun 6 bulan pada 2014 lalu.

"Pelaku ini residivis. Kali ini kembali berurusan dengan Kepolisian. Masih kita kembangkan lagi guna ungkap jaringannya," pungkas Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Teguh Wibowo.

Sumber : tribun kaltim

Tidak Ingin Bermasalah Hukum, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Sidak Proyek Bernilai Rp 400 Miliar

Tidak Ingin Bermasalah Hukum, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Sidak Proyek Bernilai Rp 400 Miliar

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi bersama rombongan dinas pekerjaan umum (DPU) kota Balikpapan melakukan sidak di beberapa titik lokasi proyek pembangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 milar.

Sidak berlangsung pada Rabu (21/8) tersebut dimulai dari Kecamatan Balikpapan Selatan, yakni di Jl. Prona RT 19 kelurahan Sepinggan, yang merupakan lokasi proyek pengecoran jalan. di sini Rizal Effendi bersama rombongannya terlihat melakukan tinjauan pembangunan proyek semenisasi jalan dan juga menyerap aspirasi masyarakat.

Selanjutnya sidak tersebut dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pembangunan proyek drainase di Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur dan pembangunan Kantor Kelurahan Sepinggan di Jl. Marsma R. Iswahyudi dan berakhir di proyek pembangunan drainase di kawasan stalkuda tepatnya di depan mall BSB.

e empat proyek tersebut merupakan bagian dari 46 paket proyek lainnya yang secara keseluruhan berskala anggaran pembangunan dari APBD kota Balikpapan yang berjumlah lebih dari Rp 400 Miliar.

Khusus pembangunan proyek drinase di kawasan Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar 700 juta dengan panjang ukuran drinase 500 meter lebih.

Walikota Rizal Effendi mengatakan, keempat proyek yang baru di sidak itu untuk memastikan proses pembangunannya berjalan sesuai aturan. lebih lanjut Rizal membeberkan, target realisasi pembangunan proyek yang di sidak itu ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019 nanti." Target rampung Desember ini," harapnya.

Rizal Effendi juga meninjau salah satu proyek yang rencananya akan usai pada akhir tahun 2019 ini yaitu pembangunan gedung Kelurahan Sepinggan Raya. Pembangunan kantor kelurahan Sepinggan Raya ini merupakan satu dari 160 paket pekerjaan yang dikerjakan pemerintah kota Balikpapan.

"Ada drainase, jalan dan lingkungan," kata Rizal Effendi. Dari data yang didapat Dinas Pekerjaan Umum kota Balikpapan gedung kelurahan Sepinggan Raya ini diprediksi akan selesai 30 Desember mendatang.

Kemudian jangka waktu pengerjaan gedung kelurahan akan dikerjakan selama 175 hari kerja. "Nilainya 14 Miliar," kata Rizal. Sumber dana yang digunakan untuk membangun gedung ini berasal dari APBD yang merupakan bagian dari anggaran tahunan pembangunan.

Ia berharap pembangunan gedung ini berjalan lancar. "Kita ingin memastikan pekerjannya bisa selesai enggak. Kita targetnya Desember selesai," tutur Rizal Effendi. (m06/jnp)

Tim Pengawasan Lebih Cerewet

WALI KOTA Balikpapan Rizal Effendi meminta, tim pengawasan pembangunan proyek agar lebih cerewet lagi dalam melakukan pengawasan, khususnya pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran dari negara.

Hal itu dilakukan Rizal Effendi untuk menghindari adanya keterlibatan hukum oleh instansinya hanya karena gara-gara persoalan pengerjaan proyek yang tidak beres.

" Saya minta tim pengawasan proyek lebih cerewet lagi ketika melakukan pengawasan pengerjaan proyek kita, Saya tidak ingin lagi ada instansi kita yang terlibat hukum kemudian diperiksa lalu dijadikan sebagai tersangka hanya karena gara-gara pengerjaan proyek yang tidak beres," katanya.

Menurut Rizal Effendi, penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan karena menyangkut kemaslahatan orang banyak.

Terlebih lagi anggaran negara tersebut bersumber dari uang rakyat." Penggunaan anggaran negara harus dipertanggung jawabkan karena itu uang rakyat," lanjutnya

Rizal juga mengakui belakangan ini ada instansi Pemkot Balikpapan yang sempat diperiksa oleh kepolisian hanya karena gara-gara terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaan anggaran negara, seperti BPDB Balikpapan misalnya sempat diperiksa kepolisian lantaran kesalahpahaman terkait pengadaan fire jip

"Ya memang sempat ada instansi kita yang diperiksa kepolisian tapi saya harap itu tidak terulang lagi makanya pengawasan harus lebih dekat lagi" ujarnya (m06)

Sumber : Tribun kaltim

Mitsubishi New TRITON Jajal Medan Off Road di Balikpapan Bersama Pereli Hiroshi Masuoka

Mitsubishi New TRITON Jajal Medan Off Road di Balikpapan Bersama Pereli Hiroshi Masuoka

enter image description here

Balikpapan, 19 Agustus 2019 – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengajak konsumen dan rekan media untuk menjajal produk double cabin terbarunya yakni Mitsubishi New TRITON di Grand City Sinar Mas, Balikpapan pada 19 Agustus 2019 melalui acara “Engineered Beyond Tough Experience”.

Event “Engineered Beyond Tough Experience” di Kota Balikpapan merupakan event kedua dari rangkaian event di tiga kota yang merupakan aktivitas lanjutan dari peluncuran New TRITON sebagai model pick-up double cabin terbaru dari Mitsubishi Motors. Pada event ini konsumen juga berkesempatan untuk merasakan ketangguhan dan kenyamanan New TRITON disaat yang bersamaan melalui area Test Ride bersama dengan Hiroshi Masuoka - Pereli legendaris juara Paris Dakar, Kazuto Koide – Pereli Internasional, dan juga Rifat Sungkar - Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia.

Model TRITON memiliki peran penting di pasar Indonesia, salah satu pasar paling penting untuk Mitsubishi Motors. Khususnya di wilayah Balikpapan yang didominasi oleh industri pertambangan dan perkebunan, dengan kontur dan medan di area tambang, kehadiran model TRITON sangat diminati masyarakat terutama pelaku industri. Dengan aktivitas Engineered Beyond Tough Experience di Balikpapan, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelanggan setia Mitsubishi Motors untuk merasakan langsung dan mengeksplor New TRITON yang mendapatkan berbagai peningkatan fitur sehingga semakin tangguh di berbagai medan,” ungkap Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI.

Aktivitas “Engineered Beyond Tough Experience” dilakukan dengan tiga jenis lintasan yang disesuaikan dengan objektif kegiatan: 1. Test ride Lintasan test ride memiliki jarak dengan panjang 2,2 Km. Pada sesi dan lintasan ini peserta dapat merasakan akselerasi berkecepatan tinggi, drifting, melompat dan cornering dengan kendali pada kemudi New TRITON oleh Hiroshi Masuoka / Kazuto Koide / Rifat Sungkar. 2.Obstacle Course Pada lintasan sepanjang 0,3 Km ini peserta memiliki kesempatan untuk merasakan berbagai fitur keamanan dan performa dari New TRITON. 3.4x4 Challenge 4x4 Challenge adalah sebagai salah satu atraksi utama sekaligus unjuk kekuatan dan ketangguhan performa New TRITON.

New TRITON telah dikembangkan untuk mewujudkan kata kunci “Engineered Beyond Tough” yang menggarisbawahi penciptaannya. Berbagai elemen membuat New TRITON lebih kompetitif secara signifikan dengan: 1.Robust design Pembaharuan sisi eksterior dengan menggabungkan konsep desain muka Dynamic Shield yang stylish. Di sisi interior, New TRITON memiliki konsol tengah yang simple dan terpadu, sekaligus memberikan kemewahan dengan penambahan soft pads. 2.Confidence-Driving Penyempurnaan system 4WD. 3.Smart Technology & Safety Features 4.Better Performance 5.Convenience & Comfort Untuk mendapatkan informasi terbaru tentang New TRITON, kunjungi website khusus dari mitsubishi motors: https://www.mitsubishi-motors.co.id/our-cars/triton

Sumber : News Release Mitsubishi Motors

PLN Beberkan Konsumsi Listrik di Kalimantan Masih Rendah Ketimbang Malaysia Capai 4 Ribu Kwh

PLN Beberkan Konsumsi Listrik di Kalimantan Masih Rendah Ketimbang Malaysia Capai 4 Ribu Kwh

Demi mendorong pelaku usaha dan industri di Kalimantan, Direktorat Bisnis Regional Kalimantan mengadakan diskusi dengan berbagai narasumber dan stekholder setempat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur pada Selasa (20/8/2019) siang.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi yang merangkap di Kalimantan, Syamsul Huda mengatakan, PLN hadir diberbagai daerah untuk melayani kebutuhan listrik diberbagai tempat.

"Karena itu kita perlu komunikasi dengan para stekholder yang ada. Jadi dengan kita berinteraksi bersama stekholder bisa berkompeten, bisa membangun sinergi," kata Syamsul Huda kepada Tribunkaltim.co di Kota Balikpapan.

Diharapkan dari hasil diskusi investasi yang ditanam PLN menghasilkan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Mulai dari Pembangkit, transmisi, Gardu Induk yang benar-benar bisa bermanfaat.

Syamsul Huda menyebutkan, jangan sampai PLN sudah berinvestasi dan tidak ada yang digunakan.

Hanya karena PLN kurang komunikasi dengan para stekholder atau yang ada diberbagai tempat.

"Dengan pertemuan seperti ini, saya berharap para stekholder di daerah, baik Pemerintah daerah dan maupun pelaku usaha di daerah-daerah tahu bahwa ketersedian listrik di Kalimantan ini sudah sangat memadai.

Sehingga kekhawatiran over suplai tidak terjadi lagi.

"Karena disambut positif dari stekholder yang ada," ungkapnya

Dia pun menuturkan, sektor industri butuh listrik, karena listrik merupakan kebutuhan satu-satunya, dan Ia ingin pembangunan atau industri tumbuh diberbagai daerah.

Karena itu tugas PLN menyediakan listrik, bersedia menyuplai listrik dengan jumlah yang memadai.

"Supaya kedepan Kalimantan pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik. Konsumsi listrik kita masih rendah," urainya.

Yakni 1.000 Kwh perorang per tahun.

"Sementara negara tetangga kita Malaysia 4.000 Kwh peroang pertahun," katanya

Upaya PLN terus mendorong industri dan pelaku usaha, serta pelanggan yang lain seperti sektor rumah tangga, bisnis bisa menggunakan listrik yang lebih banyak tapi untuk kegiatan yang produktif bukan konsumtif.

"Jangan salah, Bukan PLN mengajak boros menggunakan listrik, tapi mengajak menggunakan listirk degan kegiatan yang lebih baik. Jelas industri harus didorong. Karena membuka lowongan pekerjaan, dan PLN itu melayani industri karena jika mereka membangun pembangkit sendiri itu lebih mahal," ungkapnya.

Pascapemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah pada 4 Agustus 2019, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 27 tahun 2017 maka PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan.

Dilansir Kontan, nilai kompensasi untuk setiap pelanggan terdampak dapat di cek melalui website resmi PLN yaitu www.pln.co.id. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Masuk ke website resmi PLN, www.pln.co.id
  2. Klik menu
  3. Klik pelanggan
  4. Klik layanan online
  5. Klik Info kompensasi
  6. Masukkan IDPEL (ID Pelanggan) dan input kode disamping yang ada
  7. Akan muncul estimasi atau perkiraan nilai kompensasi yang didapat pelanggan.

Atau dapat juga melalui direct link https://layanan.pln.co.id/InfoTmp.html

"Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening bulan September 2019 atau pada bukti pembelian token pertama setelah 1 September 2019 untuk konsumen prabayar,” jelas Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah, dalam siaran pers, Senin (19/8/2019).

Kompensasi akan diberikan sebesar 35% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment, dan sebesar 20% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (Non Adjustment).

Untuk pelanggan prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan listrik pascabayar. Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

“Dalam kondisi normal, seharusnya pembayaran kompensasi dibayarkan pada Bulan Oktober. Namun untuk kali ini, kami mempercepat pembayaran kompensasi di bulan September, baik pra bayar maupun pasca bayar," ujar Dwi.

Regulasi Kompensasi

PT PLN (Persero) akhirnya memenuhi janjinya untuk memberikan kompensasi bagi warga yang terdampak pemadaman listrik yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Adapun kompensasi yang diberikan PT PLN bakal sesuai dengan deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

"PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017," tulis PLN dalam laman resminya, Minggu (18/8/2019).

Bagi Anda yang terdampak, saat ini Anda sudah bisa mengecek besaran kompensasi pada laman resmi PLN

Berikut ini cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mengecek besaran kompensasi dari PLN.

  1. Buka lama resmi PLN di www. pln.co.id

  2. Pilih menu pada pojok kiri atas laman resmi PLN tersebut

  3. Pilih menu "Pelanggan".

  4. Setelah itu, pilih "Layanan Online"

  5. Pilih "Info Kompensasi" dengan mengetuk kotak di tengah layar

  6. Kemudian, masukkan ID pelanggan seperti nama pelanggan maupun nomor meter.

  7. Ketik kode pada kotak kosong di sebelah kanan 8. Klik "search".

  8. Kompensasi yang Anda dapat akan muncul dengan berbagai informasi didalamnya.

Sebagai catatan, kompensasi akan diberikan pada bulan September 2019.

Kompensasi tersebut akan diberlakukan pada pemakaian energi listrik Bulan Agustus yang akan dibayar di Bulan September.

Untuk pelanggan pasca bayar, kompensasi akan diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan.

Sedangkan untuk pelanggan prabayar, kompensasi akan diberikan dalam bentuk tambahan token saat pembelian.

PLN mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk biaya kompensasi bagi para pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten 4 Agustus lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengungkapan, PLN menyediakan dana Rp 865 miliar sesuai dengan hitungan yang telah ditetapkan.

“Manajemen tidak akan melakukan pemotongan yang berkaitan dengan kompensasi kepada pelanggan,” ujarnya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Soal mekanisme pembayaran kompensasi, hal tersebut sudah diatur pemerintah.

PLN memberikan kompensasi karena tingkat mutu pelayanan tidak terpenuhi.

Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment.

Sementara untuk konsumen Non Adjustment, kompensasi sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum.

Kompensasi ini berlaku untuk rekening bulan berikutnya. Adapun untuk pelanggan prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler.

Kompensasi diberikan pada saat pelanggan membeli token.

Daftar pejabat di luar negeri yang mundur gara-gara listrik padam

Peristiwa padamnya listrik di Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa serentak pada Minggu (4/8) lalu menjadi sorotan.

Mati listrik dengan waktu terlama, hingga lebih dari 6 jam berakibat pada aktivitas jutaan masyarakat dan industri ekonomi yang terganggu.

Selain itu, kerugian materi yang diakibatkan padamnya listrik juga tidak sedikit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menindaklanjuti peristiwa padam listrik massal tersebut.

Jokowi meminta perusahaan PLN untuk segera mengganti kerugian atau kompensasi atas terjadinya pemadaman yang merugikan banyak pihak.

Selain di Indonesia, peristiwa padamnya listrik dalam waktu yang lama dan mencakup wilayah yang luas juga pernah terjadi di beberapa negara lain.

Bahkan, peristiwa insiden mati listrik sejumlah pejabat negara yang bertanggung jawab dilaporkan harus meninggalkan jabatannya.

Ada yang sengaja mengundurkan diri, ada pula yang memang diberhentikan dari jabatannya.

Sumber : Tribun kaltim

Lubang Kloset Jadi Tempat Sembunyikan Sabu, 3 Pelaku Diamankan Polsek Sungai Pinang Samarinda

Lubang Kloset Jadi Tempat Sembunyikan Sabu, 3 Pelaku Diamankan Polsek Sungai Pinang Samarinda

Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang mengamankan tiga pelaku peredaran narkotika tidak jauh dari "Pulau' narkoba.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Minggu (11/8) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, yang lokasinya tidak jauh dari salah satu daerah rawan peredaran narkotika di Kota Tepian, Gang Pulau Indah atau yang kerap disebut Pulau narkoba.

Tiga pelaku diamankan diwaktu yang berbeda-beda. Pelaku pertama diamankan yakni Choki (37), saat itu pelaku tengah menunggu pelanggannya. 1 poket sabu seberat 0,43 Gram diamankan dari pelaku.

Ketika petugas masih berada di lokasi penangkapan, seorang pria keluar dari salah satu rumah. Terlihat gelagat mencurigakan dari pria yang bernama Herman (52).

Kepolisian pun langsung melakukan penggeledahan terhadap pria tersebut. Hasilnya, ditemukan 1 poket sabu seberat 0,57 Gram yang disembunyikan di dalam pakaian menggunakan peniti.

Tidak berhenti sampai dua pelaku itu saja, petugas lantas memasuki rumah tersebut. Ketika penggeledahan dilakukan, petugas tidak menemui seseorang maupun narkoba.

Namun, ketika petugas membuka toilet, ditemui seoarang pria yang belakangan diketahui bernama M Resky (23). Kepolisian cukup teliti dalam menemukan narkotika.

Sabu milik M Resky ternyata disembunyikan di lubang kloset yang disimpan di dalam dompet perhiasan. Sabu yang didapatkan sebanyak 20 poket siap edar seberat 0,71 Gram.

"Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku yang diamankan ini saling keterkaitan," ucap Kapolsek Sungai Pinang, AKP Ramadhanil, Kamis (15/8/2019).

Pengungkapan di daerah tersebut tidak terlepas dari adanya informasi masyarakat. Lokasi tersebut disinyalir kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Sementara itu, M Resky mengaku tidak merencanakan menyembunyikan sabu di lubang kloset. Hal itu dilakukannya hanya spontan saja ketika mengetahui rekanya tertangkap tidak jauh dari rumah.

"Reflek saja masukan ke lubang kloset," ucapnya singkat.

Kendati demikian, dirinya sempat memasang tali nilon di dompet perhiasan berisi sabu tersebut, guna memudahkannya memgambil kembali dompet tersebut.

Sumber : Tribun kaltim

Genjot PAD, DPRD Balikpapan Usulkan Pengadaan Fasum di Pantai Seraya, Upaya Menarik Pengunjung

Genjot PAD, DPRD Balikpapan Usulkan Pengadaan Fasum di Pantai Seraya, Upaya Menarik Pengunjung

Objek wisata saat ini menjadi andalan bagi sumber pendapatan asli daerah (PAD) di kota Balikpapan.

Menurut DPRD Balikpapan, Objek wisata tersebut dianggap menjadi penopang utama bagi pemasukan PAD khususnya lokasi wisata pantai.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Budiono mengatakan pantai Sepinggan Raya atau pantai Seraya akan diusulkan pengadaan fasilitas umum (Fasum).

Usulan tersebut akan disampaikan dalam pembahasan KUA PPAS 2020 khususnya di sektor pariwisata.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Budiono, selama ini dinas terkait hanya terfokus pada Pantai Segara Sari Manggar milik pemerintah.

Sementara informasi dari masyarakat ada beberapa tempat wisata baru yang berpotensi mendongkrak PAD kota jika dikelola dan diperhatikan dengan baik.

“Namun ada yang luput dari perhatian pemerintah, ternyata ada destinasi wisata baru yang berpotensi untuk peningkatan PAD kota. Pantai Seraya namanya, berlokasi di jalan Marsma R Iswahyudi RT 28. Dan sangat dekat dengan Bandara SAMS Sepinggan,” kata Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Budiono.

"Kita akan cek ke lokasi, memastikan kelayakan pantai seraya ini, informasinya sih sangat bersih dan cukup asri,” tambahnya.

DPRD Balikpapan bersama Dinas Pariwisata sedang membahas KUA PPAS 2020. “Pembahasan KUA PPAS ini belum selesai, masih di tingkat komisi, jadi masih bisa kita usulkan ke Dinas Pariwisata untuk fasum -fasum nya seperti toilet, parkir dan sebagainya,” jelas Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Budiono.

Selain Pantai Seraya ada juga lokasi wisata lainnya yang berpotensi, seperti mangrove di Margomulyo dan kebun raya Balikpapan yang rencananya akan dikembangkan oleh pemerintah.

Tapi tempat wisata pantai masih menjadi andalah kota Balikpapan untuk wisatawan berkunjung,” pungkasnya.

Sumber : Tribun kaltim

Ibu-ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di Karawang

Ibu-ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di Karawang

Warga pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dari kalangan ibu-ibu ikut membersihkan limbah minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang tumpah di area bibir pantai.

"Sebagian besar masyarakat terlibat dalam membersihkan area bibir pantai dari limbah minyak itu," kata Kepala Desa Cemarajaya, Yong Lim Supardi, Karawang, Senin (12/8) seperti dilansir dari Antara.

Lihat juga: Pertamina Percepat Penutupan Sumur Sumber Tumpahan Minyak Ia mengatakan masyarakat yang ikut terlibat membersihkan limbah minyak mentah dari berbagai kalangan. Dari mulai yang berprofesi sebagai tukang ojek, anak muda, hingga kalangan ibu-ibu. Termasuk para nelayan yang hasil tangkapan ikannya terdampak.

Kegiatan bersih-bersih area bibir pantai di wilayah Karawang itu sendiri sudah berlangsung sejak sekitar sebulan terakhir.

Warga membersihkan limbah minyak dengan mengumpulkannya di dalam karung. Selanjutnya karung itu dikumpulkan di halaman kantor desa, dan dikirim ke tempat pengolahan limbah.

enter image description hereIbu-ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di KarawangWarga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar) Untuk kegiatan pembersihan tersebut, masyarakat mendapatkan honor Rp100 ribu per hari dari Pertamina sebagai pemilik pipa minyak mentah yang bocor.

Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, dalam sehari ada sekitar 2.000 karung limbah minyak mentah yang terkumpul.

Pada 30 Juli lalu, Vice President Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya menerangkan insiden bocornya minyak mentah itu bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat, 12 Juli 2019.

Sumber : CNN indonesia

Polda Kaltim Gelar Shalat Idul Adha 1440 H dan Sumbangkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat

Polda Kaltim Gelar Shalat Idul Adha 1440 H dan Sumbangkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur Irjen Pol. Priyo Widyanto, M.M., melaksanakan shalat Idul Adha bersama keluarga besar Polda Kaltim dan masyarakat di Halaman Mapolda Kaltim, Minggu (11/08/2018).

Pelaksanaan shalat Idul Adha yang diiikuti pejabat utama Polda Kaltim, personel Polda Kaltim, Ketua dan pengurus Bhayangkari Daerah Kaltim serta masyarakat sekitar Mapolda Kaltim digelar di halaman depan Mapolda Kaltim pada pukul 07.00 Wita.

Bertindak sebagai Imam pada hari Raya Idul Adha 1440 H adalah Ust. Abdul BasyirSaifullah, SPdi dan Khotib H. Muhammad Jaelani, Msi dari MUI Balikpapan.

Setelah melaksanakan shalat berjamah, langsung memberikan siraman rohani kepada jamaah tentang sejarah Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban menjelaskan,

bahwa setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam hitungan tahun masehi setiap umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha.

Banyak juga yang menyebutnya dengan Hari Raya Haji karena pada tanggal tersebut umat islam sedang melaksankan ibadah haji utama dengan wuquf di padang Arafah.

Selain itu, pada tanggal ini juga disebut sebagai Hari Raya Kurban karena pada saat itu umat islam menyembelih qurban dan kemudian dibagi-bagikan kepada yang berhak menerimanya.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, pelaksanaan shalat Idul Adha di halaman Polda Kaltim bertema Idul Adha menanamkan nilai – nilai semangat dan ketulusan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tema tersebut bertujuan mempererat silaturahmi menciptakan harmonisasi dan kedekatan antara personil Polda Kaltim dengan warga.

"Karena tanpa kerjasama warga tugas polisi tidak bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Setelah selesai shalat Idul Adha, Kapolda Kaltim yang di dampingi Ibu Ketua Bhayangkari Kaltim bersalam-salaman dengan seluruh personel dan masyarakat,

yang hadir mengikuti shalat tersebut dan melaksanakan penyerahan hewan kurban yang akan disumbangkan ke beberapa Pondok Pesantren, Masjid dan Panti Asuhan di wilayah Balikpapan.

“Tahun ini Polda Kaltim menyumbangkan total 38 ekor sapi dan 4 ekor kambing, masing-masing akan di sembelih selanjutnya dagingnya akan di bagikan kepada anggota,

masyarakat sekitar dan terutama bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya” tutur Priyo.

Sumber : Tribun kaltim

Geri Situmorang Dikenal Anak Yang Baik, Rencananya Hari Ini Dikebumikan di KM 15 Balikpapan Utara

Geri Situmorang Dikenal Anak Yang Baik, Rencananya Hari Ini Dikebumikan di KM 15 Balikpapan Utara

Keluarga Geri Situmorang, bocah kelas 5 SD yang tewas di lubang galian di sekitar kawasan Stadion Batakan Balikpapan, Kamis (8/8) sangat kehilangan.

Geri Situmorang dikenal sebagai anak yang baik di lingkungan keluarganya.

Kini jenazah Geri Situmorang sudah dievakuasi di rumah duka, Jalan. Arrahman, RT 45 Nomor 42, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.

Sejak Kamis Sore, hingga sekira pukul 24.30 Wita, puluhan keluarga almarhum Geri Situmorang terus berdatangan dan berkumpul di halaman rumah sambil mendoakan kepergian Geri.

" Kami sangat kehilangan dengan kepergian Geri, dia itu anak yang baik dalam keluarga," kata Ari salah satu keluarga korban

Geri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ternyata juga diketahui hanya tinggal bersama ibu dan saudara - saudaranya, sedangkan ayah kandungnya sudah meninggal sejak lama.

" Ayahnya sudah meninggal duluan sudah lama, mereka hanya tinggal di sini sama mamanya dan saudaranya," lanjut Ari

Ari mengatakan, jenazah Geri sudah di mandikan dan rencananya akan di makamkan pada Jumat (9/8) di tempat pemakaman di kawasan KM 15, kecamatan Balikpapan Utara.

" Di dalam rumah dia (jenazah Geri) sudah dimandikan rencana dimakamkan Jumat besok di kilo 15," kata Ari

Dari pantauan Tribunkaltim.co, hingga pukul 24.30Wita, Jumat dinihari, (9/8) puluhan keluarga korban terlihat masih berkumpul di halaman rumah duka, sementara warga sekitar dan kelurga korban juga terlihat terus berdatangan untuk memberi dukungan kepada keluarga korban serta memberikan doa terbaik kepada korban.

Sementara itu, Pasca kejadian tenggelamnya dua anak di kubangan dekat Stadion Batakan Jalan Mulawarman, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, pada Kamis (8/8/2019) sore tadi, yakni Alpiansyah (11) dan Geri (11).

Nampak rumah duka salah seorang korban, Alpiansyah yang beralamat di di jalan PJHI Batakan, Balikpapan Timur terlihat sepi senyap tanpa aktivitas apapun.

Tak ada satu orang pun yang terlihat di rumah tersebut, bahkan saat Tribunkaltim.co, menyambangi rumah duka korban di kawasan perumahan PJHI Batakan, rumah tersebut kosong dan terkunci.

Saat Tribunkaltim.co, menanyakan tetangganya, salah seorang tetangga korban, Heru memberitahu bahwa korban saat ini sudah dibawa ke rumah nenek korban yang berada di Kilometer 35, Kecamatan Samboja, Kukar.

Heru menjelaskan, tidak lama setelah kejadian tenggelamnya Alpiansyah, rumah duka tersebut sempat ramai. Namun usai ba'da Magrib ia mengatakan rumah tersebut sudah tidak terlihat ramai lagi.

"Habis kejadian itu rumah korban sempat ramai, tapi pas saya kembali habis Magrib, rumahnya sudah kosong dan korban dibawa ke rumah neneknya di kilo 35," jelas Heru saat mengantar Tribunkaltim.co, ke kediaman korban.

Ia menambahkan, korban bersekolah di SD Negeri 05 Balikpapan dan korban tinggal bersama orangtuanya di rumah yang saat ini kosong tersebut.

"Sudah di bawa ke rumah neneknya sih," pungkasnya.

Sementara itu, lubang berukuran 7x12 meter di sekitar Stadion Batakan Balikpapan memakan korban. Dua bocah berusia 11 tahun ditemukan tewas di lubang yang menjadi tempat pembuangan Stadion Batakan Balikpapan tersebut.

Pemerintah Kota Balikpapan turut berduka cita atas kejadian tersebut. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli sangat menyanyangkan kejadian tersebut. Dirinya pun langsung meminta camat dan lurah setempat untuk bertakziah ke rumah korban.

Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan pun akan segera melakukan pengamanan di sekitar lubang itu, terutama memberi pagar pengaman di sekitar lubang.

"Iya tadi sudah minta ke PU diminta untuk diberikan pengamanan. Tapi namanya musibah kan, ya kita tidak menginginkan sebenarnya ada kejadian ini. Pengerjaan Stadion kan memang belum selesai, jadi sementara dibuang disitu dahulu," tambahnya.

Sebelumnya, warga Balikpapan Timur digemparkan dengan penemuan dua anak yang tewas di kubangan dekat Stadion Batakan, Jalan Mulawarman, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, pada Kamis (8/8/2019) sore tadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, identitas dua anak tersebut adalah Geri (11) beralamat di Jalan Ar Rahman SMP 8 Manggar, pelajar SD 05 Batakan dan Alpiansyah (11) beralamat di jalan PJHI Batakan. Kedua korban tersebut merupakan pelajar di SD Negeri 05 Batakan.

enter image description here

Kabar tersebut juga disampaikan anggota relawan Balakarcana Balikpapan di group whatshapp Info Bencana Balikpapan, dan saat ini korban telah dievakuasi dan petugas sedang melakukan upaya untuk mengetahui identitas serta memberitahu pihak keluarga korban.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko membenarkan informasi adanya dua anak tenggelam tersebut. Namun ia juga masih enggan membeberkan lebih jelas dan detail terkait kasus tenggelamnya anak tersebut.

Pasalnya, pihaknya juga saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait asal-muasal penyebab tenggelamnya kedua anak tersebut.

“Benar ada kecelakaan air di sana. Saat ini masih kami selidiki,” singkat Dody saat dikonfirmasi via seluler.

Berdasarkan informasi yang di himpun Tribunkaltim.co, diduga kedua korban tenggelam saat sedang bermain dan berenang di sebuah gubangan yang memiliki ukuran 7 x 12 meter dengan kedalaman dua meter dan kondisi curam.

Diketahui, kedua korban ditemukan warga sekitar pukul 17.30 wita dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Sumber :Tribun kaltim

Pelanggaran APK dan Politik Uang Masih Bayangi Rangkaian Pemilu

Pelanggaran APK dan Politik Uang Masih Bayangi Rangkaian Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kaltim, memberi sejumlah catatan pada pelaksanaan kampanye pileg dan pilpres 2019 lalu.

Persoalan ketidakpatuhan peserta pemilu dalam pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan politik uang masih jadi persoalan klasik yang membayangi.

Ketua Bawaslu Provinsi Kaltim, Saipul Bahtiar menyampaikan, masa kampanye sepanjang 7 bulan pada pileg dan pilpres lalu, cukup menyita energi pengawas pemilu menertibkan APK yang melanggar ketentuan dan tidak dibersihkan peserta pemilu.

Terlebih, tidak ada aturan yang menetapkan sanksi tegas bagi pelanggar. Inipun jadi buah simalakama bagi pengawas pemilu.

"Efekanya bagian pengawasan, kalau tidak ditertibkan dianggap tak bekerja," kata Saipul, Rabu (7/8/2019) di sela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tahapan Kampanye Pemilu Serentak 2019, di Aula KPU Kaltim.

Begitu juga dengan pelanggaran pidana pemilu. Salah satu contohnya, kampanye di luar jadwal.

Masalah klasik lainnya yang kerap jadi momok adalah politik uang. Beberapa kasus yang ditangani Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) berisi polisi, Bawaslu dan Kejaksaan kerap kandas di proses penyidikan.

Belum ada kasus yang masuk ke meja hijau. Saipul melihat masih banyak celah instrumen hukum dalam penyelesaian perkara ini.

"Berakhir di tahapan penyidikan, karena perdebatan unsur yang terpenuhi apa tidak," katanya.

Hal inipun diyakininya juga terjadi di provinsi lain. Karena itu, Bawaslu Kaltim sudah menyerahkan beberapa pointer evaluasi dan masukkan yang nantinya dibawa dan dibahas di Bawaslu pusat.

"Memang butuh aturan yang lebih ketat," katanya.

Di level daerah, ia meminta Pemda membantu menyelesaikan masalah klasik. Salah satunya dengan mengeluarkan regulasi ketat soal lokasi mana saja yang boleh atau tidak dipasangi alat peraga kampanye.

"Pemda harus siapkan personel Satpol PP dan aturan daerah titik pelarangan APK," katanya.

Anggota Komisioner KPU Kaltim, Mukhasan Ajib, menambahkan, perlu juga dipertimbangkan penambahan spanduk sosialisasi kampanye yang selama ini dibatasi 2 per Kelurahan.

Berkaca tingkat kepadatan dan luas wilayah kelurahan di Kubar, Kutim atau Kukar, dua spanduk kampanye dirasa kurang maksimal.

"Kalau dipasang dua spanduk, siapa yang lihat. Mungkin, bisa diatur berdasarkan luasan wilayah," katanya di kesempatan yang sama.

KPU Kaltim juga telah menyusun daftar inventaris masalah. Dokumen internal itu, juga akan disampaikan ke KPU RI untuk perbaikan pada pemilu ke depan.

"Persoalan hampir sama semua. Keterlambatan pengadaan, salah satunya surat suara," katanya.

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tahapan Kampanye Pemilu Serentak 2019 merupakan tahap akhir dari pesta demokrasi lima tahunan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula perwakilan Satpol PP, lembaga swadaya masyarakat sampai kepolisian.

Sumber : Tribun kaltim