Dugaan Edarkan Narkoba di Balikpapan, NS Wanita Dua Anak Ini Ditangkap Mengaku tuk Kebutuhan Hidup

Dugaan Edarkan Narkoba di Balikpapan, NS Wanita Dua Anak Ini Ditangkap Mengaku tuk Kebutuhan Hidup

Tak habis pikir, perempuan dua anak berinisial NS ini rela menjual narkoba jenis Sabu di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur demi memenuhi kebutuhan ekonominya.

NS ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Balikpapan pada Senin malam (29/7/2019) kemarin, karena kedapatan memiliki 25 paket sabu yang dikemas dalam satu paket besar seberat 0,9 gram.

Dan 24 paket kecil yang masing-masing paket memiliki berat 0,2 gram.

Ditemui di Mapolres Balikpapan, dengan di borgol besi dan menutupi wajahnya dengan jaket.

NS menceritakan bagaimana dirinya mendapat barang haram kemudian menjualnya.

Alkisah berawal dari kedatangannya di Balikpapan setelah lama pulang kampung ke Sulawesi.

Ia ditawari oleh temannya untuk menjualkan barang haram tersebut.

Walaupun sebenarnya ia tidak mengenal orang yang memberikannya barang itu.

"Saya gak kenal sama orang yang kasih barang itu, cuma dikenalin sama teman aja," ujarnya.

Setelah mendapat barang haram tersebut, dirinya berencana akan menjual kepada teman-temannya yang hendak mencari Sabu untuk dikonsumsi.

"Saya gak nawarin orang, saya cuma jual kepada teman yang mencari saja baru dikasihkan barangnya," ucap wanita 31 tahun tersebut.

Diakuinya, dirinya rela menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pasalnya, dirinya mengaku sudah tidak memiliki suami atau janda dengan memiliki dua anak yang mana satu anaknya sekolah SD dan satunya masih belajar di Taman Kanak-Kanak (TK).

"Jual narkoba untuk memenuhi uang makan aja," katanya.

Dirinya juga mengaku baru pertama kali menjual narkoba karena desakan enkonomi.

Ia membeberkan, untuk satu paket besar yang beratnya 0,9 gram ia jual dengan harga Rp 1,8 juta dan dari penjualan itu dirinya mendapat upah sekitar Rp 600 ribu.

"Kalau paket yang kecil-kecil itu nanti upahnya diberikan setelah barangnya habis terjual. Paket yang kecil itu Rp 200an per paket saya jualnya," akunya.

Ia menjelaskan, sebelum menjadi seorang penjual narkoba, dirinya sempat bekerja di Salon, namun sudah berhenti karena pulang kampung ke Sulawesi.

Bahkan, ia juga mengaku pernah mengkonsumsi narkoba, tapi sempat berhenti.

Dirinya menambahkan, ia sangat menyesali perbuatannya dan tidak ingin mengulangi lagi.

Pasalnya, dengan masuknya ia di tahanan membuat dirinya berfikir dan mengkhawatirkan anak-anaknya yang sementara ini dititipkan ke kakak angkatnya karena dirinya mengalami kasus tersebut.

"Saya menyesal mas, saya mikirin anak-anak saya," tutupnya.

Sumber :Tribun kaltim

Mobil Pick-Up Warga Balikpapan Selatan Raib Dibawa Kabur Pencuri

Mobil Pick-Up Warga Balikpapan Selatan Raib Dibawa Kabur Pencuri

Peristiwa tak terduga menimpa Sukardi Made, warga Perumahan Pondok Bukit Lestari RT 56 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan.

Pasalnya, mobil pikap Suzuki Carry warna hitam bernomor Polisi KT 8202 LQ, yang ia parkir di depan rumah, hilang dibawa kabur pencuri.

Pencurian tersebut terjadi pada Senin (29/7/2019) dini hari.

Saat dikonfirmasi, Petrus Suhimbu, Ketua RT 56 Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan Selatan ini membenarkan kejadian pencurian mobil yang dialami warganya tersebut.

Ia menceritakan, pencurian tersebut terjadi saat Sukardi ingin memanaskan mobilnya sekitar pukul 06.00 Wita.

Namun saat keluar rumah, ia melihat mobil pikapnya tersebut sudah tidak ada lagi.

Padahal, seperti biasa Sukardi memarkir pikap kesayangannya di depan rumah dengan selalu mengunci mobilnya.

"Kemungkinan kejadiannya sekira jam 3 subuh. Soalnya dia (Sukardi) pulang semalam sekitar jam 1," ungkapnya.

Lanjut Petrus, melihat mobilnya hilang, Sukardi pun mencarinya di sekeliling perumahan.

Akan tetapi pencariannya tersebut tidak membuahkan hasil.

Merasa mobilnya benar-benar hilang, Sukardi langsung melapor ke Ketua RT dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balikpapan Selatan.

"Padahal rumah saya dengan korban berdekatan, tapi gak kedengaran suara gaduh," ucapnya.

Ia menambahkan, yang lebih parahnya lagi, STNK kendaraan tersebut berada di dalam mobil pikap yang dibawa kabur pencuri tersebut.

"STNK-nya juga tertinggal dalam mobilnya," ungkap Petrus.

Dirinya mengimbau seluruh warga perumahan Pondok Bukit Lestari agar lebih hati-hati dan waspada dalam menyimpan kendaraannya.

Pasalnya, kasus pencurian mobil ini tidak hanya kali pertama terjadi perumahan tersebut.

Sebelumnya pernah juga terjadi curanmor dan pencurian di rumah warga.

"Yang punya motor dikunci dan disimpan di tempat aman. Untuk rumah juga jangan lupa dikunci, baik pintu maupun jendelanya," imbau Petrus.

Sumber : Tribun kaltim

Pantai Seraya Jadi Destinasi Wisata Baru di Kota Balikpapan, Ini Fasilitas yang Disediakan

Pantai Seraya Jadi Destinasi Wisata Baru di Kota Balikpapan, Ini Fasilitas yang Disediakan

Kehadiran Pantai Seraya di Kecamatan Balikpapan Selatan kian menambah jumlah destinasi wisata pantai di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pantai seraya ini terletak di RT 28, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Jalan masuk menuju pantai Seraya ini bisa diakses dari sejumlah titik.

Mulai dari arah SMK Negeri 1 Balikpapan, Puskemas Sepinggan, dan sejumlah akses lainnya, khususnya di Kelurahan Sepinggan Raya.

Namun akses yang paling mudah menuju Pantai Seraya ini melalui jalan di samping markas TNI Angkatan Udara atau Lanud Dhomber Balikpapan.

Letak pantai Seraya ini juga berdekatan langsung dengan Pantai Auri dan Landasan pesawat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Pantai Seraya ini mulai dibuka untuk umum pada Minggu (28/7/2019).

Lantaran baru pertama dibuka, masyarakat yang berkunjung di Pantai Seraya ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Sedangkan fasilitas yang ada di kawasan wisata Pantai Seraya ini tersedia puluhan perahu kayu yang dapat disewa oleh pengunjung.

Selain itu, di kawasan pantai seraya ini juga tersedia sejumlah kuliner.

Di antaranya sop singkong, bakso, ayam lalapan, ikan bakar, warung kopi, dan sejumlah kuliner lainnya.

Menariknya, di Pantai Seraya ini masyarakat dapat langsung memeroleh ikan segar yang masih hidup, sehingga mutu kesegarannya sangat terjamin.

Karena di kawasan pantai seraya tersebut juga merupakan salah satu akses para nelayan untuk mendistribusikan ikan hasil tangkapan mereka.

"Menariknya disini, masyarakat bisa langsung memesan ikan segar yang masih hidup dan baru ditangkap dari laut oleh nelayan," kata Samsul, salah satu warga yang sering memesan ikan segar kepada nelayan di Pantai Seraya.

Ikan segar yang tersebut merupakan hasil tangkapan para nelayan dengan cara dipancing dan dijaring, sehingga kondisi ikan masih hidup.

Iya ikannya itu masih hidup, karena kan baru ditangkap dari laut. Mereka menangkap pakai jaring, ada juga yang mancing," lanjutnya.

Menurut sejumlah warga sekitar, ikan segar yang diambil langsung dari Pantai Seraya tersebut harganya jauh lebih murah daripada ikan segar yang dijual di pasaran.

"Ikan segarnya lebih murah disini, sebut saja ikan bawal dan ikan trakulu. Kalau di pasar itu di jual kisaran Rp 60 - Rp 70 ribu per kilo. Nah kalau di sini cuma Rp 40 ribu bisa dapat,". kata Handoko.

Rencananya Pantai Seraya tersebut nantinya akan menjadi pembahasan pemerintah Kota Balikpapan.

Pembahasan tersebut nantinya meliputi pengelolaan dan tarif masuk.

"Ya, nanti kita akan bahas lagi soal ini. Kita bahas dengan dinas-dinas terkait khususnya Disporapar Balikpapan, dan pihak terkait lainnya," ujar Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

Sumber : Tribun kaltim

Aset Rumah Rita di Tenggarong Senilai Rp 1,5 M Disita KPK i

Aset Rumah Rita di Tenggarong Senilai Rp 1,5 M Disita KPK i

Petugas KPK kembali menyita aset milik Mantan Bupati Kukar Rita Wdiyasari, setelah sehari sebelumnya menyita rumah mewah di Villa Tamara Samarinda.

Kali ini KPK menyita aset milik Rita berupa sebuah rumah besar di Jalan Ahmad Dahlan No 6, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kamis (25/7) sekitar pukul 11.00 Wita.

Petugas KPK datang menggunakan 4 unit mobil dan sebuah unit pikap untuk mengangkut plang bertuliskan bahwa tanah dan bangunan ini telah disita KPK.

Dua petugas polisi dilengkapi senjata laras panjang berjaga-jaga di depan rumah yang dindingnya bercat abu-abu. Petugas memasang plang di halaman rumah yang ditumbuhi tanaman liar.

Pantauan Tribun, ada 2 plang lagi berada di bak belakang pikap. Sumber dari Tribun mengatakan, rencana semula KPK memang menyita 3 aset Rita di Tenggarong.

“Rencana awal hari ini 3 plang dipasang, barusan diperintah satu saja. Setelah ini kami langsung balik kanan ke Samarinda,” ucap sumber tersebut.

Beberapa warga sekitar mengenal rumah yang disita KPK itu milik Rita. Namun mereka tidak pernah menjumpai Rita masuk ke rumah itu.

“Sudah lama, rumah itu ditinggal kosong. Dulu itu bekas rumah Pak Khairil Anwar (mantan Asisten I Setkab Kukar),” ujar DY, tetangga yang minta namanya diinisialkan.

Ia mengaku sedang berada di kantor saat dihubungi temannya kalau ada 2 polisi berjaga di dekat rumahnya. DY mengemukakan rumah itu sudah sekitar 2 tahun tidak ditempati.

“Sebelumnya rumah itu pernah ditinggali sepasang suami-istri, cuma saya nggak kenal mereka. Orangnya juga jarang keluar. Paling kalau ketemu, cuma senyum. Beberapa keluarga Bu Rita saya kenal, tapi yang tinggal di rumah itu saya malah nggak kenal,” tuturnya.

Ia juga tidak pernah menjumpai Rita masuk ke rumah tersebut. “Bahkan rumah saya ini pernah dimasuki maling. Malingnya masuk dari rumah sebelah karena memang kosong,” ucapnya.

Rumah itu tampak tak terawat. Kanopi depan garasinya sudah tidak beratap. Plafon di teras rumah jebol. Kaca di atas pintu depan berlubang sehingga ditambal dengan papan.

Pintu gerbang dari stainless dibiarkan terbuka. Sedangkan pintu besi samping bangunan ditumbuhi tanaman menjalar.

Terpisah Ketua RT 07 Kelurahan Sukarame, Hamrin AA mengaku tidak tahu status rumah yang disita KPK itu. “Waktu jual beli kita nggak pernah dilibatkan,” tutur Hamrin ditemui di rumahnya.

Ia membenarkan rumah itu semula milik Mantan Asisten I. “Kalau rumah itu dialihkan ke yang lain, saya nggak tahu, saya tahunya itu rumah Pak Khairil ketika saya belum jadi Ketua RT,” ujarnya. Ia pernah didatangi 2 orang petugas KPK saat awal Rita ditangkap KPK dulu. Petugas KPK melakukan pendataan aset milik Rita. “Saya bilang kepada petugas KPK waktu itu, kalau ingin tahu kejelasan status rumah itu bisa tanya langsung kepada Pak Khairil,” katanya.

Terkait status keluarga yang tinggal di rumah tersebut, Hamrin mengaku tidak mengenalinya karena warga itu tidak pernah melapor padanya.

“Saya pernah mendatangi rumah itu terkait pendataan Pemilu Gubernur. Saat itu pembantunya yang keluar, nggak ada mobil di rumah.

Sementara itu mantan Asisten I Setkab Kukar Khairil Anwar mengaku rumah yang disita KPK di Jalan Ahmad Dahlan, memang rumah miliknya yang dijual pada Rita.

“Betul, rumah itu memang saya jual ke Bu Rita pada 2012 seharga Rp 1,5 miliar,” kata Khairil. Ia mengaku, pernah diperiksa 2 kali oleh KPK, yakni pada 2018 dan 2019.

“Terakhir saya diperiksa Januari 2019 lalu di Samarinda, sebelum saya pensiun. Pemeriksaan ini terkait aset rumah yang sudah saya jual ke Bu Rita. Saya sudah akui memang itu rumah saya kepada KPK,” ucapnya.

Sumber : Tribun kaltim

Pelaku Pembakar Semak Belukar di Perumahan Batu Ampar Lestari Balikpapan tak Dihukum

Pelaku Pembakar Semak Belukar di Perumahan Batu Ampar Lestari Balikpapan tak Dihukum

Dua orang pelaku yang diamankan pihak Polsek Balikpapan Utara karena terbukti membakar lahan di Perumahan Batu Ampar Lestari, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, akhirnya tidak ditahan.

Pelaku ini hanya membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya pada Rabu (24/7/2019) siang.

Kebakaran lahan yang sempat menggegerkan warga Perumahan Batu Ampar Lestari Kota Balikpapan pada Senin sore (22/7/2019) lalu.

Tentu saja hal itu membuat kedua pelaku yakni Aris Muntaha 42 tahun dan Solikin 35 tahun, terpaksa berurusan dengan pihak Kepolisian, Polsek Balikpapan Utara.

Saat ditemui Tribunkaltim.co, Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, Iptu Nikson Sitompul menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, pembakaran lahan tersebut bertujuan untuk membuka lahan garapan.

Pembukaan lahan tersebut untuk dijadikan kebun.

Namun metode membukan lahan dengan cara membakar langkah yang salah, tidak bisa dibenarkan di pemukiman Perumahan Batu Ampar Lestari, Balikpapan.

"Apalagi dekat pemukiman warga, metodenya yang salah," ujarnya kepada Tribunkaltim.co

Dia, menjelaskan, masyarakat melapor secara lisan bahwa meminta pelaku pembakaran diamankan pihak Kepolisian.

Namun dari sisi perbuatan hukumnya, para pelaku pembakar tidak memenuhi untuk sisi luasan lahannya.

Sumber :Tribun kaltim

Ratusan Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Kembali ke Tanah Air, Begini Pesan Pangdam VI Mulawarman

Ratusan Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Kembali ke Tanah Air, Begini Pesan Pangdam VI Mulawarman

BALIKPAPAN - Setalah sukses menjaga wilayah perbatasan antara Negara Indonesia dan Negara Malaysia dalam kurun waktu satu tahun lamanya,

ratusan prajurit satuan tugas pengaman perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia akhirnya memasuki masa purna tugas, dan selanjutnya mereka akan di kembalikan ke satuannya masing-masing.

Satgas Pamtas RI-Malaysia ini berjumlah 450 personil TNI dari satuan yonif 144 Jalayuda, Kodam II Sriwijaya yang tergabung dalam Korps Dam VI Mulawarman.

Mereka dikembalikan ke tanah air pada, Selasa (23/7/2019) menggunakan KRI Teluk Hading yang berangkat dari pelabuhan Nunukan menuju pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setibanya di pelabuhan Semayang Balikpapan, 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia ini disambut langsung oleh Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subyanto beserta unsur pejabat Kodam VI Mulawarman.

Dalam sambutannya, pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subyanto mengatakan, prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia ini dikembalikan ke satuannya masing-masing karena sudah memasuki masa purna tugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

"Mereka sudah memasuki masa purna tugas menjaga perbatasan RI-Malaysia, selanjutnya mereka akan kembali ke satuannya masing-masing.

Lebih lanjut perwira TNI berpangkat bintang dua di pundaknya itu menegaskan, pemulangan Satgas Pamtas RI-Malaysia tersebut bukanlah menjadi akhir dari penugasan selanjutnya.

"Ini bukan pasukan yang terakhir, mereka silih berganti, menjaga perbatasan RI-Malaysia," tegasnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi di wilayah perbatasan antara negara Indonesia dan Malaysia khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu terus membaik hingga saat ini.

"Berkat adanya Satgas Pamtas ini kondisi di wilayah perbatasan seperti di Kabupaten Mahakam Ulu terus membaik, kasus-kasus penyelundupan barang ilegal sudah mulai berkurang, begitu juga dengan kondisi keamanan wilayah," ujarnya

Sumber : Tribun kaltim

BPBD Balikpapan Kategorikan Bangunan-bangunan Paling Rawan Mengalami Kebakaran, Berikut Ini

BPBD Balikpapan Kategorikan Bangunan-bangunan Paling Rawan Mengalami Kebakaran, Berikut Ini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Balikpapan, Kalimantan Timur menyebut, bangunan bertingkat adalah bangunan yang masuk dalam kategori paling rawan bencana kebakaran di Kota Balikpapan.

Hal ini diutarakan oleh Kepala BPBD Balikpapan, Suseno kepada Tribunkaltim.co pada Senin (22/7/2019).

Ia jelaskan, aktivitas masyarakat dan instalasi listrik pada bangunan bertingkat tersebut lebih banyak dibanding bangunan biasa.

Bangunan bertingkat yang diangggap rawan kebakaran tersebut adalah bangunan perhotelan, perkantoran dan bangunan rumah sakit.

"Kebanyakan, rata-rata memilki ketinggian rata-rata di atas 5 lantai," ungkapnya.

Suseno, menjelaskan, meminta setiap pengelolah bangunan bertingkat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur agar memiliki satuan tugas energency,

"Satgas Emergency disamping peralatan safety bangunan yang mendukung," ungkapnya.

Setiap gedung di Kota Balikpapan harus memiliki tim emergency.

"Semua pengelolah gedung harus membentuk tim emergency," katanya.

enter image description here

Satgas emergency tersebut nantinya akan bertugas melakukan langkah awal mengatasi insiden yang kemungkinan terjadi sambil menunggu kedatangan bantuan petugas tim BPBD. " Mereka nanti melakukan pencegahan misalnya mengatasi kedaruratan masih tahap yang kecil sambil menunggu petugas," jelas Suseno

Teknik kedaruratan misalnya kalau ada kebakaran harus bisa memadamkan api sedari kecil. Kemudian kalau ada bencana yang lain harus disesuaikan," lanjutnya .

Suseno juga menyebutkan dari sekian jumlah bangunan bertingkat yang ada di kota Balikpapan saat ini belum ada satu pun yang memiliki satgas emergency.

Bahkan ada beberapa diantaranya tidak memiliki peralatan safety seperti hidran dan alat pemadam lainnya.

enter image description here "Setiap kita lakukan pemeriksaan pasti kita beri saran-saran terkait jalur evakuasi, petunjuk evakuasi harus jelas, yang bisa nyala berbahan flospot yg bisa nyala," ungkapnya

Dia tegaskan, BPBD Balikpapan juga berharap tidak hanya pengelola gedung bertingkat saja yang wajib memiliki hidran dan alat pemadam lainnya.

"Tetapi juga bangunan di perumahan," tegasnya.

Sumber :Tribun kaltim

Security BRI di Samarinda Tewas Saat Sedang Bertugas, Begini Penjelasan Polsek Samarinda Ulu

Security BRI di Samarinda Tewas Saat Sedang Bertugas, Begini Penjelasan Polsek Samarinda Ulu

Petugas keamanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kota Tepian Samarinda, Kalimantan Timur tewas saat sedang menjalankan tugasnya.

Kejadian tersebut terjadi Minggu (21/7/2019) pagi tadi, tepatnya di Kantor Unit Air Putih, Jalan MT Haryono, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban atas nama Martinus B (46), warga Jalan KS Tubun Samarinda Kalimantan Timur ditemukan tidak bernyawa oleh keluarganya di lantai dua bank.

Diketahui, sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban sempat berada di lantai dasar bersama keluarganya.

Saat itu, terdapat anak dan anggota keluarganya di bank.

Anaknya diketahui meninggalkan bank untuk membeli jam.

Tidak berselang lama kemudian, korban naik ke lantai dua yang merupakan ruangan marketing, guna mengambil Al Kitab yang hendak dipinjam oleh anggota keluarganya itu.

Setelah ditunggu-tunggu, korban tidak kunjung kembali turun ke bawah.

Bahkan, ketika ditelpon dan dipanggil-panggil, korban tidak merespon.

Akhirnya anggota keluarganya itu memberanikan diri untuk naik ke lantai dua.

Setelah sampai di atas, korban diketahui sudah tidak sadarkan diri dengan posisi terduduk di kursi.

Sambil tangannya memegangi kepala.

Korban langsung dibaringkan di musholla, namun nyawa korban tidak terselamatkan.

"Saat itu ada keluarganya di bank, keluarganya itulah yang pertama kali menemukan korban," ucap Zulkifli (36), petugas keamanan BRI lainnya, Minggu (21/7/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, sebelum kejadian itu, Zulkifli sempat bertemu dengan korban pagi tadi, saat pergantian jam kerja.

Bahkan, Sabtu (20/7/2019) malam kemarin keduanya sempat bercanda di bank.

Pas pergantian jam kerja tadi pagi sempat ketemu, giliran dia yang jaga.

Tidak ada keluhan, atau wajahnya yang pucat.

"Saat tadi malam, saat jam tugas saya, kami sempat saling bergurau," kenangnya.

Namun demikian, beberapa hari terakhir ini korban sempat mengeluhkan sakit di bagian kepala belakang kesejumlah karyawan bank.

"Keluhannya sakit di kepala belakang, dia juga ada penyakit asam urat," imbuhnya.

Korban diketahui telah menjaga BRI kurang lebih 10 tahunan.

Sementara itu, dari hasil identifikasi Kepolisian di bank, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kejahatan dari kejadian kematian korban.

"Tidak ada indikasi terjadinya tindak kekerasan, diduga memang korban meninggal karena sakit yang dideritanya. Untuk jenazah korban sudah berada di rumah duka," ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan.

Direncanakan pihaknya akan melihat rekaman CCTV bank pada Senin (22/7) besok

Sumber : Tribun kaltim

Kebakaran Kembali Terjadi di Balikpapan Selatan, Rumah Petak Berbahan Dasar Kayu Ludes Terbakar

Kebakaran Kembali Terjadi di Balikpapan Selatan, Rumah Petak Berbahan Dasar Kayu Ludes Terbakar

Kebakaran kembali terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis malam (18/7/2019) sekira pukul 22:20 Wita.

Satu unit bangunan rumah petak yang terdiri empat petak berbahan dasar material kayu di Jalan Sumber Sari, RT. 22 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan ludes terbakar.

Tidak diketahui asal mula api yang membakar rumah kayu yang berada di atas perbukitan tersebut.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar, kobaran api tiba-tiba saja terlihat sudah membesar begitu cepat dan menerangi gelapnya malam.

" Tidak tau asalnya dari mana, tiba-tiba jadi terang, saya kira ada apa, gak lama ada suara dari tetangga di samping rumah yang terbakar itu teriak - teriak ada kebakaran," kata Maisah, salah satu saksi mata

Menurut pengakuan warga sekitar pada saat kejadian, di dalam rumah petak yang terbakar itu hanya ada seorang nenek dan empat orang anak kecil.

" Iya ada nenek di situ sama cucunya empat orang, mereka sudah dievakuasi petugas," kata La Uma warga sekitar

Tapi mereka itu bukan pemilik rumah, mereka hanya menjaga rumah itu, pemilik rumah saya gak tau yang mana," kata La Uma

Beruntung insiden kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa.

Api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas pemadam sehingga tidak sampai merambat di bangunan rumah lainnya yang rata-rata juga berbahan dasar kayu.

Api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 30 menit lamanya.

Petugas BPBD kota Balikpapan dibantu aparat TNI polri serta unsur relawan dan Dinas Perhubungan melakukan pemadaman dengan mengerahkan 8 unit Armada mobil pemadam.

Sebelumnya, jelang tengah malam sebuah pemukiman penduduk di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan TImur mengalami petaka, bencana kebakaran rumah.

Kali ini kebakaran kembali terjadi di Kota Balikpapan Kalimantan Timur pada Kamis (18/7/2019) malam.

Pengamatan Tribunkaltim.co, peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 21.40 Wita.

Kejadian kebakaran kali ini persisinya terjadi di RT 22 Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan.

Kondisi di lokasi kejadian, pengamatan Tribunkaltim.co, sedikitnya ada 2 unit rumah yang dihuni oleh 2 kepala keluarga yang terletak di belakang Masjid Djami Alfalah Sepinggan ini ludes dihajar oleh si jago merah.

Menurut keterangan saksi, asal mula api yang membakar rumah berbahan dasar kayu tersebut belum diketahui secara jelas.

Hanya saja menurut sejumlah saksi mata di lokasi kebakaran di Sepinggan ini, awal mulanya terdengar ada suara ledakan.

Lalu kemudian disusul dengan kobaran api yang begitu cepat dan merambat ke rumah di sampingnya.

"Tadi saya dengar kayak ada semacam ledakan begitu, terus ada orang teriak-teriak saya lari ke luar ternyata ada api besar dari rumah itu, saya tinggal di bawah makanya api terlihat jelas," kata La Uma kepada Tribunkaltim.co, salah satu saksi yang juga warga di dekat lokasi kebakaran di Sepinggan. Pengamatan Tribunkaltim.co, posisi rumah yang kini berubah wujud menjadi arang tersebut terletak di atas gunung.

Tentu saja hal ini pada saat kebakaran terlihat jelas kobaran api yang membakar rumah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan petugas BPBD Balikpapan bersama unsur relawan lainnya sedang melakukan proses pendinginan dengan mengerahkan 8 unit Armada Pemadam Balikpapan.

Sumber:Tribun kaltim

Calon Siswa Bernilai Tinggi tak Diterima di SMAN 5 Balikpapan, Ombudsman Kalimantan Timur Bertindak

Calon Siswa Bernilai Tinggi tak Diterima di SMAN 5 Balikpapan, Ombudsman Kalimantan Timur Bertindak

Soal PPDB Online di Kota Balikpapan, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur telah mempertemukan dan memediasi.

Yakni mediasi antara pihak SMAN 5 Balikpapan dengan orang tua Rury, yang protes karena anaknya tidak di terima di SMAN 5 Balikpapan, padahal nilainya tinggi dan masuk dalam zonasi, PPDB Online.

Pertemuan dilaksanakan di kantor Ombudsman RI Perwakilan Kaltim di Perumahan Balikpapan Baru, Kota Balikpapan dengan dihadiri anggota Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMA Kota Balikpapan.

Dikonfirmasi, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur, Dwi Farisa Putra Wibowo mengatakan kepada Tribunkaltim.co, disebutkan, Calon Siswa yang nilainya tinggi namun tidak terakomodir tersebut melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur.

Pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari laporan yang ajukan orangtua korban kepada Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur guna mencari solusi atau jalan keluar untuk kedua belah pihak.

"Ini kan laporan masyarakat mas. Jadi kalau laporan itu, kita tidak bisa menyampaikan isinya, tapi hanya menyampaikan prosesnya," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (17/7/2019).

enter image description here Dirinya membenarkan bahwa orang tua Calon Siswa yang nilainya tinggi namun tidak terakomodir tersebut melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Timur.

Bahkan, pihaknya juga telah berkali-kali melakukan koordinasi dengan MKKS dan pihak Sekolahnya, SMAN 5 Balikpapan.

"Sebelum pertemuan hari ini juga kita telah melakukan klarifikasi langsung ke kepala sekolahnya, hingga akhirnya kemarin sore kita bersepakat untuk melakukan pertemuan hari ini," ucap Fari.

Saat ditanya hasil pertemuan tersebut, dirinya tidak menjelaskan secara gamblang hasil pertemuan itu, yang pastinya ucap dia terdapat solusi positif yang disepakati kedua belah pihak

Namun diakuinya, dalam solusi tersebut pihaknya tetap melakukan pengawasan sampai solusi itu benar-benar terlaksana.

"Hasilnya belum bisa kita publikasikan mas untuk menjaga kode etik kita, intinya ada solusi dalam pertemuan itu dan kedua belah pihak sudah bersepakat dan sama-sama senanglah keluar dari pertemuan itu," ucapnya.

enter image description here Ia menambahkan, dirinya tidak bisa memberitahu hasil solusi karena permasalahan tersebut sifatnya laporan dan menyangkut kode etik lembaga.

Berbeda dengan kajian langsung dari pihak Ombudsman RI Perwakilan Kaltim yang diperbolehkan untuk di publish.

"Kalau mas mau jelas solusinya apa, kontak aja langsung pihak sekolah atau orang tua siswanya. Pasti hasilnya sama seperti kami," pungkasnya.

enter image description here Sementara itu, mengenai hasil pertemuan tersebut, Ketua MKKS SMA Edy Effendi mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya bersyukur telah menemukan solusi bahwa anak tersebut dapat bersekolah di SMAN 5 Balikpapan.

Diakuinya, masalah tersebut merupakan mis komunikasi, karena nama siswa tersebut hilang dalam sistem yang dianggap mengalami gangguan.

"Kesalahan sistem mas, namanya tiba-tiba hilang. Sedangkan ada juga anak dengan nilai lebih rendah dari dia masuk di sekolah itu, Tapi itu hak dia, nilainya tinggi dan masuk zonasi. Jadi dia tetap sekolah disitu," tutupnya.

Ia menegaskan, siswa tersebut tetap diterima di SMAN 5 Balikpapan karena memiliki nilai yang cukup tinggi dan masuk dalam zonasi, sehingga ia berpendapat hak siswa tersebut harus dipenuhi.

"Itu haknya siswa mas selama dia memenuhi standar. Yang lebih rendah dari dia saja masuk, jadi dia juga tetap diterima di SMAN 5 Balikpapan," tutupnya.