Bantuan Sosial Tunai Yang Sering Salah Sasaran

Bantuan Sosial Tunai Yang Sering Salah Sasaran

ONIXNEWS – Kembali lagi dengan pembahasan yang sedang hangat baru baru ini, di SERSAN NGOPI kemarin pada hari Rabu (29/07/20) yang dipandu oleh Rega Dinata menghadirkan beberapa narasumber yaitu Drg.Syukri Wahid (anggota dprd komisi II bidang perekonomian dan pariwisata), Mauliddin (Pemerhati Kota), Krishna Galih M.P (CEO Onix Radio) dan Rere (Pekerja Seni). Yang akan membahas tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT yang sudah ada dari beberapa tahun lalu yang merupakan program dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun untuk saat ini nama program tersebut diganti menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST). Daftar penerima nya didapat dari data Dinas Sosial, total yang mendapatkan bantuan diperkirakan 1340 orang. BST ini dibagi menjadi 2 waktu yaitu per triwulan ada pula yang per bulan nya, dan untuk pengambilan dana ini bisa melalui kantor pos, namun kendala dari bantuan ini adalah tidak terupdatenya database lama, sehingga ada pihak pihak yang harusnya mendapatkan bantuan tersebut namun tidak mendapatkannya karena datanya tidak ada.

“Proses penyaluran BST kemarin saya lihat menumpuk di beberapa tempat, yang ditakutkan timbulnya cluster baru karena adanya penumpukan massa untuk pengambilan BST ini. Dan untuk objek penerima mohon di tinjau kembali, karna yang tidak mampu malah tidak dapat sedangkan yang mampu dapat,saya harap pihak yang mendata memberikan data yang valid” tanggapan Mauliddin tentang kondisi penyaluran dana BST beberapa waktu lalu.

Dalam penyaluran BST kemarin yang disalurkan adalah milik APBD Kota Balikpapan an pemkot menunjuk kantor pos sebagai penyalurnya kepada masyarakat. Untuk tahap 1 dan 2 berupa barang sedangkan untuk anggarannya sendiri per kepala keluarga adalah Rp 1.000.000. dan untuk tahap ke 3 dan 4 berupa dana.

Untuk database seharusnya yang setiap taun sudah di update, namun setiap wilayah ada yang belum update untuk data penerima BST.

“kami dari komisi II kecewa karena pembagian BST yang kemarin dibagikan oleh Kantor Pos merupakan data dari 2014 yang belum terupdate,sehingga adanya penerima yang mapan malah mendapatkan bantuan” ujar syukri.

Dana yang disiapkan oleh pemerintah yaitu 70M untuk 70ribu kepala keluarga,dana tersebut disalurkan untuk jarring pengaman sosial. Dan dari dana tersebut hanya 30% dari penduduk seluruhnya.

Besaran dana yang diberikan kepada pada penerima yaitu Rp 600.000 APBN Rp 400.000 APBD Provinsi. Dinas sosial selama pandemi ini melakukan update data, dan data tersebut akan dibawa ke pusat agar data terupdate dan untuk penerima BST tepat sasaran. “Dan untuk pembagian bantuan ini yang seharusnya tetap mengikuti protokol kesehatan lebih baik tidak dikumpulkan di satu tempat, seharusnya pihak kantor pos bisa meminjam tempat di setiap keluarahan pada setiap daerah agar meminimalisir terjadinya perkumpulan” tegas syukri menanggapi proses penyaluran bantuan.

Adanya anggapan masyarakat tentang sulitnya proses jika dia melalui perantara kelurahan atau tempat lain, seperti kurangnya data yang harus di tetapkan maka harus melengkapi terlebih dahulu.

“kemarin saya terima data ada ratusan orang yang tidak menerima karena tidak sinkron dengan data yang ada,seperti kantor pos kemarin yang membuat berita acara kenapa tidak memberikan karena tidak berani, jadi resiko sebagai penyalur itu memang besar” jelas syukri.

Sudah 6 tahun lamanya dari 2014 data terakhir menjadi kendala untuk beberapa penerima yang seharusnya mendapatkan bantuan namun tidak tersalurkan. Sehingga para penerima terdahulu yang kini sudah mapan pun tetap mendapatkan karena data mereka yang masih tercakup di database yang belum di update.

“Fleksibilitas kita dan masyarakat harus saling percaya, agar saling membantu. Jangan sampai pemerintah selalu disalahkan oleh masyarakat, apalagi saat saat pandemi seperti ini” ungkap Krishna.

Bantuan Sosial Tunai yang seharusnya ditujukan kepada masyarakat atau warga sekitar yang kurang mampu, malah ada yang diberikan kepada keluarga RT atau lainnya yang mampu, sehingga untuk warga yang tidak mampu malah tidak terdaftar sebagai penerima BST ini.

Editor : Onixradio


Author: ONIX Radio

enter image description here