Melonjaknya Tagihan Air PDAM Dikarenakan Hal Ini

Melonjaknya Tagihan Air PDAM Dikarenakan Hal Ini

ONIXNEWS – Ada yang berbeda dari SERSAN NGOPI kemarin (22/07/2020) kali ini dipandu oleh Tria Zaelani dan menghadirkan 4 Narasumber yaitu bapak Tohari Aziz (Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan), bapak Suryo (Kepala Sub Bagian Cs PDAM), bapak Mauliddin (Pemerhati Kota) dan bapak Krishna Galih M.P (CEO Onix Radio Balikpapan).Kali ini tema yang dibahas yaitu tentang Ada Apa Dengan PDAM.

Seperti yang kita tau, beberapa bulan ini ada hal yang sangat meresahkan warga Balikpapan tentang melonjaknya tagihan air PDAM yang sangat tinggi, hal ini pun secara langsung dijelaskan dengan detail oleh Suryo selaku Kasubag Cs PDAM “melonjaknya tagihan ini bermula dibulan april mei dimana munculnya covid, dan pada saat itu salah satu pembaca meter kami menjadi ODP. Dari situlah dari kebijakan direksi memutuskan untuk melakukan wfh sesuai dengan edaran yang ada, dan pembaca meteran pun wfh juga, selama 2 bulan tersebut PDAM tidak mengetahui berapa penggunaan air yang dipakai oleh pelanggan selama Ramadhan, lebaran dan covid karena 2 bulan kami tidak melakukan pengecekan. Dan maka dari itu PDAM akhirnya menetapkan kubikasi pelanggan dibulan 4 dan 5 tersebut dengan cara main kira kira, tapi kita punya dasar dimana kira kira ini ditetapkan dengan cara melihat pemakaian rata rata pelanggan di 6 bulan ke atas. Akhirnya setelah new normal di bulan 6 kemarin, maka kami pun kembali melakukan pengecekan barameter dan terlihatlah asli pemakaian pelanggan selama bulan april dan mei tersebut. Dari pengecekan yang dilakukan terlihatlah penumpukan pemakaian, yang tadi nya kira kira itu kecil pemakaian terakumulasilah ke bulan 6, jadi dari situlah mengapa terjadinya lonjakan tagihan pelanggan” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa untuk tarif PDAM bagi setiap individu itu tidak sama, mulai dari tarif untuk tempat ibadah/sosial, pemukiman, perumahan, rumah mewah hingga industri itu berbeda. Dari perbedaan tersebut ada pula namanya Blok Konsumsi yang dibagi menjadi 3 yaitu 1m³ – 10m³, 11m³ – 20m³ dan 21m³ – dst.

“Dan akibat dari menumpukan tagihan itu dibulan 4 dan 5 terakumulasi di bulan 6 perkalian progressive ini lah yang berlaku dan akhirnya melonjak yang luar biasa” tambah suryo.

Di tanggal 30 maret 2020 PDAM melakukan sosialisasi di media sosial dan website online yang menerangkan bahwa PDAM menangguhkan kegiatan di bulan 4 dan 5 dengan catatan pelanggan berkoordinasi selama penangguhan kegiatan tersebut.

“pelanggan yang visioner dia lapor ke cs untuk angka meter di bulan 4 dan 5 dimana itu yang menjadi tagihan mereka” jelas suryo.

Setelah menjelaskan bagaimana bisa terjadi pelonjakan tagihan tersebut, Mauliddin selaku pemerhati kota memberikan tanggapan “saya mau balikpapan ini menjadi kota yang nyaman dan pelanggannya pun ikut nyaman walau kenyataan nya pelanggan saat ini tidak nyaman dengan adanya tagihan tagihan yang melonjak. Dengan adanya covid ini kita memang lebih banyak kegiatan di rumah, saya ingin PDAM fokus melayani masyarakat Balikpapan yang banyak dan juga dengan harga yang terjangkau. Kebutuhan yang dibutuhkan saat ini yaitu air dan listrik itu yang utama” Jelas mauliddin.

Untuk kompensasi pihak PDAM sendiri berharap pelanggan harus melakukan klarifikasi, saat pelanggan datang ke kantor pihak PDAM melakukan pengecekan berdasarkan data yang ada, pelanggan sendiri harus membawa foto meteran air pada hari itu yang bertujuan untuk menyandingkan pemakaian kira kira dibulan 4 dan 5 dengan real di bulan 6 setelah pembaca mengecek angka meter, apabila angka meter tersebut tidak sesuai seperti pemakaian lebih kecil maka hal tersebut kesalahan dari PDAM dan bagi pelanggan yang terlanjur bayar maka uangnya akan dikembalikan tapi dengan syarat yang berlaku. Dan apabila nilai meter lebih besar dari yang di kira kira maka ada solusi yang diberikan PDAM kepada pelanggan yaitu cicilan pembayaran sampai 1 tahun.

Sedangkan untuk proses pengembalian uang PDAM membutuhkan waktu mulai 2 minggu hingga 1 bulan. Dengan adanya kejadian pelonjakan tagihan PDAM ini mendapat sorotan dari wakil ketua DPRD Kota Balikpapan yaitu Tohari Aziz. “Polemik lonjakan tagihan ini menjadi trending di kota Balikpapan dan medsos juga,dan akibatnya PDAM dihajar habis habisan namun dengan adanya ini PDAM sendiri bisa belajar. PDAM yang merupakan perusahaan daerah yang diberikan ruang oleh pemkot sebagai perusahaan monopoli sebagai sumber air masyarakat harusnya bersyukur artinya perijinan dan sebagainya diberikan ruang yang luas dan PDAM tinggal melaksanakan saja. Adanya polemik dibulan juni ini banyak sekali, banyak sekali laporan yang masuk saya harap kesalahan yang kemarin jangan diulang lagi.harusnya justru kemarin karna covid PDAM set up nya muncul untuk mebantu masyarakat.kalau petugasnya takut covid saya pun juga takut tapi kana ada alat pelindung diri. Petugas pembaca meter lebih banyak berinteraksi dengan meteran air bukan orang,kalaupun berinteraksi itu sangat kecil. Mungkin perlu adanya system lain yaitu pembaca meter mandiri dengan aplikasi sehingga masyarakat bisa tinggal foto lalu dikirim ke call center PDAM, itu kan bagian dari inovasi. Jangan juga pakai ilmu batin mengira ngira,tau nya nanti ilmu batin terakhirnya salah. Masyarakat sudah pusing dan susah, ini terjadi panic buying” ujar tohari.

Terjadinya polemik ini memunculkan banyak nya aduan masyarakat ke semua kalangan, PDAM yang sudah memiliki instalasi diharapkan memiliki pelayanan masyarakat dimasing masing instalasi sehingga masyarakat tidak berkumpul di kantor pusat, untuk regulasi perda tentang PDAM sudah selesai direvisi tinggal menunggu jadwal walikota untuk nopen, selain perda ada juga penyataan modal PDAM yang direvisi supaya lebih berpihak pada konsumen dan juga masyarakat. Untuk usulan pengolahan air laut menjadi air tawar diharapkan untuk tidak membebani masyarakat. Dan mengenai SR (Sambungan Rumah) ini banyak PR nya, ini merupakan peluang bagi PDAM karna segment jelas dan jika nanti ada perda atau intuisi yang lain yang menyatakan swasta boleh masuk aka nada competitor,jadi PDAM tolong dibenahi sebagai perusahaan bukan sebagai birokrat pemerintah kota.

Kasubag CS PDAM Suryo mengatakan jika adanya keluhan atau lainnya bisa menghubungi Call Center PDAM di 0542-878991/878992 atau di WA Center di 0816200110 semua informasi akan dilaporkan ke bagian yang terkait. Saat ini waduk Manggar 75% adalah waduk utama untuk pelayanan di Balikpapan sisanya 10% di sumur dalam dan yang 15% di waduk Teritip.

Saat ini PDAM masih menjalankan program MBR dimana itu adalah program untuk masyarakata yang berpenghasilan rendah, hal tersebut mencakup pelanggan tidak membiayai pipa tersebut jadi hanya membiayai biaya sambungan rumahnya saja dengan biaya 1,7 s.d 2,5jt dengan syarat pelanggan tersebut mendapatkan program hibah MBR.

“Saya harap PDAM ini bisa mendapatkan keuntungan 5m itu bukan karena kesalahan tapi pure karena keuntungan,system yang harus bisa ada dibawah dan juga diatas, saya lihat ada system yang bisa kita pergunakan dengan kondisi kondisi tertentu, contohnya perangkat desa atau rt yang bisa bantu Kontrol setiap meteran air atau karang taruna dilibatkan” tanggapan Krishna galih selaku owner onix radio.

Keluhan yang setiap harinya diterima oleh pihak PDAM standarnya ialah 50 keluhan namun karena adanya polemik ini maka keluhan melonjak pula hingga diatas standar yaitu 250 keluhan setiap harinya. Namun untuk mengatasi hal tersebut PDAM memberikan pola dengan cara mengubah pola kunjungan, yaitu booking jadwal kunjungan. Selain itu pihak PDAM juga memberikan komitmen tidak adanya penyegelan atau denda selama klarifikasi ini berlangsung.

Suryo selaku Kasubag CS PDAM berharap kedepannya aka nada pelayanan pelayanan masyarakat ada di mall atau tempat umum lainnya, agar lebih meringankan masyarakat dan mempercepat pelayanan.

“saya harap mas suryo proactive dan perbanyak pelayanan apalagi di kampong baru,di pojok pojok kampong bisa sehingga mudah melakukan pengaduan” tambah mauliddin.

Tanggapan Tohari selaku Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan “PDAM ini merupakan perusahaan daerah yang modal dari daerah otomatis untuk rakyat, tentunya hak masyarakat harus dipenuhi terutama permohonan sambungan rumah. Kalau sampai hari ini PDAM alasan maslah debit air,stok air belum mencukupi waduk teritip sudah hampir jadi, artinya harus sudah ada progress yang lebih bagus bukan hanya MBR saja”.

Editor : Onixradio


Author: ONIX Radio

enter image description here