Bank Indonesia Balikpapan Adakan Pelatihan Hilirisasi Produk

Bank Indonesia Balikpapan Adakan Pelatihan Hilirisasi Produk

ONIXNEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KPwBI Balikpapan) menggelar pelatihan hilirisasi produk sebagai rangkaian kegiatan Gerakan Wanita Matilda (GWM) di Kota Balikpapan, hal tersebut diselenggarakan dalam rangka peningkatan nilai tambah dan divesifikasi produk kepada para wanita matilda do Kota Balikpapan selama 3 hari mulai 27 s.d 29 Juli 2020.

NM Mirnayanti J selaku Manager Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBi Balikpapan membuka kegiatan ini yang diikuti oleh 51 orang perwakilan dari 18 kelurahan se Kota Balikpapan pada 27 Juli 2020 di Kantor Kecamatan Balikpapan Timur.

Dengan diadakannya Pelatihan Hilirisasi Produk ini bertujuan untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk hasil kebun GWM sehingga nilai jual lebih tinggi dan diharapkan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, juga diharapkan mampu mendorong diversifikasi pangan dari hasil kebun seperti cabai segar atau tomat segar menjadi produk yang lebih tahan lama.

Pelatihan ini dilaksanakan di tiga lokasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah di tentukan. Lokasi pertama pelatihan pada tanggal 27 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kecamatan Balikpapan Timur yang diikuti oleh 16 orang Perwakilan GWM Sepinggan, GWM Lamaru, GWM Sepinggan Baru, GWM Manggar, GWM Damai Baru dan GWM Teritip. Selanjutnya di selenggarakan dilokasi kedua pada tanggal 28 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kelurahan Sumber Rejo yang diikuti oleh 15 orang Perwakilan dari GWM Karang Rejo, GWM Sumber Rejo, GWM Karang Joang, GWM Baru Ulu dan GWM Gunung Samarinda. Serta yang terakhir dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2020 yang berlokasi di Kantor Kecamatan Balikpapan Kota yang diikuti oleh 20 orang Perwakilan GWM Prapatan, GWM Damai Bahagia, GWM Mekar Sari, GWM Telaga Sari, GWM Klandasan Ilir, GWM Baru Tengah dan GWM Margo Mulyo.

Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta dilatih bagaimana cara mengolah hasil urban farming kebun GWM seperti tomat, cabai dan terong menjadi makanan olahan. Riswahyuni selaku narasumber kegiatan pelatihan ini sekaligus owner Cake Salakilo Balikpapan dan Rr Titin Rusnawati yang merupakan owner Sambal Nyoss Glagah Yogyakarta yang dilakukan secara virtual.

Dalam kegiatan ini para wanita matilda diajarkan cara membuat sambal klotok ikan asin dan sambal bajak terong serta selai tomat oleh Ibu Riswahyuni. Sedangkan dari Sambel Nyoss Glagah, para wanita Matilda diajarkan cara membuat cabai kering dan abon cabai yang bisa bertahan hingga 1 tahun.

Bank Indonesia mengharapkan, adanya pelatihan ini dapat mendorong para wanita Matilda untuk senantiasa terampil dalam berinovasi dan memanfaatkan secara optimal hasil kebun GWM sehingga semakin meningkatkan nilai tambah produk terutama di tengah pandemic COVID-19. Para Wanita Matilda juga diharapkan untuk memberikan edukasi hilirisasi produk kepada masyarakat di kelurahan masing-masing secara lebih luas.

Selanjutnya, Bank Indonesia berharap adanya berbagai pelatihan dalam Gerakan Wanita Matilda dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap sayuran dan holtikultura secara mandiri yang berdampak positif terhadap pengendalian inflasi serta mendorong entrepreneurship bagi perempuan sehingga dapat memperoleh alternatif pendapatan bagi keluarga terutama di tengah pandemi Covid-19 sekaligus mendukung pemberdayaan wanita di Kota Balikpapan untuk menjadi wanita yang mandiri, terampil dan berdaya.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio


Author: ONIX Radio

enter image description here