Skandal Video Asusila Pelajar SMK Balikpapan, Akademisi Pun Angkat Bicara, Orangtua Berperan

Skandal Video Asusila Pelajar SMK Balikpapan, Akademisi Pun Angkat Bicara, Orangtua Berperan

Skandal rekaman video asusila yang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat maupun kalangan pejabat Kota Balikpapan sudah menuai tanggapan sekaligus kritikan dari sejumlah pihak termasuk lembaga akademisi.

Pasalnya yang lebih mencengangkan lagi aktor pemeran utama dibalik video asusila tersebut diduga masih berstatus sebagai pelajar.

Akademisi Universitas Balikpapan, Piatur Pangaribuan turut angkat bicara mengenai skandal video asusila itu.

Menurut piatur salah satu faktor terjadinya tindakan yang tidak mendidik itu ditengarai oleh minimnya keterbukaan serta pengawasan dari orang tua.

Selain itu orang tua juga terkesan terlalu memberikan kebebasan yang lebih kepada anaknya untuk berteman dan keluyuran dengan teman lawan jenisnya.

"Minimnya pengawasan dan keterbukaan orang tua juga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya tindakan yang seperti itu.

Kalau sudah begini kan sangat disayangkan apalagi dia sebagai pelajar otomatis masa depannya akan menjadi suram sudah tersebar luas seperti ini," katanya, Senin (9/9).

Lebih lanjut Rektor Universitas Balikpapan itu juga menyarankan kepada seluruh orang tua siswa agar lebih menjalin keakraban dan keterbukaan kepada anaknya sendiri.

Sehingga dengan demikian jika ada persoalan-persoalan dapat terselesaikan dengan baik tanpa harus memojokkan anaknya.

"Saya juga menyarankan orang tua agar lebih dekat lagi lah dan lebih terbuka lagi kepada anaknya jangan selalu memojokan anaknya ketika ada persoalan," katanya.

Mereka juga harus memaklumi bahwa pengawasan pihak sekolah itu terbatas karena waktu yang lebih banyak adalah dengan orang tuanya," pungkasnya.

enter image description here

6 Fakta Video Asusila Balikpapan

Beredarnya video panas Balikpapan kini tengah menjadi perbincangan, baik di kalangan warga maupun pejabat.

Banyak pihak berharap kasus beredarnya video panas Balikpapan ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda seputar bahaya pergaulan bebas.

Kali ini, rekaman video panas Balikpapan kembali tersebar ramai di kalangan masyarakat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur melalui grup akun media sosial Watshap (WA).

Berikut sejumlah fakta seputar video panas Balikpapan yang sudah dirangkum TribunKaltim.co:

  1. Direkam untuk dokumentasi pribadi

Aktor dibalik video panas Balikpapan tersebut diduga masih berstatus pelajar dan sengaja direkam oleh pelaku untuk dijadikan sebagai keperluan dokumentasi pribadi.

Namun tanpa disadari oleh pelaku, video panas Balikpapan yang memperlihatkan adegan tak senonoh itu justru tersebar luas di kalangan masyarakat Kota Balikpapan.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Balikpapan, Iptu Noval Forestriawan saat ditemui Tribunkaltim.co, di ruang kerjanya di Mapolres Balikpapan, Kamis (5/9) membenarkan adanya video panas Balikpapan tersebut di kalangan masyarakat.

  1. Pelaku merasa keberatan dan lapor polisi

Bahkan dia menyebutkan bahwa pelaku bersama pihak keluarganya sudah melaporkan kepada pihaknya karena merasa keberatan lantaran video panas Balikpapan yang direkamnya itu tersebar luas tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Ia benar, kami menerima ada yang laporan terkait video asusila salah satu pelajar yang ada di kota Balikpapan ini, kami menerima laporannya selanjutnya bersama tim Reskrim segera menindaklanjuti," katanya

  1. Pelaku diduga masih pelajar

Pelaku adegan video asusila tersebut diduga masih berstatus sebagai pelajar namun belum diketahui secara jelas dimana tempat ia bersekolah.

"Semoga segera mendapat yg pelakunya," lanjutnya

Karena pihak keluarga dan pelaku merasa keberatan lantaran video asusila tersebut tersebar tanpa sepengetahuan pelaku.

"Untuk sementara pihak keluarga dan korban tidak terima dan melapor kepada pihak Kepolisian untuk segera diusut bagaimana video asusila tersebut tersebar," ungkap Iptu Noval Forestriawan, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Balikpapan.

Lebih lanjut Noval Forestriawan mengatakan penyelidikan tersebut nantinya juga akan melibatkan sejumlah saksi termasuk juga pihak pelapor dan menurutnya hal itu bisa terjerat pasal ITE.

Belakangan, aktor dibalik video asusila tersebut diduga masih berstatus pelajar di salah satu SMK yang ada di Kota Balikpapan

  1. DPRD merasa malu

Legislator DPRD Balikpapan, Budiono prihatin sekaligus malu dengan adanya video asusila yang diduga pelajar SMK di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Prihatin. Semboyan kota layak anak, dengan kejadian itu tentu kita malu. Saya tak ingin menyalahkan semua pihak, tapi kita harus mengkoreksi diri kita," ujarnya, Jumat (6/9/2019).

Budiono mengatakan pentingnya orang tua membekali anak akhlak dan budi pekerti sejak dini. Pertebal pendidikan agama baik di rumah dan di sekolah.

"Bila sudah tertanam mana yang benar dan salah, tentu itu jadi benteng anak-anak kita," tuturnya.

Secara makro, Budiono meminta peran Dinas Pendidikan untuk menjadikan kejadian ini sebagai catatan penting. Sistem pendidikan harus didesain sedemikian rupa, tak hanya melulu soal nilai-nilai akademik.

Ruang-ruang eksternal selain pelajaran sekolah, juga harus disediakan bagi para pelajar. Sehingga gairah muda pelajar bisa disalurkan kepada kegiatan yang positif.

"Malu. Balikpapan ini kota layak anak," ucapnya.

Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan ekstrakuliker baik olahraga maupun kesenian. Sehingga ada saluran untuk mereka menuangkan kreatifitas.

"Pendidikan internal di sekolah harusnya perbanyak kegiatan, mau olahraha dan kesenian. Bila digalakkan, celah anak untuk berbuat yang asusila sebenarnya kecil," harapnya.

  1. Dinas pendidikan minta tak diberi sanksi

Dinas Pendidikan Kebudayaan atau Disdikbud Balikpapan Muhaimin, Jumat (6/9/2019) juga ikut angkat bicara.

Karena penyebaran video asusila yang viral di WhatsApp itu diduga pelajar SMK di Balikpapan.

Kasus tersebut menurutnya terjadi diakibatkan oleh faktor kurangnya kesadaran para remaja tentang hubungan seksual. Apalagi dengan adanya penyalahgunaan gadget sehingga video asusila tersebut menyebar di dunia maya.

Untuk ia mengimbau kepada orang tua maupun sekolah lebih ketat mengawasi perkembangan gadget di remaja. Untuk orang tua sendiri sebaiknya seringkali mengawasi isi dari smartphone si anak tersebut.

"Untuk itu hati-hati kepada orangtua sebaiknya sering periksa apa saja yang ada di dalam gadget anak-anaknya khususnya untuk siswa SD maupun SMP," ucap Muhaimin.

Menurutnya pihak sekolah harus mengawasi secara ketat penggunaan smartphone bagi siswa di sekolah. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan gubernur Kalimantan Timur beberapa waktu lalu tentang pelarangan pembawaan gadget di sekolah tingkat SD maupun SMP lebih diperketat pengawasannya.

Sehingga para murid tingkat SD sampai SMP dilarang penuh membawa gadget atau smartphone di sekolah.

Sementara untuk tingkat SMA pihak sekolah harus lebih waspada terhadap konten yang dimiliki para murid.

"Siswa SMA boleh karena sudah dewasa. Selain itu ada beberapa mata pelajaran yang benar-benar menggunakan smartphone," kata Muhaimin.

Lalu untuk korban maupun pelaku penyebar video asusila tidak ada sanksi akademis seperti dikeluarkan dari sekolah.

Sebaiknya beri saja sanksi moral seperti rasa malu.

Jangan diberikan sanksi akademis sebab itu berdampak terhadap nilai akademis si murid itu sendiri.

Memang sekolah sendiri malu karena salah satu muridnya dikeluarkan.

"Tapi alangkah baiknya jangan diberi sanksi akademis," kata Muhaimin.

  1. Ada kos campur

Sejumlah pengusaha indekos di Kota Balikpapan juga turut mengomentari video asusila yang disebut-sebut direkam dari salah satu kamar rumah indekos di wilayah Kota Balikpapan.

Mereka menyebutkan memang ada beberapa indekos di Kota Balikpapan yang penghuninya bebas dari kalangan mana saja asalkan rutin membayar sewa rumah kost.

Terlepas dari itu pihak pemilik kos-kosan juga mengaku tidak sepenuhnya melakukan pengawasan terhadap aktivitas para penghuni rumah kost,

Hanya saja mereka mengingatkan bawa dalam satu kamar tidak diperbolehkan dihuni oleh dua orang atau lebih jika berbeda jenis kelamin dan belum ada ikatan pernikahan yang sah.

"Emang di Balikpapan sini kan banyak kos-kosan yang campur putra putri, jadi kita kan tidak mungkin mengawasi mereka semua.

Hanya saja memang kita sering mengingatkan bahwa tidak boleh ada cowok masuk di dalam kamar cewek, apalagi cewek cowok tinggal berdua," kata Tia salah satu pemilik indokos di kawasan Jl. Pupuk Balikpapan Selatan

Terpisah dengan Hamzah, pemilik indekos di kawasan Sepinggan Balikpapan Selatan, Hamzah menyebutkan setiap indekos memiliki peraturan yang berbeda-beda.

Namun ada peraturan yang sama yaitu larangan cewek cowok tinggal satu kamar jika belum ada ikatan hubungan suami istri.

"Kalau di tempat saya sih, ih memang tidak diperbolehkan ada cewek - cowok tinggal berdua di kamar kalau belum nikah.

Terlepas dari itu kita kan tidak mengawasi sepenuhnya segala kegiatan mereka apalagi kalau sudah malam," katanya

Yang jelas setiap calon penghuni kost, terlebih dahulu harus memiliki identitas yang jelas sebelum diperbolehkan masuk rumah kost," lanjut Hamzah. (*)

Sumber : Tribun kaltim


Author: ONIX Radio

enter image description here