Pipa Sering Kena Garuk Alat Berat Proyek Drainase, Layanan Air Bersih PDAM Tirta Kencana, Terganggu

Pipa Sering Kena Garuk Alat Berat Proyek Drainase, Layanan Air Bersih PDAM Tirta Kencana, Terganggu

eberapa waktu belakangan, Perumda PDAM Tirta Kencana Samarinda terus mendapat keluhan.

Dari masyarakat yang mengaku bahwa fasilitas air bersih di wilayahnya berhenti mengalir, dan sebagian juga mengaku air sempat kembali mengalir, namun dengan tekanan rendah dan keruh.

Andriane Uran (29) salah satu warga, Jalan Kemakmuran, Gang KNPI Samarinda mengaku keluarganya sudah mengalami krisis air bersih sejak 3 hari yang lalu.

"Sudah 3 hari kami sekeluarga tidak dapat pasokan air bersih.

Jadi selama itu terpaksa beli air tangki atau numpang ke kerabat," ungkapnya, Kamis (12/9/2019).

Kendati sempat kembali mengalir, namun kondisi air yang mengucur diakuinya sangat minim dan keruh, dan hanya bertahan selama 1 jam saja sebelum air kembali mati.

"Sempat ngalir, tapi kecil dan keruh.

Itu juga cuma bertahan sejam saja, setelah itu mati lagi.

Jadi hanya sempat nampung air sedikit buat sementara waktu," paparnya.

Selain Andreane, Zain warga Jalan AW Syahranie yang berada di bagian dataran rendah juga membenarkan.

Dia mengatakan layanan air bersih dikediamannya juga mengalamin gangguan distribusi selama 2 hari yang lalu.

"Jalan AW Syahranie air PDAM sudah 2 hari kok tidak jalan ya?

Apa mungkin kebocoran di bawah Flyover Itu jadi penyebabnya.

Soalnya wilayah Air Hitam mati air juga.

Dan kalau beli air dari tangki, satu unit water tangki saja kisaran harganya 350-400 ribu, apa tidak mahal," ucap Zain.

Kembali mendapat keluhan tersebut, Humas Perumda PDAM Tirta Kencana HM Lukman mengungkapkan, hal tersebut disebabkan dengan adanya kerusakan dan kebocoran pipa.

Yang kebocorannya sendiri masih belum di dapatkan titik lokasinya.

"Ada kebocoran, yang lebih mudah jika pipa sekalian meledak dari pada bocor kecil seperti ini.

Karena aliran menyebar, petugas sudah gali sana gali sini, tapi belum ditemukan titik bocornya.

Petugas tidak diam.

Jadi kami mohon doanya semoga segera ditemukan titik bocornya dan tuntas teratasi," katanya.

Pihaknya mengaku juga mengalami kerugian, akibat rusaknya beberapa alat tersebut karena mengalami kebocoran.

Kebocoran diduga lantaran terkeruk oleh alat berat yang melakukan pengerukan dalam proyek drainase.

"Kami juga selalu rugi tidak bisa mengalirkan air dengan maksimal. Apalagi di Jl AW. Syahranie banyak pipa kami digaruk excavator proyek drainase.

Dan sampai sekarang masih terus digali," katanya.

"Tim ME sedang kerja keras melakukan perbaikan diupayakan bisa selesai secepatnya agar layanan produksi dan distribusi bisa normal dan lancar kembali," jelas Lukman.

Bahkan dirinya mengaku baru saja mendapat laporan, bahwa alat berat yang beroperasi memperbaiki drainase tersebut, kembali merusak pipa di Jalan AW Syahranie.

"Saya juga baru dapat laporan dari tim di lapangan, bahwa pipa 20 inchi jalur booster di Jalan AW Syahranie kembali kena garuk excavator proyek drainase.

Jadi petugas tengah lakukan perbaikan.

Imbasnya layanan akan kembali terganggu di wilayah Jalan AW Syahranie dan sekitarnya, Jalan Wahid Hasyim 1 dan Jalan Wahid Hasyim 2 dan sekitarnya, Jalan PM Noor dan sekitarnya," ujar Lukman.

Dari keluhan-keluhan tersebut, maka PDAM kembali menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu hingga saat ini, yang mengalami perbaikan diusahakan secepatnya melakukan perbaikan.

Permohonan maaf pun, kembali disampaikan pihak PDAM Tirta Kencana untuk lokasi dan kawasan yang mengalami gangguan air bersih.

"Tak bosan kami meminta prmohonan maaf atas kejadian dan terganggunya layanan ini. Untuk info dan pelaporan bisa melalui hotline 0541-20888100, wa/sms ke 0811552226,

Sumber : Tribun kaltim


Author: ONIX Radio

enter image description here