Gegera Utang Nekat Curi Pickup, Miswanto Kena Tembak di Kaki Karena Coba Menikam Polisi

Gegera Utang Nekat Curi Pickup, Miswanto Kena Tembak di Kaki Karena Coba Menikam Polisi

Gegera Utang Nekat Curi Pickup, Miswanto Kena Tembak di Kaki Karena Coba Menikam Polisi

Nasib sial menimpa Miswanto (34) warga Lempake Kecamatan Samarinda Utara yang merupakan pelaku pencurian mobil pikap di Jalan KH Abdul Muthalib, Gang Rifai, Kecamatan Samarinda Kota, pada Sabtu (24/8/2019) lalu, sekitar pukul 03.00 Wita.

Diketahui, saat penangkapan, Miswanto dihadiahi tembakan di kaki sebelah kanannya karena berusaha melawan petugas dengan menodongkan senjata tajam jenis gunting kepada petugas.

Saat ditemui Tribunkaltim.co, Miswanto mengaku tidak mengetahui yang ia lawan adalah petugas dari kepolisian, sehingga dengan beringas ia berusaha melawan dan mencoba menusuk petugas dengan gunting yang ia gunakan untuk memotong kabel.

"Kalau tahu itu petugas, saya angkat tangan. Polisi ada pistolnya kok," ujarnya kepada awak media di Mapolresta Samarinda, Selasa (3/9/2019).

Dirinya mengaku, mencuri mobil pikap tersebut untuk membayar utang yang ia tanggung.

Dengan wajah lesu, dia membeberkan bahwa dia memiliki utang sekitar Rp 20 juta.

Utang tersebut ia miliki karena beberapa waktu lalu mobilnya sempat dibawa oleh seorang sopir dan terbalik di daerah Melak, Kutai Barat sehingga mobilnya rusak.

"Saya pernah masuk penjara karena kelahi dan angkotnya dibawa sopir dan terbalik di daerah Melak hingga rusak, itu yang bikin saya terlilit utang," ungkap pria yang berprofesi sebagai sopir angkot tersebut.

Ia menjelaskan, membobol mobil itu hanya dengan sebuah obeng dan gunting saja.

Obeng digunakannya untuk membuka pintu, sedangkan potongan gunting dipakai untuk menyalakan mesin mobil.

"Mencuri cuma pakai obeng, buka pintu terus nyalainnya cuma pakai potongan gunting. Saya tau buka mobil, belajar dari coba mobil saya sendiri," jelasnya.

Miswanto mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut.

Hal tersebut juga dilakukannya hanya sebatas reflek karena terlilit utang. Namun sayangnya, belum sempat terjual, mobil tersebut lebih dahulu diamankan polisi.

"Reflek aja itu mas karena terlilit utang. Kalau mealwan petugas itu juga karena panik," pungkasnya.

Kini, dirinya terpaksa harus merasakan jeruji besi Mapolresta Samarinda untuk menjalani hukuman yang telah ia perbuat.

Sumber : tribun kaltim


Author: ONIX Radio

enter image description here