Bincang Sejarah Jelang HUT RI Ke 75

Bincang Sejarah Jelang HUT RI Ke 75

ONIXNEWS – Ada yang beda dari SERSAN NGOPI kemarin (12/8/2020), program yang biasa dibawakan oleh Rega Dinata, namun kali ini dibawakan langsung oleh Krishna Galih,M.P selaku CEO dari Onix Radio Balikpapan. Dalam rangka menjelang perayaan Kemerdekaan Indonesia ada beberapa narasumber yang di hadirkan, salah satunya yaitu Prajitno Joyodiharjo Koesman alias Kai Koesman seorang pejuang yang ada dibalikpapan, selain beliau hadir pula Parlindungan (anggota DPRD Kota Balikpapan), Bahrian (Perwakilan Dinas Sosial), Mauliddin (Pemerhati kota), dan Herry Trunajaya,B.S (Penulis Buku Balikpapan 13 November 1945).

Indonesia yang sudah merdeka selama ini dan tahun ini masuk ke tahun 75 kemerdekaannya, tak lepas dari jerih payah para pejuang yang terus berjuang untuk mengambil alih Indonesia dari tangan para penjajah. Tempat tempat bersejarah yang ada kini dijadikan objek wisata agar masyarakat tau dan dapat mempelajari sejarah yang ada serta terus menjaga peninggalan bersejarah di jamannya dahulu.

Di Balikpapan yang diketahui banyak orang tidak memiliki perjuangan ternyata banyak cerita yang ada dalam masa masa penjajahan saat itu. Balikpapan memiliki pejuang yang tangguh dan kuat hingga saat ini yaitu Kai Koesman. Kai Koesman bergabung dengan para pejuang lain di akhir tahun ’45 setelah mendengar pembacaan proklamasi di Jakarta, Abdul mutalib yang memimpin pada saat itu ingin mendukung perjuangan di Jakarta maka di Balikpapan melakukan upacara menaikkan Sang Saka Merah Putih. “Disitu saya satu rumah dengan Kasmani paman saya, itu mendirikan persatuan pemuda” ujar Kai Koesman.

Saat berumur 13 tahun Kai Koesman diberi tugas oleh paman nya untuk mengantar menyampaikan surat surat kepada kelompok lain karena keberanian yang dimilikinya. Saat ini yang kadang masih menjadi perbincangan adalah tentang kesejahteraan para pejuang. Apakah kesejahteraan mereka selama ini terjamin atau tidak.

“Sebagian besar veteran sudah diakui dari beberapa step yang dilengkapi, dan mendapat tunjangan dari pemerintah. Namun dari tingkat kesejahteraan memang sangat terbatas. Selain itu untuk tingkat kesejahteraan berkelanjutan, pemerintah selalu memberikan setiap tahunnya. Dan untuk di Balikpapan sendiri ada untuk Veteran dan istri veteran. Pemerintah Kota Balikpapan menganggarkan 200 juta untuk veteran dan untuk istri veteran dianggarkan sekitar 150 juta” ujar bahrian.

Untuk veteran yang ada 98 orang dan untuk istri atau janda veteran ada 139 orang. Bantuan hibah tersebut ada dua macam yaitu bantuan untuk operasional dan yang kedua untuk tali asih. Dan untuk dana tali asih tahun ini mengalami pengurangan dari tahun tahun sebelumnya.

“saya harap untuk sarana dan prasarana yang dibuat oleh pemerintah untuk para pejuang ini selayaknya itu menyesuaikan, seperti jangan ada gedung bertingkat, dirikan yang dilahan yang luas agar ada museum agar menjadi sarana edukasi dan bisa berinteraksi dengan para pejuang yang masih ada” ujar parlindungan.

Dari narasumber yang hadir kali ini, mauliddin yang merupakan anak dari salah satu pejuang di Balikpapan. Beliau merasa sedih dengan keadaan gedung veteran yang memiliki sejarah kini beralih fungsi. Ia harap pemerintah bisa memberikan sarana dan prasarana yang baik untuk para pejuang yang masih ada saat ini.

“yang saya rasakan ini sangat menyedihkan, para pejuang hanya di hargai seperti ini, ada banyak yang berada dibawah garis kemiskinan, bahkan anak cucu veteran ada yang tidak bisa sekolah. Saya harap pemerintah memberikan beasiswa kepada para anak cucu veteran yang ada” harap herry sang penulis buku Balikpapan 13 November 1945.

“saya berpesan, generasi muda kita saat ini sudah pinter dan wawasannya sudah jauh. Lihatlah bukti apa yang sudah diperjuangkan kakek kakek nya terdahulu dan pahlawannya telah gugur, kami tidak minta segala sesuatu imbalan. Saya berpesan kepada generasi muda untuk pegang teguh ungkapan NKRI Harga Mati dan jagalah kesatuan dan bangun lah kota Balikpapan. Kerukunan berbangsa dan bernegara seperti kakek kakek mu terdahulu, kami tidak pernah meminta kami hanya meninggalkan warisan Merdeka Atau mati” pesan Kai Koesman.

Tidak pernah meminta tapi ini waktunya kita membalas apa yang telah mereka perjuangkan untuk Balikpapan.

Editor : Onixradio

Webinar Tentang QRIS Yang Diadakan Bank Indonesia Balikpapan Diikuti Ratusan Peserta

Webinar Tentang QRIS Yang Diadakan Bank Indonesia Balikpapan Diikuti Ratusan Peserta

ONIXNEWS - Senin (10/8/2020) kemarin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyelenggarakan Webinar Pembayaran Digital dengan menggunakan QRIS di masa pandemi dan new normal seperti saat ini. Acara yang diselenggarakan secara virtual ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, dan acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Diadakannya webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan QRIS dalam bertransaksi di masa pandemi dan new normal saat ini, sekaligus memberikan instroduksi protokol kesehatan yang harus dipatuhi di masa new normal.

Kepala perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun regional Kalimantan Timur pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi yang dipengaruhi oleh terbatasnya perekonomian mengingat kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai upaya penanganan COVID-19. Namun demikian, pemerintah mulai menerapkan era new normal sebagai upaya balancing agar ekonomi dapat berjalan dengan lancer kembali dimasa pandemic saat ini. Ia berharap agar masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan dengan baik sebagai bentuk dukungan untuk pergerakan ekonomi.

Salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia adalah memfasilitasi transaksi yang lebih aman di tengah pandemi melalui transaksi non tunai yang bersifat contactless seperti penggunaan QRIS.

Pada webinar tersebut hadir beberapa narasumber yaitu Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ricky Satria dan dr. Reisa Broto Asmoro yang menjabat sebagai Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta dimoderatori oleh Sophie Navita.

Ricky Satria menyampaikan bahwa QRIS mempermudah konsumen melakukan pembayaran serta pembeli dalam menerima pembayaran karena sifatnya yang omnichannel. Selain itu penggunaan QRIS juga cukup murah dan bebas biaya bagi usaha mikro. Sedangkan manfaat QRIS bagi masyarakat / pengguna adalah lebih higienis tanpa kontak fisik, transaksi cepat dan pengeluaran tercatat, aman dan terlindungi karena diawasi Bank Indonesia, efisien tanpa uang kembalian dan bebas biaya, serta kekinian dan gratis. Sebagai informasi, hingga 31 Juli 2020, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 23.201 unit untuk Kota Balikpapan, Kab. Paser, dan Kab Penajam Paser Utara, dengan 20.815 unit di antaranya berada di Kota Balikpapan.

Sementara itu, dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan perkembangan COVID-19 secara global dan Indonesia yang masih bertambah. Oleh sebab itu, Pemerintah secara aktif mendorong implementasi protokol kesehatan secara massif di masyarakat seperti penggunaan masker, menjaga pola hidup bersih dan olahraga teratur. selain tetap menjalankan protokol kesehatan dan pola hidup sehat, upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah menggunakan transaksi secara non tunai dengan memanfaatkan uang elektronik maupun uang digital. Dalam kesempatan tersebut, dr Reisa juga menyampaikan proses penyebaran dan penularan COVID-19 melalui droplet dan gejala yang dapat diderita oleh pasien COVID-19.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan secar aktif memberikan edukasi dan mendorong perluasan implementasi non tunai terutama QRIS baik di Kota Balikpapan maupun Kalimantan Timur sehingga masyarakat dapat tetap aman dan produktif di tengah pandemi COVID-19.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio

Pelatihan Sistem Jaminan Halal dari Bank Indonesia Balikpapan dan LPH LPPOM-MUI KALTIM Diikuti Oleh Dua Puluh UMKM

Pelatihan Sistem Jaminan Halal dari Bank Indonesia Balikpapan dan LPH LPPOM-MUI KALTIM Diikuti Oleh Dua Puluh UMKM

ONIXNEWS - Pada tanggak 5 s.d 6 Agustus 2020 di Hotel Tjokro Balikpapan,Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar Sertifikasi Sistem Jaminan Halal (SJH) bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Halal (LPH) LPPOM-MUI Kalimantan Timur bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Pelatihan yang bertujuan untuk memfasilitasi UMKM mendapatkan sertifikasi halal, sehingga dapat memperkuat bisnis UMKM termasuk industri halal untuk naik kelas hingga ke taraf global.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas, dan diikuti oleh dua puluh UMKM di Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendukung UMKM agar dapat memperkuat Halal Value Chain baik di Kalimantan Timur maupun di Indonesia. Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi juga menyampaikan Pentingnya sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM terutama dapat meningkatkan daya saing. Produk yang telah memperoleh sertifikasi halal tentunya memiliki jaminan tidak hanya halal namun juga aman dikonsumsi dari sisi kesehatan karena dipastikan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

Selama pelatihan berlangsung, UMKM yang mengikuti sertifikasi berada di bawah bimbingan LPH LPPOM-MUI Kalimantan Timur. Mereka diberikan materi tentang pentingnya sertifikasi halal bagi produk. Selain itu, Tim LPH-LPPOM MUI juga menyampaikan materi tentang introduksi syarat-syarat bahan pangan halal, kebijakan dan prosedur dalam memperoleh sertifikasi halal hingga pendampingan dalam workshop penyiapan dan pengisian template sertifikasi jaminan halal.

Sumarsongko selaku Direktur LPH LPPOM-MUI, menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Indonesia yang telah memfasilitasi pelatihan / sertifikasi Jaminan Halal sehingga semakin mempermudah UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama LPPOM-MUI pun berkomitmen untuk membantu UMKM sehingga produk-produk UMKM di Kalimantan Timur terjamin kehalalannya.

Sumber : Bank Indonesia

Editor : Onixradio

Jantung Sering Berdetak Kencang, Ini Penyebabnya

Jantung Sering Berdetak Kencang, Ini Penyebabnya

ONIXNEWS – Apakah kalian pernah merasakan jantung berdetak kencang sampai dada berdebar ? apakah kalian tau sebabnya ? penyakit jantung lah yang kadang terlintas di pikiran kebanyakan orang.

Memang benar salah satu penyebab jantung adalah jantung yang sering berdebar dengan kencang. Tapi, apakah kalian tau bahwa ada pula faktor lain yang menyebabkan jantung berdebar.

Aritmia atau biasa dikenal dengan gangguan irama jantung yang terjadi saat sinyal listrik yang bertugas mengatur koordinasi detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Elektrifisiologi dr. Ignatius Yansen NG., SP.JP (K), FIHA menjelaskan, jantung dalam keadaan istirahat normalnya berdenyut 60-100 kali dalam satu menit.

Aritmia adalah kondisi ketika dalam keadaan istirahat detak jantung lebih cepat atau lebih lambat. Dr. Yansen menambahkan, berdebar yang memiliki pencetus bisa dikatakan sebagai sesuatu yang normal. Misalnya, ketika seseorang berolahraga, ketakutan, atau jatuh cinta.

Namun, jika sedang bersantai namun tiba-tiba muncul debaran yang kencang luar biasa maka itu perlu dicurigai sebagai sesuatu yang tidak normal. Sehingga, jika mengalami kondisi tersebut Anda perlu memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

Selain itu, gejala berdebar juga perlu diwasadai jika sampai menimbulkan keluhan lain. Misalnya, berdebar hingga menimbulkan rasa pusing, nyeri dada hingga mau pingsan atau bahkan sampai pingsan, hingga kejang.

"Artinya harus segera ke rumah sakit untuk periksa ke dokter jantung, karena kemungkinan ada sesuatu yang tidak normal," ujarnya menjelaskan.

Apakah aritmia bisa sembuh?

Aritmia disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari kelainan bawaan pada waktu lahir, penyakit darah tinggi yang terjadi dalam waktu lama, penyakit karena jantung koroner, dan lainnya.

Untuk aritmia karena faktor bawaan, menurut dr. Yansen, sebagian besar bisa disembuhkan dengan proses pemeriksaan listrik jantung atau elektrofisiologi.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan abrasi. Abrasi sendiri merupakan pemeriksaan listrik jantung yang prosesnya seperti katerisasi.

Proses ini dilakukan dalam kondisi sadar dengan bius lokal pada pasien.

Melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up sejak awal dapat membantu kita mengetahui kondisi tubuh dan mencegah penyakit atau gangguan yang terjadi sejak dini, termasuk jika mengalami aritmia atau penyakit jantung lainnya.

Sumber : Nakita.id

Editor : Onixradio

Meningkatnya Pelanggaran Lalu Lintas Selama Operasi Patuh Mahakam 2020 Berlangsung

Meningkatnya Pelanggaran Lalu Lintas Selama Operasi Patuh Mahakam 2020 Berlangsung

ONIXNEWS – Berakhirnya Operasi Patuh Mahakam tahun 2020 di wilayah Kalimntan Timur pada tanggal 5 Agustus 2020 kemarin, Satlantas Polresta Balikpapan banyak meneukan kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pengendara.

Operasi Patuh Mahakan tahun 2020 yang dimulai pada tanggal 23 Juli 2020 atau lebih tepat nya sudah dua pecan dilaksanakan ini tak membuat para pengendara seketika mematuhi aturan lalu lintas. Masih ada saja pelanggaran yang dilakukan.

Kasus pelanggaran yang paling sering terlihat yaitu pelanggaran terhadap rambu rambu lalu lintas yang berlaku, minimnya pemahaman para pengendara membuat mereka acuh akan rambu rambu tersebut. Selain itu ada pula pelanggaran mengenai kelengkapan surat surat serta kepemilikan sim.

Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Irawan Setyono mengungkapkan meningkatnya kasus pelanggaran dibanding tahun 2019 lalu. Ada sekita 1.322 teguran kepada para pelanggar lalu lintas yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Balikpapan.

“Untuk giat penegakan hukum berupa teguran, secara umum mengalami kenaikan kecuali untuk tilang mengalami penurunan dikarenakan operasi Mahakam 2020 dikedepankan gita preventif – persuasive” ujar Irawan kamis (6/8/2020).

Sementara banyaknya penilangan terhadap pengendara tercatat sebanyak 265 pengendara.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Penanggulangan Banjir Di Kota Balikpapan

Penanggulangan Banjir Di Kota Balikpapan

ONIXNEWS – Kemarin (5/8/2020) SERSAN NGOPI yang dipandu Rega Dinata dan ada beberapa narasumber yaitu Mauliddin (Pemerhati Kota), Ali Munsjir Halim (Sekretaris Komisi III Bid.Pembangunan, Lingkungan Hidup dan Perhubungan), Thohari Aziz (Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan), Rita (Staff Dinas Pekerjaan Umum). Tema yang dibahas yaitu Penanggulangan Banjir Di Kota Balikpapan. Banjir yang saat ini menjadi salah satu keluhan masyarakat pun akan di tanggapi oleh para narasumber.

Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Balikpapan, menimbulkan banyak pendapat masyarakat yang mengatakan “Balikpapan hujan sedikit Banjir”.

“Kita akui untuk pengantisipasian banjir tersebut ada hal yang secara infrastruktur kita masih kurang, karena pengaruh dari perkembangan kota yang tidak seiring dengan pembangunan infrastruktur yang ada. Seperti investasi terhadap perumahan dan dibukanya tata guna lahan” ungkap Rita.

Edukasi terhadap masyarakat hal ini harus selalu dilakukan, agar masyarakat tidak beranggapan “sampah dari kita untuk kita”.

Pemerintah yang sudah merencanakan antisipasi masalah banjir, pada tahun 2005 terdapat masterplan di 8 sumber alirasn sungai yang menjadi perhatian pemerintah. Namun hanya saja semua pelaksanaan perlu kedisiplinan.

“Beberapa titik banjir yang bertambah perlu menjadi perhatian kita, terutama sungai ampal. Kajian untuk menyelesaikan lahan dari kampung timur sampai bsb membutuhkan anggaran sekitar 500M” ujar Thohari.

Budaya cinta lingkungan harus ditumbuhkan lagi, agar membiasakan masyarakat gotong royong, membuang sampah pada tempat nya, jangan acuh terhadap lingkungannya.

“Topografi kota Balikpapan itu kan berbukit, sebenarnya lebih mudah untuk pengendalian banjir. Saya harap air yang melimpah penyebab banjir tersebut bisa berubah menjadi berkah, saya ingin jumlah air yang melimpah bisa dikendalikan pemerintah” harapan Mauliddin selaku pemerhati kota.

Kota Balikpapan memiliki 5 bendali yang merupakan kewenangan dari Balai Wilayah Sungai. Bendali tersebut dibangun untuk mengandalikan banjir, sudah adanya pengajuan untuk air yang ditampung dibendali dijadikan air baku, namun ada regulasi yang ditetapkan oleh pusat bagaimana air bendali tersebut dijadikan air baku. Hal tersebut lah yang menjadi kendala mengapa air tampungan bendali belum bisa dijadikan sebagai air baku.

Penyebab utama terjadinya banjir yaitu perubahan tata guna lahan.

“Di Balikpapan itu regulasi sudah komplit,namun pada saat implementasi nya tidak taat baik dari sisi pengawasan dan pelaksana itu tidak sinkron. Contoh pengembang, yang didahulukan adalah ekonominya karna cepat ingin ke mengembalikan modalnya. Namun jika pengembang dengan modal besar dia akan membangun infrastrukturnya terlebih dahulu” ujar Munsjir.

Perlunya kedisiplinan, bukan hanya masyarakat namun pemerintah juga agar menjadi contoh dan mengedukasi masyarakat untuk menanggulangi banjir di Kota Balikpapan. Dan kembalikan budaya masyarakat seperti gotong royong.

Editor : Onixradio

Satu WNI Jadi Korban Ledakan, Ini Tindakan KBRI

Satu WNI Jadi Korban Ledakan, Ini Tindakan KBRI

ONIXNEWS – Dunia kembali digemparkan dengan adanya musibah ledakan dahsyat yang mengguncang area pelabuhan Beirut, Lebanon Selasa (04/08/2020) waktu setempat. Akibat dari ledakan ini menghancurkan dan merobohkan bangunan yang ada disekitarnya dan banyak korban tewas serta luka luka. Penyebab sementara yang diungkapkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon kemungkinan adalah api dihangar dimana bahan peledak disimpan dipelabuhan Beirut, di pantai barat negara itu.

Dari banyak nya korban jiwa terdapat Salah satu korban merupakan seorang Warga Negara Indonesia. Dan lokasi ledakan ini berjarak sekitar 7km dari KBRI Beirut.

“Salah satu korban luka adalah WNI yang berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik” demikian keterangan tertulis resmi dari Kementrian Luar Negeri, KBRI Beirut akan terus melakukan pendampingan hingga WNI yang terluka tersebut pulih.

Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Thohari memastikan seluruh WNI di Beirut dalam keadaan selamat. “Dalam catatan KBRI terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah kontingen Garuda dan 213 merupakan sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa” ungkap Hajriyanto.

KBRI Beirut juga menyampaikan imbauan melalui grub WhatsApp dan melalui simpul simpul WNI lainnya di Beirut. Selain itu KBRI juga telah menghimbau para WNI untuk segera melapor apabila berada di dalam situasi yang tidak aman.

Akibat lain dari ledakan dahsyat ini adalah kerusakan besar di Istana Baabda yang merupakan kediaman resmi presiden Lebanon.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Suami Gorok Istri Karena Curiga Korban Telah Selingkuh Selama Ditinggal Merantau

Suami Gorok Istri Karena Curiga Korban Telah Selingkuh Selama Ditinggal Merantau

ONIXNEWS – Bekerja di negara orang demi menghidupi keluarga adalah jalan yang diambil oleh Safaat (49). Safaat yang merantau selama 9 tahun di Amerika Serikat ini akhirnya pulang ke Indonesia untuk menemui keluarganya, namun naas ia menemukan fakta yang sangat mengejutkan terhadap istrinya.

Kejadian pembunuhan yang dilakukan seorang suami yaitu S terhadap istrinya Sri Istuningati (48) terjadi pada Jumat (31/7/2020) di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. AKP Hariyono selaku Kasubag Humas Polres Jombang mengungkapkan bahwasanya pelaku S mengaku jengkel dan menduga istrinya selingkuh selama ditinggal merantau ke Amerika Serikat.

“Motif pertama karena asmara (cemburu) dan kedua karena motif ekonomi” ujar Hariyono, saat siaran pers di Mapolresta Jombang Senin (3/8/2020).

S membunuh istrinya dengan menggunakan golok, S yang merantau ke Amerika Serikat selama 9 tahun ini baru pulang kerumahnya sekitar 4 bulan lalu. Selama di Amerika S rutin mengirimkan uang kepada istrinya, namun saat pulang dari perantauan pelaku merasa asset yang dimilikinya dirumah tak sebanding dengan uang yang ia kirimkan selama ini kepada sang istri.

Menurut Hariyono, kejengkelan pelaku memuncak saat istri seringkali mengelak saat ditanya tentang penggunaan uang yang dikirimkan dari amerika.

Sementara itu S memiliki kecurigaan yang sudah lama terhadap istrinya, kecurigaan ini muncul saat tahun pertama pelaku merantau. Namun S tidak bisa membuktikan kecurigaannya tersebut.

“Kalau curiga sudah lama,pada tahun pertama sudah curiga. Tapi karena demi anak, saya tetap bertahan. Karena kalau pulang, bingung mau kerja apa” ungkap S.

Pelaku mengaku jengkel saat sang istri selalu berbelit belit saat diminta menjelaskan penggunaan uang yang dikirim nya selama ini. S yang merinci uang yang ia kirim sebesar 35 juta perbulan dari tahun 2011 ini pun mengatakan jumlah yang seharusnya sekitar 2M, namun saat pelaku sudah tiba dirumah tidak ada apa apa.

Peristiwa ini terjadi di sebuah kamar yang terdapat dilantai satu rumahnya, setelah membunuh istrinya pelaku pun ingin membunuh anak keduanya NFCH (19) yang berada dilantai dua.

Istri pelaku meninggal ditempat dengan luka dibagian kepala dan leher, sedangkan sang anak kritis karena mendapat luka sabetan benda tajam dibagian kepala.

Dengan Kejadian ini Hariyono menambahkan, S ditahan di Mapolres Jombang dan ditetapkan sebagai tersangka. S dijerat dengan pasal 240 subsider Pasal 338 KUH, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Balikpapan

Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Balikpapan

ONIXNEWS – Minggu (2/8/2020) telah terjadi kebakaran yang melanda pemukiman warga kawasan perbukitan depan Pantai Melawai yang tak jauh dari kantor KPU Balikpapan. Si jago merah yang bertahan kurang lebih 3 jam ini menghabiskan 30 unit rumah terbakar.

Data tersebut didapat dari data sementara yang dihimpun oleh BPBD Kota Balikpapan.

Drai kejadian ini ada 24 Kepala Keluarga yang terdiri dari 77 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dan para korban dari kejadian ini terpaksa harus mengungsi dirumah kerabat terdekat.

“jumlah rumah yang terbakar kurang lebih 20 sampai 30 unit dan ini masih harus di kroscek lagi. Kita kerahkan armada pemadam sebanyak 16 unit dibantu dari URC Polresta Balikpapan, Pertamina dan suplai air dari PDAM jadi total keseluruhan sekitar 20 unit” ujar Suseno selaku Kepala BPBD Kota Balikpapan.

Suseno menegaskas tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Dalam proses pemadaman si jago merah banyak kendala yang harus dilalui, karena lokasi rumah yang berada di atas perbukitan yang terjal dan akses masuk menuju lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan yang oada akhirnya membuat petugas harus menarik selang panjang dari bawah gunung menuju puncak.

Dari peristiwa ini menyebabkan salah satu petugas BPBD harus dilarikan ke Rumah Sakit karena kelelahan dan terjebak dalam kepulan asap kebakaran.

Belum diketahui darimana sumber api yang pada akhirnya menghabiskan hunian warga sekitar. Namun pihak kepolisian dari Polresta Balikpapan masih melakukan upaya penyelidikan mengenai hal ini. Kobaran api ini berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WITA.

TNI dan Polri dikerahkan untuk terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

Sumber : Tribunkaltim.co

Editor : Onixradio

Bantuan Sosial Tunai Yang Sering Salah Sasaran

Bantuan Sosial Tunai Yang Sering Salah Sasaran

ONIXNEWS – Kembali lagi dengan pembahasan yang sedang hangat baru baru ini, di SERSAN NGOPI kemarin pada hari Rabu (29/07/20) yang dipandu oleh Rega Dinata menghadirkan beberapa narasumber yaitu Drg.Syukri Wahid (anggota dprd komisi II bidang perekonomian dan pariwisata), Mauliddin (Pemerhati Kota), Krishna Galih M.P (CEO Onix Radio) dan Rere (Pekerja Seni). Yang akan membahas tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT yang sudah ada dari beberapa tahun lalu yang merupakan program dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun untuk saat ini nama program tersebut diganti menjadi Bantuan Sosial Tunai (BST). Daftar penerima nya didapat dari data Dinas Sosial, total yang mendapatkan bantuan diperkirakan 1340 orang. BST ini dibagi menjadi 2 waktu yaitu per triwulan ada pula yang per bulan nya, dan untuk pengambilan dana ini bisa melalui kantor pos, namun kendala dari bantuan ini adalah tidak terupdatenya database lama, sehingga ada pihak pihak yang harusnya mendapatkan bantuan tersebut namun tidak mendapatkannya karena datanya tidak ada.

“Proses penyaluran BST kemarin saya lihat menumpuk di beberapa tempat, yang ditakutkan timbulnya cluster baru karena adanya penumpukan massa untuk pengambilan BST ini. Dan untuk objek penerima mohon di tinjau kembali, karna yang tidak mampu malah tidak dapat sedangkan yang mampu dapat,saya harap pihak yang mendata memberikan data yang valid” tanggapan Mauliddin tentang kondisi penyaluran dana BST beberapa waktu lalu.

Dalam penyaluran BST kemarin yang disalurkan adalah milik APBD Kota Balikpapan an pemkot menunjuk kantor pos sebagai penyalurnya kepada masyarakat. Untuk tahap 1 dan 2 berupa barang sedangkan untuk anggarannya sendiri per kepala keluarga adalah Rp 1.000.000. dan untuk tahap ke 3 dan 4 berupa dana.

Untuk database seharusnya yang setiap taun sudah di update, namun setiap wilayah ada yang belum update untuk data penerima BST.

“kami dari komisi II kecewa karena pembagian BST yang kemarin dibagikan oleh Kantor Pos merupakan data dari 2014 yang belum terupdate,sehingga adanya penerima yang mapan malah mendapatkan bantuan” ujar syukri.

Dana yang disiapkan oleh pemerintah yaitu 70M untuk 70ribu kepala keluarga,dana tersebut disalurkan untuk jarring pengaman sosial. Dan dari dana tersebut hanya 30% dari penduduk seluruhnya.

Besaran dana yang diberikan kepada pada penerima yaitu Rp 600.000 APBN Rp 400.000 APBD Provinsi. Dinas sosial selama pandemi ini melakukan update data, dan data tersebut akan dibawa ke pusat agar data terupdate dan untuk penerima BST tepat sasaran. “Dan untuk pembagian bantuan ini yang seharusnya tetap mengikuti protokol kesehatan lebih baik tidak dikumpulkan di satu tempat, seharusnya pihak kantor pos bisa meminjam tempat di setiap keluarahan pada setiap daerah agar meminimalisir terjadinya perkumpulan” tegas syukri menanggapi proses penyaluran bantuan.

Adanya anggapan masyarakat tentang sulitnya proses jika dia melalui perantara kelurahan atau tempat lain, seperti kurangnya data yang harus di tetapkan maka harus melengkapi terlebih dahulu.

“kemarin saya terima data ada ratusan orang yang tidak menerima karena tidak sinkron dengan data yang ada,seperti kantor pos kemarin yang membuat berita acara kenapa tidak memberikan karena tidak berani, jadi resiko sebagai penyalur itu memang besar” jelas syukri.

Sudah 6 tahun lamanya dari 2014 data terakhir menjadi kendala untuk beberapa penerima yang seharusnya mendapatkan bantuan namun tidak tersalurkan. Sehingga para penerima terdahulu yang kini sudah mapan pun tetap mendapatkan karena data mereka yang masih tercakup di database yang belum di update.

“Fleksibilitas kita dan masyarakat harus saling percaya, agar saling membantu. Jangan sampai pemerintah selalu disalahkan oleh masyarakat, apalagi saat saat pandemi seperti ini” ungkap Krishna.

Bantuan Sosial Tunai yang seharusnya ditujukan kepada masyarakat atau warga sekitar yang kurang mampu, malah ada yang diberikan kepada keluarga RT atau lainnya yang mampu, sehingga untuk warga yang tidak mampu malah tidak terdaftar sebagai penerima BST ini.

Editor : Onixradio