Bakery egg foods around the world

Anggota DPRD Balikpapan yang Tersandung Kasus Pornografi, Pikir-pikir Banding. . .

Usai divonis bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (17/7/2018) kemarin, anggota DPRD Balikpapan yang tersandung kasus ITE dan Pornografi di Balikpapan, AW masih pikir-pikir mengajukan upaya hukum banding.

Hal itu disampaikan salah satu kuasa hukumnya, Yohanes Maroko SH kepada Tribunkaltim.co, Rabu (18/7/2018).

"Masih pikir-pikir atau putusan hakim. Putusannya itu, kan, 1 tahun 1 bulan," katanya.

Tim kuasa hukum yang terdiri dari nama-nama, H Yusuf Mustafa SH MH Ali Munawar SH, Yohanes Maroko SH, Adi SH dan Nur Cahyo SH masih memanfaatkan waktu yang diberikan majelis hakim selama 7 hari pasca putusan dijatuhkan.

"Kita masih pertimbangkan, selama 7 hari ini, terhitung dari kemarin. Tuntutan jaksa kemarin, juga, 1 tahun lebih kemarin," ungkapnya.

Saat disinggung, respon kliennya, Maroko menyebut telah melakukan komunikasi dengan AW.

Ia menyatakan kliennya, meminta agar kuasa hukum mempelajari vonis yang dijatuhkan.

Pada prinsipnya, wakil rakyat dari partai Golkar tersebut meminta agar kuasa hukum memanfaatkan waktu yang diberikan hakim.

Apakah melakukan upaya hukum lanjutan, atau legowo atas putusan hakim.

"Malam saya telpon AW, dia menyatakan masih pikir-pikir ajukan banding atas putusan hakim," bebernya.

Untuk diketahui, AW mendekam di sel Polres Balikpapan sejak Kamis (28/12/2017) kemarin. Diketahui AW dengan sengaja memotret tubuh korbannya yang saat itu tanpa mengenakan pakaian alias telanjang.

Belakangan diketahui kejadian terjadi pada awal Januari 2017 di salah satu hotel berbintang di Balikpapan.

Foto yang dia ambil tanpa sepengetahuan korban. Kemudian disebarluaskan ke beberapa rekanan tersangka.

Foto tersebut akhirnya tersebar dan diketahui oleh pihak korban. Tak terima dengan hal itu, pada Maret 2017 korban melapor ke Polres Balikpapan.

Pemberitaan sebelumnya, Jumat (29/12/2017) anggota DPRD Balikpapan yang tersandung kasus pornografi dipastikan mendekam di sel rutan Polres Balikpapan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra saat ditemui di Mapolres.

"Kemarin kita lakukan pemeriksaan, dan mulai hari ini untuk sementara dan melanjutkan proses penyidikan jadi kita amankan (tahan) di polres," kata Wiwin.

Belakangan diketahui, proses hukum legislator Balikpapan tersebut sejak Maret 2017 silam.

"Laporan Maret, kejadian sebelumnya. Sekitar awal Januari," tutur perwira 2 melati pundak tersebut.

Saat disinggung proses lidik hingga penyidikan yang memakan waktu panjang sekitar 9 bulan.

Wiwin menjelaskan bahwa dalam proses penyidikan terdapat beberapa kendala.

Di antaranya berkaitan dengan mangkir pemanggilan, kemudian pemeriksaan alat bukti melalui laboratorium forensik Polri yang juga membutuhkan waktu tak sedikit, hingga pengumpulan keterangan saksi ahli untuk memperkuat ketetapan penyidikan pada gelar perkara.

"Dalam proses penyidikan ada yang dipanggil sekali datang, ada yang tidak dengan alasan-alasan mereka. Sehingga proses jadi panjang," jelasnya.

Source: kaltim.tribunnews.co

Wolfskies (19 Juli 2018, 11:15 WITA)

FACEBOOK COMMENTS WILL BE SHOWN ONLY WHEN YOUR SITE IS ONLINE

SHARE THIS PAGE!

Subscribe newsletter 
Thanks for filling out form!